Fimaulidina, Noor Rizqiya (2024) Rekonsepsi paradigma Gugatan Nafkah tanpa bercerai sebagai upaya penekanan angka perceraian perspektif teori kesadaran Hukum Soerjono Soekanto: Studi kasus di Pengadilan Agama Kabupaten Malang. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
|
Text
220201210045.pdf Download (5MB) | Preview |
Abstract
INDONESIA:
Perceraian adalah salah satu masalah sosial yang semakin meningkat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Malang. Faktor nafkah "ekonomi" dengan jumlah 5.917 adalah salah satu penyebab tertinggi. Tidak stabilnya ekonomi dapat mempengaruhi keuangan rumah tangga dan meningkatkan tekanan, yang dapat menyebabkan perceraian. Namun, Pasal 34 Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Pasal 49 huruf a Undang Undang No. 3 Tahun 2006 tentang Peradilan Agama mengatur gugatan nafkah. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa undang-undang tersebut tidak efektif karena stigma negatif dan kurangnya penjelasan khusus tentang regulasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk merekonseptualisasi paradigma gugatan dengan mengacu pada teori kesadaran hukum Soerjono Soekanto.
Jenis metode penelitian yuridis empiris dengan menggunakan pendekatan yuridis kualitatif, studi kasus di Pengadilan Agama Kabupaten Malang Kelas IA. Sumber data primer yaitu sumber data sekunder, sumber hukum tersier merujuk pada hasil penelitian dan ringkasan analisis pakar hukum dan akademisi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan hakim, petugas pengadilan, dan pihak-pihak yang berperkara.
Hasil dan temuan penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Kurangnya pengaturan yang komprehensif di Pengadilan Agama Kabupaten Malang mengenai regulasi gugatan nafkah 2) Rekonseptualisasi paradgima ini dapat meningkatkan kesadaran hukum tentang hak-hak istri terkait nafkah dan mendorong penyelesaian perselisihan nafkah yang damai tanpa harus bercerai Konsep tersebut dapat meningkatkan kesadaran hukum masyarakat dan mendorong penyelesaian perselisihan nafkah “ekonomi” secara damai tanpa perlu mengajukan gugatan perceraian. 3) Grand desain dalam penelitian ditemukan terdapat konsep yang dapat dijadikan solusi alternatif selain perceraian, dengan melakukan kebijakan sosialisasi secara inklusif menggunakan pendekatan edukasi, norma, mediasi dan konseling serta penekanan aspek kemanusiaan. Diaplikasikan dengan berkolaborasi antara lembaga dan Masyarakat, maka akan menghasilkan konsep “Transformasi Islah; Gugatan Nafkah Tanpa Perceraian”
مستخلص البحث
لطَّلَاقُ هُوَ إِحْدَى المَشَاكِلِ الاجْتِمَاعِيَّةِ المُتَزَايِدَةِ فِي إِنْدُونِيسِيَا، بِمَا فِي ذَلِكَ فِي كَابُوبْتِن مَالَنْج. وَيُعَدُّ عَامِلُ النَّفَقَةِ "الِاقْتِصَادِيّ" الَّذِي بَلَغَ عَدَدُهُ ٥٩١٧ وَاحِدًا مِنْ أَعْلَى الأَسْبَابِ المُؤَدِّيَةِ لِلطَّلَاقِ. عَدَمُ اسْتِقْرَارِ الِاقْتِصَادِ يُمْكِنُ أَنْ يُؤَثِّرَ عَلَى مَالِيَّةِ الأُسْرَةِ وَيَزِيدَ مِنَ الضُّغُوطِ، مِمَّا قَدْ يُؤَدِّي إِلَى الطَّلَاقِ. وَمَعَ ذَلِكَ، تَنْصُّ المَادَّةُ ٣٤ رَقْمُ ١ لِعَامِ ١٩٧٤ بِشَأْنِ الزَّوَاجِ وَالمَادَّةُ ٤٩ الحَرْفُ "أ" مِنْ قَانُونِ رَقْمِ ٣ لِعَامِ ٢٠٠٦ بِشَأْنِ المَحَاكِمِ الدِّينِيَّةِ عَلَى دَعَاوَى النَّفَقَةِ. الحَقَائِقُ عَلَى الأَرْضِ تُظْهِرُ أَنَّ هَذِهِ القَوَانِينِ غَيْرُ فَعَّالَةٍ بِسَبَبِ الوَصْمَةِ السَّلْبِيَّةِ وَنَقْصِ التَّفْسِيرِ الخَاصِّ بِهَذِهِ القَوَانِينِ. تَهْدِفُ هَذِهِ الدِّرَاسَةُ إِلَى إِعَادَةِ تَصَوُّرِ مَفْهُومِ دَعَاوَى النَّفَقَةِ بِالِاعْتِمَادِ عَلَى نَظَرِيَّةِ الوَعْيِ القَانُونِيِّ لِسُورْجُونُو سُوكَانْتُو.
نَوْعُ مَنْهَجِيَّةِ البَحْثِ هُوَ المَنْهَجُ القَانُونِيُّ الإِمْبِرِيقِيُّ بِاسْتِخْدَامِ نَهْجِ القَانُونِ النَّوْعِيِّ، دِرَاسَةُ حَالَةٍ فِي مَحْكَمَةِ كَابُوبْتِن مَالَنْج الدِّينِيَّةِ مِنَ الفِئَةِ الأُولَى. المَصَادِرُ الأَوَّلِيَّةُ لِلْبَيَانَاتِ هِيَ المَصَادِرُ الثَّانَوِيَّةُ، المَصَادِرُ القَانُونِيَّةُ الثَّالِثَةُ تَشِيرُ إِلَى نَتَائِجِ الأَبْحَاثِ وَمُلَخَّصَاتِ تَحْلِيلِ الخُبَرَاءِ القَانُونِيِّينَ وَالأَكَادِيمِيِّينَ. تَمَّ جَمْعُ البَيَانَاتِ مِنْ خِلَالِ مُقَابَلَاتٍ مُتَعَمِّقَةٍ مَعَ القُضَاةِ وَمُوَظَّفِي المَحْكَمَةِ وَالأَطْرَافِ المَعْنِيَّةِ.
أَظْهَرَتْ نَتَائِجُ البَحْثِ وَاكْتِشَافَاتُهُ أَنَّ: ١) مَفْهُومُ هَذَا النَّمُوذَجِ لَهُ عُيُوبٌ، مِثْلَ نَقْصِ التَّنْظِيمِ الشَّامِلِ فِي مَحْكَمَةِ كَابُوبْتِن مَالَنْج الدِّينِيَّةِ. ٢) يُمْكِنُ أَنْ تُعَزِّزَ إِعَادَةُ تَصَوُّرِ هَذَا النَّمُوذَجِ الوَعْيَ القَانُونِيَّ بِحُقُوقِ الزَّوْجَةِ المُتَعَلِّقَةِ بِالنَّفَقَةِ وَتَشْجِيعِ حَلِّ النِّزَاعَاتِ الِاقْتِصَادِيَّةِ بِسَلَامٍ دُونَ الحَاجَةِ إِلَى الطَّلَاقِ. هَذَا المَفْهُومُ يُمْكِنُ أَنْ يَزِيدَ الوَعْيَ القَانُونِيَّ لَدَى المُجْتَمَعِ وَيُشَجِّعَ عَلَى حَلِّ النِّزَاعَاتِ الِاقْتِصَادِيَّةِ بِسَلَامٍ دُونَ الحَاجَةِ لِتَقْدِيمِ دَعَاوَى الطَّلَاقِ. ٣) تَوَصَّلَ التَّصْمِيمُ العَامُّ فِي البَحْثِ إِلَى وُجُودِ مَفْهُومٍ يُمْكِنُ أَنْ يَكُونَ حَلًّا بَدِيلًا غَيْرَ الطَّلَاقِ، مِنْ خِلَالِ تَنْفِيذِ سِيَاسَاتِ التَّوْعِيَةِ بِشَكْلٍ شَامِلٍ بِاسْتِخْدَامِ نَهْجِ التَّعْلِيمِ، القَوَاعِدِ، الوِسَاطَةِ وَالإِرْشَادِ، التَّأْكِيدِ عَلَى الجَانِبِ الإِنْسَانِيِّ، وَاسْتِخْدَامِ مَبْدَإِ "قُوَّةِ السَّابِقَةِ المُلْزِمَةِ". عِنْدَ تَطْبِيقِهِ بِالتَّعَاوُنِ بَيْنَ المُؤَسَّسَاتِ وَالمُجْتَمَعِ، فَإِنَّهُ سَيُؤَدِّي إِلَى مَفْهُومِ "التَّنَاغُمِ الأُسَرِيِّ بِدُونِ طَلَاقٍ؛ تَصْمِيمٍ بَدِيلٍ فِي إِعَادَةِ تَصَوُّرِ دَعَاوَى النَّفَقَة
ABSTRACT
Divorce is a social problem that is increasing in Indonesia, including in
Malang Regency. The "economic" living factor with the number 5,917 is one of the
highest causes. Economic instability can affect household finances and increase
stress, which can lead to divorce. However, Article 34 Number 1 of 1974
concerning Marriage and Article 49 Letter A of Law No. 3 of 2006 concerning
Religious Courts regulates maintenance claims. Facts on the ground show that the
law is ineffective due to the negative stigma and lack of specific explanations about
the regulation. This research aims to reconceptualize the lawsuit paradigm by
referring to Soerjono Soekanto's theory of legal awareness.
Type of empirical juridical research method using a qualitative juridical
approach, case study at the Malang Regency Class IA Religious Court. Primary
data sources are secondary data sources, tertiary legal sources refer to research
results and summaries of analysis by legal experts and academics. Data collection
techniques were carried out through in-depth interviews with judges, court officials,
and litigants.
The results and findings of this research show that 1) This conceptual
paradigm has weaknesses, such as the lack of comprehensive arrangements in the
Malang Regency Religious Court. 2) Reconceptualization of this paradigm can
increase legal awareness regarding wives' rights regarding alimony and encourage
peaceful resolution of alimony disputes without having to Divorce This concept can
increase public legal awareness and encourage the peaceful resolution of
"economic" livelihood disputes without the need to file a divorce lawsuit. 3) The
grand design in the research found that there is a concept that can be used as an
alternative solution other than divorce, by implementing an inclusive socialization
policy using education, norms, mediation, and counseling approaches, emphasizing
human aspects, as well as using the principle of "The Blinding Force of Precendt".
Applied in collaboration between institutions and society, it will produce the
concept of " Supporting Lawsuit Without Divorce "
Item Type: | Thesis (Masters) |
---|---|
Supervisor: | Zuhriah, Erfaniah and Lutfi, Mustafa |
Keywords: | Pandangan Hakim; Gugatan Nafkah; Kesadaran Hukum الكلمات المفتاحية: رأي القاضي، دعوى المساندة، الوعي القانوني Keywords: Judge's View, Subsistence Lawsuit, Legal Awareness |
Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180113 Family Law 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180119 Law and Society 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180120 Legal Institutions (incl. Courts and Justice Systems) |
Departement: | Sekolah Pascasarjana > Program Studi Magister al-Ahwal al-Syakhshiyyah |
Depositing User: | Noor Rizqiya Fimaulidina |
Date Deposited: | 10 Jun 2024 13:49 |
Last Modified: | 10 Jun 2024 13:49 |
URI: | http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/63742 |
Downloads
Downloads per month over past year
Actions (login required)
![]() |
View Item |