Responsive Banner

Penyelesaian Wali Adhal dengan alasan calon beda suku perspektif Maslahah Mursalah: Studi Penetapan No 88/Pdt.P/2021/PA.Tgrs

Al-Muzakky, Ahmad Syahrul Ramadhana (2024) Penyelesaian Wali Adhal dengan alasan calon beda suku perspektif Maslahah Mursalah: Studi Penetapan No 88/Pdt.P/2021/PA.Tgrs. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

This is the latest version of this item.

[img] Text (Fulltext)
200201110045.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

ABSTRAK

Pada hakikatnya wali adhal merupakan sebuah permasalahan yang dimana seorang yang memiliki hak kewajiban untuk menjadi wali nikah, namun menolak untuk bertindak sebagai wali nikah untuk perempuan yang berada dibawa pewaliannya dikarenakan beberapa alasan, seperti calon suami tidak sekufu dengan putrinya, adanya adat yang melarang pernikahan tersebut, wali ingin menikahkan anak perempuannya dengan calon suami pilihan walinya dan alasan-alasan lainnya. Permasalahan ini juga muncul dalam penetepan No 88/Pdt.P/2021/PA.Tgrs yang dimana seorang wali menolak untuk menikahkan perempuan dibawah perwaliannya dikarenakan calon suami tidak berlatar belakang suku Arab.

Penelitian ini termasuk dalam penelitian normatif dengan menggunakan pendekatan kasus dan konsep maslahah. Yang dimana dalam penelitian ini pengumpulan bahan hukumnya melalui studi kepustakaan, bahan hukum dalam penelitian ini terbagi menjadi tiga jenis primer, sekunder, dan tersier. Bahan hukum yang dikumpulkan akan dikelolah melalui lima tahap pemeriksaan, klasifikasi, verifikasi, analisis, dan kesimpulan.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab terjadi adhalnya seorang wali dalam penetapan no 88/Pdt.P/2021/PA.Tgrs, dikarenakan dikarenakan pemohon merupakan seorang yang bukan hanya sekedar berlatar belakang suku arab, melainkan pemohon merupakan seorang yang memiliki latar belakang syarifah, yaitu seorang yang memiliki darah keturunan Rasulullah SAW. Yang dimana dalam adat keluarga tersebut menganggap seorang selain keturunan Rasulullah itu tidak setara dengan keluarganya. Sehingga muncul lah alasan perbedaan suku menjadi penyebab terjadinya wali adhal. Peninjauan menggunakan perspektif maslahah mursalah terkait penyelesaian perkara wali adhal dengan alasan beda suku pada penetapan no 88/Pdt.P/2021/PA.Tgrs, dimana pengabulan yang dilakukan dengan hakim dalam penetapan tersebut telah memnuhi kriteria-kriteria maslahah mursahal menurut beberapa tokoh, Imam Al-Ghazali, Imam Malik, dan Imam Asy-Syatibi, baik itu dari kriteria-kriteria serta tidak bertentangan dengan ajaran agama islam dan sejalan dengan lima pokok shara’maslahah mursalah yang terdiri dari hifdu ad-diin (memelihara agama), hifdu an-nafs (memelihara jiwa), hifdu an-nasl (memlihara keturunan), hifdu al-maal (memelihara harta) dan hifdu al-aql (memeihara akal).

ABSTRACT

In essence, guardian adhal is a problem where a person has the right and obligation to be a marriage guardian, but refuses to act as a marriage guardian for a woman who is under his guardianship due to several reasons, such as the prospective husband not being equal to his daughter, the existence of customs that prohibit such marriages. , the guardian wants to marry his daughter to the prospective husband of the guardian's choice and for other reasons. This problem also emerged in decision No. 88/Pdt.P/2021/PA.Tgrs where a guardian refused to marry a woman under his guardianship because the prospective husband did not have an Arab ethnic background.

This research is included in normative research using a case approach and the concept of maslahah. Where in this research the collection of legal materials is through literature study, the legal materials in this research are divided into three types, primary, secondary and tertiary. The collected legal materials will be managed through five stages of examination, classification, verification, analysis and conclusion.

The results of this research show that the reason for the occurrence of a guardian in determination number 88/Pdt.P/2021/PA.Tgrs, is because the applicant is a person who is not only of an Arab ethnic background, but the applicant is a person who has a sharifah background, namely someone who has the blood of the Prophet Muhammad SAW. Which is where the family tradition considers anyone other than a descendant of the Prophet to be unequal to his family. So the reason why ethnic differences emerge is the cause of wali adhal. The review uses a maslahah mursahal perspective regarding the resolution of the guardian adhal case on the grounds of being of different ethnic groups in the decision no. 88/Pdt.P/2021/PA.Tgrs, where the agreement made by the judge in the decision has fulfilled the maslahah mursahal criteria according to several figures, Imam Al-Ghazali, Imam Malik, and Imam Asy-Syatibi, both from the criteria and not in conflict with the teachings of the Islamic religion and in line with the five principles of shara'maslahah murlah which consist of hifdu ad-din (maintaining religion), hifdu an- nafs (maintaining the soul), hifdu an-nasl (maintaining offspring), hifdu al-maal (maintaining wealth) and hifdu al-aql (maintaining the mind).

ملخص البحث

في جوهرها، يمثل الولي العذل مشكلة حيث يكون الشخص الذي لديه الحق والالتزام في أن يكون ولي الزواج، لكنه يرفض العمل كوصي زواج لامرأة تحت وصايته لعدة أسباب، مثل عدم وجود الزوج المحتمل اتفاقه مع ابنته، ووجود عادات تمنع مثل هذا الزواج، أو رغبة الولي في تزويج ابنته من الزوج المرتقب حسب اختيار الولي، ولأسباب أخرى. ظهرت هذه المشكلة أيضًا في القرار رقم 88/Pdt.P/2021/PA.Tgrs حيث رفض ولي الأمر الزواج من امرأة تحت وصايته لأن الزوج المرتقب ليس لديه خلفية عرقية عربية.

ويندرج هذا البحث في البحث المعياري باستخدام منهج الحالة ومفهوم المصلحة. حيث يتم في هذا البحث جمع المواد القانونية من خلال دراسة الأدبيات، وتنقسم المواد القانونية في هذا البحث إلى ثلاثة أنواع ابتدائية وثانوية وثلاثية. ستتم إدارة المواد القانونية المجمعة من خلال خمس مراحل هي الفحص والتصنيف والتحقق والتحليل والاستنتاج.

تظهر نتائج هذا البحث أن سبب وجود ولي الأمر في القرار رقم 88/Pdt.P/2021/PA.Tgrs، هو أن مقدم الطلب ليس فقط من خلفية عرقية عربية، بل مقدم الطلب هو شخص ذو خلفية شرعية، أي من له دم النبي محمد صلى الله عليه وسلم. حيث يعتبر التقليد العائلي أي شخص آخر غير نسل النبي غير متساوٍ مع عائلته. لذا فإن سبب ظهور الاختلافات العرقية هو سبب الولي الأذل. تستخدم المراجعة منظور المصلحة المرسلة فيما يتعلق بحل قضية ولي الأمر على أساس كونهم من مجموعات عرقية مختلفة في القرار رقم 88/Pdt.P/2021/PA.Tgrs، حيث تم الاتفاق من قبل القاضي في القرار. وقد استوفى شروط المصلحة المرسلة عند عدة شخصيات، الإمام الغزالي، والإمام مالك، والإمام الشاطبي، وكلاهما من المعايير ولا يتعارضان مع تعاليم الدين الإسلامي ويتوافقان مع مبادئ الشريعة الخمسة. "مصلحة مرة" وتتكون من حفظ الدين (الحفاظ على الدين)، وحفظ النفس (رعاية الروح)، وحفظ النسل (رعاية النسل)، وحفظ المال (رعاية المال)، وحفظ العقل (رعاية العقل).

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Nuruddin, Muhammad
Keywords: Wali Adhal; Kafa’ah; Maslahah Mursalah; Guardian Adhal; Kafa'ah; Maslahah Mursale; الوصي عدال؛ كفاءة؛ مصلحة مرسلة
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180113 Family Law
18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012805 Wali & Saksi
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Ahmad Syahrul Ramadhana Al-Muzakky
Date Deposited: 08 Jul 2024 08:48
Last Modified: 08 Jul 2024 08:48
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/66235

Downloads

Downloads per month over past year

Available Versions of this Item

  • Penyelesaian Wali Adhal dengan alasan calon beda suku perspektif Maslahah Mursalah: Studi Penetapan No 88/Pdt.P/2021/PA.Tgrs. (deposited 08 Jul 2024 08:48) [Currently Displayed]

Actions (login required)

View Item View Item