Responsive Banner

Analisis yuridis tentang penetapan perkawinan beda agama perspektif Undang undang Perkawinan no. 1 tahun 1974: Analisis putusan no. 4/ Pdt-p/2012/PN. MGL

Romadloni, Fandi Rizal (2019) Analisis yuridis tentang penetapan perkawinan beda agama perspektif Undang undang Perkawinan no. 1 tahun 1974: Analisis putusan no. 4/ Pdt-p/2012/PN. MGL. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
14210031.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (5MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Maraknya kasus Perkawinan beda Agama akhir akhir ini, tidak bisa di pungkiri karena banyaknya kasus Perkawinan beda agama yang di kabulkan oleh Pengadilan Negeri. Penetapan dari permohonan Yudi Kristanto tersebut tertuang dalam Penetapan Pengadilan Negeri Magelang No. 4/Pdt-p/2012/PN-MGL. Dalam Penetapan Pengadilan Negeri Magelang tersebut. Hakim menganggap Undang-Unang no. 1 tahun 1974 tidak mengatur secara jelas menegani kasus perkawinan beda agama. Sedangkan lahirnya Undang-Undang no. 1 tahun 1974 sendiri sebagai kodifikasi hukum perkawinan yang dulunya beragam.

Penelitian ini, memakai : (1) Dasar hukum yang digunakan hakim dalam penetapan perkara No. 4/Pdt-p/2012/PN.MGL tentang penetapan perkawinan beda agama, (2) Penetapan perkawinan beda agama dalam perkara No. 4/Pdt-p/2012/PN.MGL ditinjau dari Undang Undang No. 1 tahun 1974.

Penelitian ini merupakan penelitian normatif dengan pendekatan yuridis dan kasus. Dengan jenis data kepustakaan yang berkaitan dengan perkawinan beda agama dan UU no.1 tahun 1974, dengan metode pemhumpulan data dibagi menjadi primer, sekunder dan tersier dengan teknik analisis kualitatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1). Hakim mengambil putusan di dasarkan dengan penfsiran hakim bahwa UU no. 1 tahun 1974 tidak memuat perkawinan beda agama. (2). putusan ini bertentangan dengan amanat pasal 2 ayat (1) dan pasal 8 huruf F Undang-Undang no. 1 tahun 1974. Namun demikian hakim PN Magelang mengabulkan permohonan tersebut berdasarkan fakta hukum yang terjadi serta diperkuat dengan penafsiran hakim terkait UU no. 1 tahun 1974 tentang perkawinan mengenai perkawinan beda agama telah terjadi kekosongan hukum, sehingga dalam hal ini hakim berpandangan bahwa perkawinan beda agama merupakan hak konstitusi dan asasi yang dimiliki setiap warga negara Indonesia sesuai Pasal 27 dan Pasal 29 Undang-Undang Dasar 1945 Amandemen IV serta Pasal 10 dan 16 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999.

ABSTRACT

The rise of interreligious marriage cases recently, is affordable because many of these interreligious marriage cases are granted by the district court. The determination from Yudi Kristanto request stated in the determination of Magelang district court No. 4 / Pdt-p / 2012 / PN-MGL. In the determination, The judge considers the Law no. 1 of 1974 does not clearly regulate the administration of interreligious marriage cases. While the base of Law no. 1 of 1974 itself as a codification of the marriage law which used to be diverse.

This study was conducted using : (1) the legal basis used by the judge in determining the case No. 4 / Pdt-p / 2012 / PN.MGL on the determination of interreligious marriage. (2) Determination of different religion marriage in case No. 4 / Pdt-p / 2012 / PN.MGL reviewed from Law No. 1 year 1974.

This study is a normative study using case and juridical approach. With the literary data that related to interreligious marriage and Law no.1 of 1974, the data collection method was divided into primary, secondary and tertiary with qualitative analysis techniques.

The result of this study shows that : (1) the judge took the decision based on the the judge commentation that Law no. 1 of 1974 does not contain interreligious marriages. (2) this decision is contrary to the mandate of the article 2 verse (1) and article 8 letter F of Law no. 1 of 1974. However, the judge of Magelang district court granted the request based on legal facts that occurred and supported with the interpretation of judges related to Law no. 1 of 1974 concerning marriage regarding interreligious marriage there has been a legal vacuum, so in this case the judge views that interreligious marriage is a constitutional and basic right that belongs to every Indonesian citizen in accordance with Article 27 and Article 29 of the 1945 Amendment IV and also Article 10 and 16 of Law Number 39 year 1999.

مستخلص البحث

لا يمكن إنكار الزيادة الأخيرة في قضايا الزواج بين الأديان بسبب العديد من حالات الزواج بين الأديان التي تمنحها المحكمة المحلية. جاء تحديد طلب يودي كريستانتو في قرار محكمة مقاطعة ماجيلانغ. 4 Pdt-p / 2012 / PN-MGL. في تقرير محكمة ماجيلانج المحلية. القاضي يعتبر القانون لا. 1 من عام 1974 لا ينظم بوضوح إدارة حالات زواج الأديان. بينما ولادة القانون لا. 1 من عام 1974 نفسه كتدوين لقانون الزواج الذي كان متنوعة.

تستخدم هذه الدراسة: (1) الأساس القانوني الذي يستخدمه القاضي في تحديد القضية. 4 / Pdt-p / 2012 / PN.MGL فيما يتعلق بالزواج بين الأديان ، (2) تحديد زواج الأديان في القضية 4 / Pdt-p / 2012 / PN.MGL من حيث القانون رقم 1 من 1974.

هذه الدراسة هي دراسة معيارية مع نهج قانوني وحالة. مع نوع بيانات المكتبة المتعلقة بزواج الأديان والقانون رقم 1 لعام 1974 ، تنقسم طريقة جمع البيانات إلى الابتدائية والثانوية والثالث مع تقنيات التحليل النوعي.

نتائج الدراسة تبين أن: (1). اتخذ القاضي القرار بناءً على نقل القاضي أن القانون لا. 1 من عام 1974 لا يحتوي على الزواج بين الأديان. (2). هذا القرار يتعارض مع ولاية الفقرة (1) من المادة 2 والمادة 8 حرف واو من القانون رقم. 1 من عام 1974. ومع ذلك ، وافق قاضي محكمة ماجيلانج المحلية على الطلب بناءً على وقائع قانونية حدثت وتعزز بتفسير القضاة المتصلين بالقانون رقم. 1 من عام 1974 فيما يتعلق بالزواج فيما يتعلق بالزواج بين الأديان ، كان هناك فراغ قانوني ، لذلك يرى القاضي في هذه الحالة أن الزواج بين الأديان حق دستوري وأساسي ينتمي إلى كل مواطن إندونيسي وفقًا للمادة 27 والمادة 29 من تعديل الدستور والمادة 1945 10 و 16 من القانون رقم 39 لعام 1999.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Sumbulah, Umi
Keywords: Perkawinan beda agama; UU no. 1 tahun 1974; Marriage of different religion; Law No. 1 year 1974; زواج الأديان ;القانون رقم. 1 من 1974
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Ella Elysia Yunitasari
Date Deposited: 20 Sep 2024 16:00
Last Modified: 20 Sep 2024 16:00
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/68913

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item