Wahyu, Fairuz Syah Putra (2024) Implementation of article 13 of law number 7 of 2021 concerning carbon emission tax on air pollution reduction Fiqh Bi'ah Perspective (Study at DKI Jakarta Living Environment Office). Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
![]() |
Text (Fulltext)
200203110054.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (2MB) |
Abstract
ABSTRAK:
Penelitian ini mengkaji tentang implementasi pasal 13 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 Tentang harmoninasi peraturan perpajakan pada pasal tersebut memiliki tujuan untuk mengurangi dan mencegah peningkatan polusi udara akibat emisi karbon dengan cara melaksanakan kebijakan pajak karbon, yang mencakup 2 aspek penting dalam penerapan pajak karbon yaitu dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan perekonomian bangsa dalam pembahasan ini dikaitkan dengan perspektif Fiqih Bi’ah dan juga Green Constitution.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan implementasi Pasal 13 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 terhadap pengurangan polusi udara di DKI Jakarta dan untuk menganalisis dan mendeskripsikan akibat hukum pajak emisi karbon terhadap pengurangan polusi udara perspektif fiqih bi’ah.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian Yuridis empiris, dengan menggunakan pendekatan yuridis sosiologis. Lokasi yang dipilih untuk penelitian adalah Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, data yang digunakan dari data primer dan data sekunder data primer diperoleh dari proses wawancara, data sekunder diperoleh dari buku-buku, jurnal dan peraturan perundang-undangan yang membahas tentang objek penelitian. Dengan maksud mengkaji pelaksanaan suatu produk hukum dengan apa yang terjadi dalam kenyataan di masyarakat sebagai objek pengaturannya.
Hasil penelitian ini menyatakan pelaksanaan pasal 13 undang undang nomor 7 tahun 2021 terkait pajak karbon dalam menangani pencemaran polusi udara, sesuai dengan hasil wawancara dan observasi dilapangan, pelaksanaannya masih belum maksimal dan efesien karena ada faktor faktor dari segi sumber daya manusia dan mekanismenya, tetapi jika ditinjau dari konsep green constitution maka peraturan tersebut telah termasuk sebagai konstitusi hijau dengan pelaksanaan untuk menjaga dan mencegah kerusakan lingkungan hidup. Akibat hukum pajak karbon adalah sanksi administrasi bagi para wajib pajak jika tidak membayar dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah. Menurut perspektif fiqih bi’ah akibat hukum tersebut dapat menghasilkan kemudahan dalam memelihara lingkungan hidup untuk mewujudkan kemaslahatan umat dan menolak segala jenis kemafsadatan dalam meminimalisir pencemaran udara akibat polusi emisi karbon.
ABSTRACT:
This study examines the implementation of article 13 of Law Number 7 of 2021 concerning the harmonization of tax regulations in this article has the aim of reducing and preventing an increase in air pollution due to carbon emissions by implementing a carbon tax policy, which includes 2 important aspects in implementing a carbon tax, namely that it can have a positive impact on the environment and the nation's economy in this discussion is associated with the perspective of Fiqh Bi'ah and also the Green Constitution.
This study aims to analyze and describe the implementation of Article 13 of Law Number 7 of 2021 on reducing air pollution in DKI Jakarta and to analyze and describe the legal impact of carbon emission taxes on reducing air pollution from a fiqh bi'ah perspective.
The method used in this study is empirical juridical research, using a sociological juridical approach. The location chosen for the research was the DKI Jakarta Environmental Agency, the data used were from primary data and secondary data primary data were obtained from the interview process, secondary data were obtained from books, journals and laws and regulations that discussed the object of research. With the intention of examining the implementation of a legal product with what happens in reality in society as the object of its regulation.
The results of this study state that the implementation of article 13 of Law number 7 of 2021 related to carbon tax in dealing with air pollution pollution, in accordance with the results of interviews and observations in the field, its implementation is still not optimal and efficient because there are factors in terms of human resources and mechanisms, but when viewed from the concept of a green constitution So the regulation has been included as a green constitution with implementation to maintain and prevent environmental damage. The legal consequence of carbon tax is administrative sanctions for taxpayers if they do not pay are subject to sanctions in accordance with the provisions set by the government. According to the perspective of fiqh bi'ah, the consequences of this law can produce convenience in maintaining the environment to realize the benefit of the people and reject all kinds of deafness in minimizing air pollution due to carbon emission pollution.
تجريدي:
فيروز سياه بوترا واهيو ، 200203110054 2024 ، تنفيذ المادة 13 من القانون رقم 7 لعام 2021 بشأن ضريبة انبعاثات الكربون على الحد من تلوث الهواء منظور الفقه بيه (دراسة في مكتب البيئة Dki جاكرتا) قسم القانون الدستوري. جامعة مولانا مالك إبراهيم الإسلامية الحكومية مالانج ، المشرف: أ.د. سيف الله ، س. ه. ، م. هوم
تبحث هذه الدراسة في تنفيذ المادة 13 من القانون رقم 7 لسنة 2021 بشأن مواءمة اللوائح الضريبية في هذه المادة بهدف تقليل ومنع زيادة تلوث الهواء بسبب انبعاثات الكربون من خلال تنفيذ سياسة ضريبة الكربون ، والتي تتضمن جانبين مهمين في تنفيذ ضريبة الكربون ، وهما أنه يمكن أن يكون لها تأثير إيجابي على البيئة واقتصاد الأمة في هذا النقاش يرتبط بمنظور الفقه وكذلك الدستور الأخضر.
تهدف هذه الدراسة إلى تحليل ووصف تنفيذ المادة 13 من القانون رقم 7 لعام 2021 بشأن الحد من تلوث الهواء في DKI جاكرتا وتحليل ووصف التأثير القانوني لضرائب انبعاثات الكربون على الحد من تلوث الهواء من منظور فقه بيعة.
الطريقة المستخدمة في هذه الدراسة هي البحث القانوني التجريبي ، باستخدام نهج قانوني اجتماعي. كان الموقع الذي تم اختياره للبحث هو وكالة DKI جاكرتا البيئية ، وكانت البيانات المستخدمة من البيانات الأولية والبيانات الثانوية تم الحصول على البيانات الأولية من عملية المقابلة ، وتم الحصول على البيانات الثانوية من الكتب والمجلات والقوانين واللوائح التي ناقشت موضوع البحث. بقصد فحص تنفيذ منتج قانوني مع ما يحدث في الواقع في المجتمع كموضوع لتنظيمه.
تشير نتائج هذه الدراسة إلى أن تطبيق المادة 13 من القانون رقم 7 لسنة 2021 المتعلقة بضريبة الكربون في التعامل مع تلوث الهواء، وفقا لنتائج المقابلات والملاحظات في الميدان، لا يزال تنفيذها غير مثالي وفعال لأن هناك عوامل من حيث الموارد البشرية والآليات، ولكن عند النظر إليها من مفهوم الدستور الأخضر لذلك تم تضمين اللائحة كدستور أخضر مع التنفيذ للحفاظ على الأضرار البيئية ومنعها. النتيجة القانونية لضريبة الكربون هي العقوبات الإدارية لدافعي الضرائب إذا لم يدفعوا تخضع لعقوبات وفقا للأحكام التي وضعتها الحكومة. وفقا لمنظور الفقه ، يمكن أن تؤدي عواقب هذا القانون إلى الراحة في الحفاظ على البيئة لتحقيق فائدة الناس ورفض جميع أنواع الصمم في تقليل تلوث الهواء بسبب تلوث انبعاثات الكربون.
Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
---|---|
Supervisor: | Saifullah, Saifullah |
Keywords: | Implementasi; pajak emisi karbon; dan polusi udara Implementation; carbon tax; and air pollution الكلمات المفتاحية: التنفيذ؛ ضريبة الكربون؛ وتلوث الهواء |
Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180111 Environmental and Natural Resources Law |
Departement: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Tata Negara |
Depositing User: | FAIRUZ SYAH PUTRA WAHYU |
Date Deposited: | 14 Jun 2024 09:21 |
Last Modified: | 14 Jun 2024 09:21 |
URI: | http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/64194 |
Downloads
Downloads per month over past year
Actions (login required)
![]() |
View Item |