Responsive Banner

Penelantaran hak-hak istri oleh suami perspektif Madzhab Syâfi’iy dan Hukum Positif: Analisis kasus di Pengadilan Agama Sragen Jawa Tengah

Ainur, Afniza (2024) Penelantaran hak-hak istri oleh suami perspektif Madzhab Syâfi’iy dan Hukum Positif: Analisis kasus di Pengadilan Agama Sragen Jawa Tengah. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
200201220008.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Hak istri maupun hak suami keduanya merupakan komponen penting dalam ibadah pernikahan. Karena terpenuhinya hak-hak dan kewajiban antara suami dan istri maka akan terwujud tujuan pernikahan yang sakinah mawaddah warohmah. Penelantaran hak-hak istri maupun suami akan terjadi apabila tidak terpenuhinya hak-hak yang harusnya didapatkan oleh pihak istri maupun suami. Adapun penelantaran hak-hak istri akan menjadi fokus penelitian ini karena melihat latar belakang kasus perceraian yang meningkat setiap tahunnya di Indonesia, dan yang menjadi fokus kasus gugat cerai jauh lebih banyak dibandingkan kasus cerai talak dalam penelitian ini peneliti melakukan penelitian di Pengadilan Agama Sragen, yang merupakan Pengadilan yang berada di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Indonesia. Di Pengadilan Agama Sragen beberapa sebab terbesar terjadinya perceraian karena tidak terpenuhinya hak-hak istri yang harusnya menjadi kewajibannya pihak suami.

Penelitian ini merupakan penelitian empiris dan menggunakan pendekatan kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) menjelaskan bagaimana kasus perceraian yang disebabkan oleh penelantaran hak-hak istri, 2) menjelaskan bagaimana perspektif hukum positif Indonesia terhadap penelantaran hak-hak istri 3) menjelaskan bagaimana perspketif madzhab syâfi’iy terhadap penelantaran hak-hak istri. Metode pengumpulan data dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode pengolahan datanya melalui proses editing, classifying, verifying, analiyzing, dan concluding.

Hasil penelitian dinyatakah bahwasanya: (1) Kasus perceraian 60% lebih banyak diajukan oleh pihak istri (2) Diatara yang menjadi penyebab perceraian di Pengadilan Agama adalah: tidak terpenuhinya nafkah lahir bathin, ekonomi, percekcokan yang tidak berkesudahan dan perselingkuhan. Dan dalam kasus ini perspektif Hukum Positif yang berada di Indonesia sebagaimana terdapat di dalam UUD PKDR Tahun 2004 maka suami yang melakukan tindakan penelantaran terhadap hak-hak istri maka akan di denda sebanyak 15.000.000 atau penjara maksimal 3 tahun. Adapun perspektif Madzhab Syâfi’iy menyatakan penelantaran hak-hak istri merupakan aktifitas haram dan merupakan dosa yang besar apabila dilakukan.

ABSTRACT

The rights of both wives and husbands are essential components of the marriage ibadah (worship). Fulfillment of these rights and obligations between husband and wife leads to the attainment of the marriage goals of sakinah (tranquility), mawaddah (love), and warahmah (mercy). Neglect of these rights can occur when either the wife or the husband does not receive the rights they are entitled to. This study focuses on the neglect of wives' rights due to the increasing number of divorce cases in Indonesia each year, and the fact that divorce cases filed by wives (cerai gugat) far outnumber divorce cases filed by husbands (cerai talak). The researcher conducted this study in the Religious Court of Sragen, Central Java, Indonesia. According to the Religious Court of Sragen, one of the main causes of divorce is the neglect of wives' rights, which are the husband's obligations.

This research is an empirical study using a qualitative approach. The objectives of the study are: (1) to explain divorce cases caused by neglect of wives' rights, (2) to explain the perspective of Indonesian positive law on neglect of wives' rights, and (3) to explain the perspective of the Shafi'i School of Thought on neglect of wives' rights. Data collection methods included interviews, observations, and documentation. Data processing methods involved editing, classifying, verifying, analyzing, and concluding.

The research findings indicate that: (1) 60% more divorce cases are filed by wives. (2) Causes of divorce in the Religious Court of Sragen include: unfulfilled physical and emotional needs, economic problems, endless quarrels, and infidelity. In such cases, Indonesian positive law, as stipulated in the 2004 Law on Marriage and Family Relations (UUD PKDR), imposes a penalty of Rp 15,000,000 or a maximum imprisonment of 3 years on husbands who neglect their wives' rights. The Shafi'i School of Thought views the neglect of wives' rights as a haram (forbidden) act and a major sin.

مستخلص البحث

تعد حقوق كل من الزوج والزوجة دورًا هامًا في عقد الزواج. فمن خلال تلبية حقوق وواجبات كل من الزوج والزوجة، يتحقق هدف الزواج المتمثل في السكينة والمودة والرحمة. ويحدث إهمال حقوق الزوج أو الزوجة عندما لا يتم تلبية الحقوق التي يجب أن يحصل عليها كل من الزوج والزوجة. تركز هذه الدراسة على إهمال حقوق الزوجة، بالنظر إلى ازدياد حالات الطلاق كل عام في إندونيسيا، وتزايد حالات رفع دعاوى الطلاق من قبل الزوجات مقارنة بحالات الطلاق الرجعي (التي يرفعها الزوج).

أُجريت هذه الدراسة في المحكمة الدينية بمديمة سراجين في جاوة الوسطى بإندونيسيا، حيث تُظهر الإحصائيات أن عدم تلبية حقوق الزوجة من قبل الزوج هو أحد الأسباب الرئيسية للطلاق. تُعد هذه الدراسة بحثًا تجريبيًا باستخدام منهج نوعي. تهدف الدراسة إلى:(1) شرح حالات الطلاق الناجمة عن إهمال حقوق الزوجة.(2) شرح منظور القانون الوضعي الإندونيسي تجاه إهمال حقوق الزوجة. (3) شرح منظور المذهب الشافعي تجاه إهمال حقوق الزوجة. تم جمع البيانات من خلال المقابلات والملاحظات والوثائق. وتم تحليل البيانات من خلال عمليات التحرير والتصنيف والتحقق والتحليل والاستنتاج.

أظهرت نتائج الدراسة ما يلي: (1) ٪ من حالات الطلاق تُرفع من قبل الزوجات. (2) من بين أسباب الطلاق في المحكمة الدينية بمدينة سراجين عدم تلبية النفقة البدنية والنفسية، والمشاكل الاقتصادية، والمشاجرات المستمرة، والخيانة الزوجية. ينص القانون الوضعي في إندونيسيا، كما هو مذكور في قانون الأحوال الشخصية لعام 2004، على معاقبة الزوج الذي يُهمل حقوق زوجته بغرامة تصل إلى 15.000.000 روبية أو السجن لمدة تصل إلى 3 سنوات. يُعتبر إهمال حقوق الزوجة في المذهب الشافعي سلوكًا محرّمًا وخطيئة كبيرة.

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisor: Ch, Mufidah and Susamto, Burhanuddin
Keywords: Penelantaran Hak-hak Istri; Madzhab Syâfi’iy; Hukum Positif; Neglect of Wives' Rights; Shafi'i School of Thought; Positive Law; إهمال حقوق الزوجة; المذهب الشافعي; القانون الوضعي
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi Magister al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Afniza Ainur
Date Deposited: 21 Aug 2024 10:17
Last Modified: 21 Aug 2024 10:17
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/68565

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item