Budianto, Asril (2019) Pandangan hakim terhadap pembatalan surat hibah berdasarkan putusan nomor 0027/Pdt.G/2017/PTA.Pbr dan putusan nomor 558 K/Ag/2017: Studi di Pengadilan Agama Kota Malang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
![]() |
Text (Fulltext)
14210005.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (3MB) |
Abstract
ABSTRAK
Studi ini bertujuan untuk mengetahui pandangan Hakim Pengadilan Agama Kota Malang mengenai Putusan Nomor 0027/Pdt.G/2017/PTA/Pbr dan Putusan Nomor 558/K/Ag/2017 yang menyebabkan terjadinya disparitas putusan serta akibat hukum yang terjadi dari Putusan Nomor 558/K/Ag/2017.
Skripsi ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan menggunakan penelitian deskriptif-kualitatif. Sumber data primer dalam penelitian ini berkas Putusan Nomor 0027/Pdt.G/2017/PTA.Pbr dan putusan nomor 558/ K/Ag/2017 serta pandangan hakim Pengadilan Agama Kota Malang.
Hasil penelitian ini Pertama, hakim memiliki pertimbangan masing-masing dalam memutus perkara. Hakim PA dan PTA berpendapat bahwa orang yang melakukan gugatan tidak mempunyai legal standing sehingga gugatan tidak dapat diterima sekalipun yang menggugat adalah anak dari tergugat. Mahkamah Agung mengadili sendiri dengan membatalkan surat hibah menjelaskan bahwa PA dan PTA telah salah dan keliru dalam menerapkan hukum. PA Pekanbaru dan PTA Pekanbaru hanya melihat secara materil, sedangkan secara formal tidak diperiksa, sehingga banyak hal terlewatkan seperti surat hibah yang dilakukan dibawah tangan. Kedua, Perkara tersebut ditangani oleh majelis hakim yang berbeda. Berbeda majelis Hakim, berbeda pula putusan yang dikeluarkan. Akan tetapi, dalam memutuskan suatu perkara di pengadilan, hakim bertanggung jawab menegakkan hukum sehingga putusan hakim seharusnya mencerminkan adanya keadilan, kelayakan, kemanfaatan dan kepastian hukum. Ketiga, Akibat hukum atas harta hibah yang dimohonkan pembatalan di Pengadilan, Pengadilan Tinggi, maupun Mahkamah Agung, dengan adanya putusan pembatalan hibah yang telah berkekuatan hukum tetap maka kepemilikan atas harta tersebut akan kembali kepada pemberi hibah.
ABSTRACT
The study aims to know the opinion of a religious court judge of Malang city regarding ruling number 0027.Pdt.G/2017/PTA/Pbr and rule number 558 K/Ag/2017 that causes disparity of verdict and effect of the law in place in rule number 558 K/Ag/2017.
This thesis uses empirical legal research methods using descriptive-qualitative research. The primary data source in this study is Decision Number 0027 / Pdt.G / 2017 / PTA.Pbr and Decision number 558 / K / Ag / 2017 and the views of Malang City Religious Court judges.
The results of this study First, judges have their respective considerations in deciding cases. Judges of PA and PTA are of the opinion that the person making the claim does not have a legal standing so that the claim is unacceptable even if the claimant is the child of the defendant. The Supreme Court tried itself by canceling the grant letter explaining that PA and PTA had been wrong and wrong in applying the law. Pekanbaru PA and Pekanbaru PTA only see materially, while formally they are not examined, so many things are missed such as grants made under the hand. Second, the case is handled by a different panel of judges. Different from the panel of judges, different decisions were issued. However, in deciding a case in court, the judge is responsible for enforcing the law so that the judge's decision should reflect the existence of justice, feasibility, benefit and legal certainty. Third, the legal consequences of the grant property that is requested for cancellation in the Court, High Court, and Supreme Court, with the decision to cancel the grant that has permanent legal force, the ownership of the property will return to the grantor.
ملخص البحث
وتهدف الدراسة إلى معرفة رأي قاضي المحكمة الدينية في مدينة مالانغ فيما يتعلق بالحكم رقم 0027.Pdt.G/2017/PTA/Pbr والقاعدة رقم 558 K/Ag/2017 التي تسبب تفاوتاً في الحكم وتأثير القانون المعمول به في القاعدة رقم 558 K/Ag/2017.
تستخدم هذه الدراسة أساليب البحث القانوني التجريبية باستخدام البحوث الوصفية النوعية. مصدر البيانات الرئيسي في هذه الدراسة هو القرار رقم 0027 / Pdt.G / 2017 / PTA. Pbr والقرار رقم 558 / K / Ag / 2017 وآراء قضاة المحكمة الدينية مدينة مالانغ.
نتائج هذه الدراسة أولاً ، للقضاة اعتباراتهم الخاصة في البت في القضايا. يرى قضاة محكمة دينية و محكمة الدينية العلي أن الشخص الذي قدم الدعوى لا يتمتع بمكانة قانونية بحيث يكون الادعاء غير مقبول حتى إذا كان المدعي هو طفل المدعى عليه. وقد جربت المحكمة العليا نفسها عن طريق إلغاء خطاب المنحة موضحا أن السلطة الفلسطينية ومنطقة التجارة الحرة كانتا مخطئة وخاطئة في تطبيق القانون. محكمة دينية بيكانبارو و محكمة الدينية العلي بيكانبارو يرون ماديًا فقط ، بينما لا يتم فحصهما رسميًا ، يتم تفويت الكثير من الأشياء مثل المنح المقدمة من جهة. ثانياً ، يتم التعامل مع القضية من قبل لجنة مختلفة من القضاة. مختلف عن لجنة القضاة ، صدرت قرارات مختلفة. ومع ذلك ، عند البت في القضية في المحكمة ، يكون القاضي مسؤولًا عن إنفاذ القانون حتى يعكس قرار القاضي وجود العدالة والجدوى والاستفادة واليقين القانوني. ثالثًا ، النتائج القانونية لملكية المنحة المطلوبة للإلغاء في المحكمة والمحكمة العليا والمحكمة العليا ، مع قرار إلغاء المنحة التي لها قوة قانونية دائمة ، ستعود ملكية العقار إلى المانح.
Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
---|---|
Supervisor: | Herry, Musleh |
Keywords: | Pandangan Hakim; Pembatalan; Putusan Pengadilan; Surat Hibah; Cancellations; court verdicts; grant letters; Judge's view; الإلغاء ;الرسائل ;المنح ;قرارات المحكمة |
Departement: | Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah |
Depositing User: | Ella Elysia Yunitasari |
Date Deposited: | 20 Sep 2024 15:03 |
Last Modified: | 20 Sep 2024 15:03 |
URI: | http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/68903 |
Downloads
Downloads per month over past year
Actions (login required)
![]() |
View Item |