Pengaruh konsentrasi substrat dan inokulum terhadap produksi Eksopolisakarida dari tetes tebu oleh Lactobacillus plantarum dan identifikasi dengan FTIR

Fahmia, Aulin Risyda (2017) Pengaruh konsentrasi substrat dan inokulum terhadap produksi Eksopolisakarida dari tetes tebu oleh Lactobacillus plantarum dan identifikasi dengan FTIR. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
12630084.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB)

Abstract

INDONESIA:

Tetes tebu mengandung kadar gula cukup tinggi sehingga potensial sebagai media fermentasi untuk memproduksi eksopolisakarida. Eksopolisakarida adalah polisakarida yang disekresikan keluar sel oleh mikroba, contohnya dextran, pulullan, alginat, xanthan dan xhefiran. Eksopolisakarida dimanfaatkan sebagai pengental alami, stabiliser dan bahan pengisi dalam industri makanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi substrat dan inokulum Lactobacillum plantarum terhadap produksi eksopolisakarida dari tetes tebu (molase).

Penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) yang terdiri dari dua faktor, yaitu konsentrasi substrat 25 %, 30 %, dan 35 % sedangkan konsentrasi inokulum 5 %, 10 %, dan 15%. Data yang diperoleh berupa kadar eksopolisakarida dan kadar gula terpakai. Setiap perlakuan dianalisis menggunakan Two Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) 5 %.

Kadar eksopolisakarida tertinggi diperoleh sebesar 2,862 mg/L pada konsentrasi substrat 35 % dan inokulum 15 %. Kadar gula terpakai eksopolisakarida tertinggi adalah 2,862 %. Hasil SPSS yang diperoleh menunjukkan interaksi hubungan antara konsentrasi substrat dan inokulum yang memberikan pengaruh terhadap produksi eksopolisakarida. Analisis dengan menggunakan FTIR menunjukkan hasil spektra eksopolisakarida dengan gugus –OH (3320 cm-1), -C-H sp3 (2924 cm1), C-O-C (1096 cm1), C=O (1631 cm1) C-H Bending (1422 cm1), C-O Alkohol ( 1141 cm1).

ENGLISH:

Molases is one of side product after first sugar. Molasses consist of high sugar that had potential thing as the fermentation media to produced exopolysaccharide. Exopolysaccharide was a polysaccharide that out of from microbe. Exopolysachharide used to nature thickener for food industry. The aim of the research is to know the effect of substrat and inoculum concentration of Lactobacillus plantarum to produce exopolisaccharide from molases.

This research was quantitative because used factorial group random setting that consist of 2 factors. These were substrats concentration 25%, 30% and 35%. Inoculum concentration were 5%, 10% and 15%. These were two data, sugar total analysis and percent of exopolysaccharide. That data had analyzed using varians analysis two way ANOVA and continued with Honest Different Test 5%.

Lowest exopolysaccharide was 1,873 mg/L at substrat concentration 25% and inoculum 15%. Highly exopolysaccharide was 2,862 mg/L at substrats concentration 35% and inoculum 15%. High sugar using exopolysaccharide was 2,862%. A value of infra red spectra of exopolysaccharide were –OH (3320 cm-1), -C-H sp3 (2924 cm-1), C-O-C (1096 cm-1), C=O (1631 cm-1), C-H Bending (1422 cm-1), C-O alkohol (1141 cm-1).

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Jannah, Akyunul and Hanapi, Ahmad
Keywords: Exopolysaccharide; Lactobacillus plantarum; molases; variation concentration; Flourier Transform InfraRed; Tetes Tebu; Lactobacillus plantarum; Konsentrasi Substrat; Konsentrasi Inokulum; dan Eksopolisakarida
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Kimia
Depositing User: Imam Rohmanu
Date Deposited: 20 Apr 2017 09:30
Last Modified: 20 Apr 2017 09:30
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/6494

Actions (login required)

View Item View Item