Responsive Banner

Hukum waris beda agama menurut Yusuf Qardhawi perspektif Al-Maslahah Al-Mursalah

Najih, Muhammad Fahrun (2018) Hukum waris beda agama menurut Yusuf Qardhawi perspektif Al-Maslahah Al-Mursalah. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
13210047.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

INDONESIA:

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hukum waris yang difatwakan oleh ulama’ kontemporer yaitu Yusuf Qardhawi tentang waris beda agama. Pendapat tersebut menuai kontroversi dikalangan ulama’ klasik yang berhubungan dengan perbedaan agama, di Hadist yang berbunyi: “orang muslim tidak mewarisi harta orang kafir dan orang kafir tidak mewarisi harta orang muslim”, Hadist ini jelas-jelas mengatakan bahwa tidak saling mewarisi antara orang muslim dan non muslim akan tetapi mengapa Yusuf Qardhawi ini justru memperbolehkan nya, kemudian penulis mengkaji pendapat tersebut dalam perspektif al-maslahah al-mursalah.

Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti kemudian merumuskan masalah yang perlu dikaji. Pertama, bagaimanakah pemikiran Yusuf Qardhawi mengenai hukum waris beda agama ? Kedua, Bagaimanakah hukum waris beda agama menurut Yusuf Qardhawi dalam perspektif al-maslahah al-mursalah ?

Penelitian ini merupakan jenis penelitian normatif (Normative Study), peneliti menggunakan pendekatan konseptual, jenis data penelitian adalah data skunder dengan bahan hukum primer. Teknik penyusunan skripsi ini berupa penelitian kepustakaan (Library Research) dan teknik analisis data.

Dari hasil penelitian Yusuf Qardhawi berpendapat bahwa menurut beliau, Hadist yang berbunyi “seorang muslim tidak boleh menerima harta warisan dari non muslim begitupun sebaliknya”, di takwil sebagaimana takwil yang digunakan pengikut madzab hanafi dalam mentakwil kata kafir. Hadist yang berbunyi: seorang muslim tidak boleh dibunuh hanya karena membunuh orang kafir, menurut madzab hanafi yang dimaksud orang kafir disini adalah kafir harbi, maka berdasarkan hal tersebut Yusuf Qardhawi berpendapat bahwa: seorang muslim tidak boleh memberikan harta warisan kepada kafir harbi, yang boleh menerimanya adalah kafir dzimmi. Selain itu, Yusuf Qardhawi juga memgambil dasar qiyas tentang kebolehan laki-laki muslim menikahi perempuan-perempun kafir ahli kitab, sedangkan laki-laki kafir tidak diperbolehkan menikahi perempuan-perempuan muslim. Karena hal tersebut maka beliau berpendapat bahwa orang kafir ahli kitab boleh menerima harta warisan dari kita (orang-orang muslim). Dalam perspektif al-maslahah al-mursalah pendapat Yusuf Qardhawi termasuk maslahah al-mulgha yaitu kemaslahatan yang dianggap maslahah oleh akal dan pikiran, akan tetapi kenyataannya bertentangan dengan syari’at.

ENGLISH:

This study aims to find out the inheritance law applied by contemporary ulama, Yusuf Qardhawi about inheritance of different religions. The opinion reaped controversy among classical scholars related to religious differences, in the Hadith which read: "Muslims do not inherit the wealth of infidels and unbelievers do not inherit the property of Muslims", this Hadith clearly says that it does not inherit from Muslims and non-Muslim, but why does Yusuf Qardhawi allow it, then the author examines the opinion in the perspective of al-maslahah al-mursalah.

Based on the background above, the researcher then formulated the problem that needed to be studied. First, what is the thinking of Yusuf Qardhawi regarding the inheritance law of different religions? Second, what is the inheritance law of different religions according to Yusuf Qardhawi in the perspective of al-maslahah al-mursalah?

This research is a type of normative research (Normative Study), researchers use a conceptual approach, the type of research data is secondary data with primary legal material. The technique of preparing this paper is in the form of library research and data analysis techniques.

From the results of Yusuf Qardhawi's research, he argues that according to him, the Hadith which reads "a Muslim should not accept inheritance from non-Muslims as well as vice versa", in takwil as takwil used by followers of madzab hanafi in the words of infidels. Hadith that reads: a Muslim must not be killed just because he kills an infidel, according to the Hanafi school of thought which is meant by infidels here are infidels, then based on that matter Yusuf Qardhawi argues that: a Muslim may not give inheritance to the infidels, who may accept it is a dhimmi infidel. In addition, Yusuf Qardhawi also took the qiyas basis of the ability of Muslim men to marry infidels and women of the book of experts, while heathen men were not permitted to marry Muslim women. Because of this, he argued that heathen people of the book may receive inheritance from us (Muslims). In the perspective of al-maslahah al-mursalah, the opinion of Yusuf Qardhawi includes maslahah al-mulgha, which is benefit which is considered by the mind and mind, but the reality is contrary to the shari'at.

ARABIC:

تهدف هذه الدراسة إلى معرفة قانون الميراث المطبق من قبل العلماء المعاصرين يوسف القرضاوي حول ميراث الديانات المختلفة. الرأي الذي حصد الجدل بين العلماء الكلاسيكيين فيما يتعلق بالاختلافات الدينية ، في الحديث الذي جاء فيه: "المسلمون لا يرثون ثروة الكفار والكافرين لا يرثون ممتلكات المسلمين" ، وهذا الحديث يقول بوضوح أنه لا يرث من المسلمين وغير مسلم ، ولكن لماذا سمح يوسف قرداوي بذلك ، ثم يدرس المؤلف الرأي من منظور المصلح.

بناءً على الخلفية أعلاه ، صاغ الباحث المشكلة التي يجب دراستها. أولاً ، ما هو تفكير يوسف القرضاوي فيما يتعلق بقانون الميراث للأديان المختلفة؟ ثانياً ، ما هو قانون الميراث للأديان المختلفة حسب يوسف القرضاوي من منظور المصلح؟

هذا البحث هو نوع من البحث المعياري (دراسة معيارية) ، يستخدم الباحثون منهجًا مفاهيميًا ، ونوع بيانات البحث هو بيانات ثانوية تحتوي على مواد قانونية أولية. تقنية إعداد هذه الورقة هي في شكل بحث مكتبة وتحليل تقنيات البيانات.

من نتائج بحث يوسف قرداوي ، يقول إن الحديث ، الذي يقول "المسلم ، لا ينبغي أن يقبل الميراث من غير المسلمين وكذلك العكس" ، في التأويل كتقليد يستخدمه أتباع مدتاب الحنفي على حد تعبير الكفار. الحديث الذي يقول: يجب ألا يقتل المسلم لمجرد أنه يقتل كافرًا ، وفقًا لمدرسة الفكر الحنفي التي يقصد بها الكفار هنا كفار ، وبناءً على هذا الموضوع ، يجادل يوسف القرضاوي بأنه: لا يجوز للمسلم أن يرث الكفار ، والذين قد يقبلونه. هو الكافر الذمي. بالإضافة إلى ذلك ، اتخذ يوسف قرداوي أساسًا في قدرة الرجال المسلمين على الزواج من الكفار والنساء في كتاب الخبراء ، بينما لم يُسمح للرجال الوثنيين بالزواج من نساء مسلمات. ولهذا السبب ، جادل بأن وثني أهل الكتاب قد يحصلون على الميراث منا (المسلمين). من وجهة نظر المصلحة ، يتضمن رأي يوسف القرضاوي مصلحة الملغا ، وهي فائدة يعتبرها العقل والعقل ، لكن الواقع يتعارض مع الشريعة.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Mahmudi, Zaenul
Keywords: Waris; Fatwa Yusuf Qardhawi; Beda Agama; Al-Maslahah al-Mursalah; Yusuf Qardhawi's opinion; Different Religion; واريس ;يوسف قرداوي فتوى ;ديانة مختلفة ;مصلحة مرسله
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Ella Elysia Yunitasari
Date Deposited: 17 Sep 2024 11:37
Last Modified: 17 Sep 2024 11:37
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/68848

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item