Al Kautsar, Muhamad Wildan (2023) Analisis hukum Islam terhadap akad nikah via live streaming pada masa pandemi Covid-19 studi kasus santri Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek Kota Malang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
|
Text (Fulltext)
16210033.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (2MB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK
Pada dasarnya akad nikah yang dilakukan secara live streaming itu sama dengan pelaksanaan nikah pada umumnya, yaitu sama dengan landasan teorinya. Hanya saja pihak-pihak yang berakad nikah itu tidak berada dalam satu majelis. Dalam arti bahwa tidak berhadap-hadapan dalam satu tempat. Pelaksanaan akad nikah secara live streaming tidak jauh berbeda dengan akad nikah yang diwakilkan atau melalui sepucuk surat. Hanya saja yang menjadi permasalahannya adalah berkaitan tentang ijab dan qabul dalam satu majelis.
Dalam hukum Islam termasuk ketentuan dalam kompilasi hukum Islam, tidak terdapat ketentuan yang khusus mengatur mengenai perkawinan akad nikah melalui video call. Dalam kompilasi hukum islam perkawinan tersebut sah bila dilakukan menurut hukum islam, selain itu perkawinan tersebut harus memenuhi semua rukun nikah yang diatur pada pasal 14 KHI, seperti adanya calon suami dan calon istri, wali nikah, dua orang saksi dan ijab kabul.
Sedangkan sah pelaksanaan perkawinan itu sendiri bergantung sesuai atau tidaknya dengan dasar hukum yang ada dalam tuntutan al-Qur‟an dan hadist mampu dijabarkan menjadi dasar hukum fiqh yang lebih rinci dan sifatnya praktis, terlebih dalam menghadapi perubahan zaman Menurut penulis, akad nikah melalui video call dipandang telah memenuhi rukun dan syarat-syarat perkawinan hukum Islam. permasalahan yang muncul apabila membicarakan keabsahan akad nikah melalui video call, tidak lain karena menurut hukum Islam dan beberapa syarat dalam melaksanakan akad nikah dipenuhi yaitu: pertama, akad dimulai dengan ijab lalu diikuti dengan Kabul. Kedua, materi ijab dan kabul tidak boleh berbeda dan ijab kabul harus diucapkan secara berkesinambungan tanpa ada jeda, ijab dan Kabul terucap dengan lafazh yang jelas, ijab dan Kabul antara calon pengantin pria dengan wali nikah harus diucapkan dalam satu majelis.
ABSTRACT
Basically, the marriage contract carried out via live streaming is the same as the implementation of marriage in general, which is the same as the theoretical basis. It's just that the parties who contract marriage are not in one assembly. In the sense that it is not face to face in one place. The implementation of a marriage contract via live streaming is not much different from a marriage contract that is represented or through a letter. It's just that the problem is related to ijab and qabul in one assembly.
In Islamic law including provisions in the compilation of Islamic law, there is no provision specifically regulating marriage contract marriage via video call. In the compilation of Islamic law, the marriage is valid if it is carried out according to Islamic law, besides that the marriage must fulfill all the pillars of marriage regulated in article 14 of the KHI, such as the presence of a prospective husband and prospective wife, a marriage guardian, two witnesses and a qabul ijab.
While the legal implementation of marriage itself depends on whether or not it is in accordance with the legal basis contained in the demands of the Qur'an and hadith can be elaborated into a more detailed and practical legal basis for fiqh, especially in the face of changing times According to the author, the marriage contract through video call is considered to have fulfilled the pillars and conditions of marriage Islamic law. The problem that arises when discussing the validity of a marriage contract via video call, is none other than because according to Islamic law and several conditions in carrying out a marriage contract are met, namely: first, the contract begins with ijab and then followed by qabul. Secondly, the material of ijab and kabul must not be different and ijab kabul must be pronounced continuously without any pause, ijab and kabul are pronounced with clear lafazh, ijab and kabul between the groom and the marriage guardian must be pronounced in one assembly.
مستخلص البحث
في الأساس ، عقد الزواج الذي يتم عبر البث المباشر هو نفس تنفيذ الزواج بشكل عام ، وهو نفس الأساس النظري. كل ما في الأمر أن الأطراف التي تتعاقد على الزواج ليست في جمعية واحدة بمعنى أنه ليس وجها لوجه في مكان واحد. لا يختلف تنفيذ عقد الزواج عبر البث المباشر كثيرا عن عقد الزواج الذي يتم تمثيله أو من خلال خطاب. كل ما في الأمر أن المشكلة تتعلق بالجاب وكابول في جمعية واحدة.
. في الشريعة الإسلامية بما في ذلك الأحكام الواردة في تجميع الشريعة الإسلامية ، لا يوجد حكم ينظم على وجه التحديد عقد الزواج عن طريق مكالمة فيديو. في تجميع الشريعة الإسلامية ، يكون الزواج صحيحا إذا تم وفقا للشريعة الإسلامية ، إلى جانب أن الزواج يجب أن يفي بجميع أركان الزواج التي تنظمها المادة 14 من ، مثل وجود زوج محتمل وزوجة محتملة ، ووصي زواج ، وشاهدان ، و .
المشكلة التي تثار عند مناقشة صحة عقد الزواج عبر مكالمة فيديو ، ليست سوى أنه وفقا للشريعة الإسلامية ويتم استيفاء عدة شروط في تنفيذ عقد الزواج ، وهي: أولا ، يبدأ العقد بالعقاب ثم يتبعه كابول
Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
---|---|
Supervisor: | Anam, Khoirul |
Keywords: | Akad Nikah; Via Live Streaming; Pandemi Covid-19; Akad Nikah; Via Live Streaming; Covid-19 Pandemic; أكاد نكاح؛ عبر البث المباشر؛ جائحة كوفيد-19؛ |
Departement: | Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah |
Depositing User: | Muhamad Wildan Al Kautsar |
Date Deposited: | 08 Aug 2024 14:33 |
Last Modified: | 08 Aug 2024 14:33 |
URI: | http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/68464 |
Downloads
Downloads per month over past year
Actions (login required)
![]() |
View Item |