Responsive Banner

Peran ajaran Thoriqoh Qodiriyah Wan Naqsyabandiyah sebagai metode penyembuhan dan pembinaan pecandu Narkoba: Studi kasus Pondok Pesantren Suryalaya Inabah XIX Jl. Raya Semampir 47 Surabaya

Muzayyinah, Siti (2001) Peran ajaran Thoriqoh Qodiriyah Wan Naqsyabandiyah sebagai metode penyembuhan dan pembinaan pecandu Narkoba: Studi kasus Pondok Pesantren Suryalaya Inabah XIX Jl. Raya Semampir 47 Surabaya. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
97110438.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (19MB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK

Tumpuhan dan harapan bangsa sepenuhnya terletak pada generasi muda. Untuk itu generasi muda dituntut bermental sehat, baik jasmani maupun rohaninya Agar dapat meneruskan cita-cita bangsa. Sehubungan dengan hal tersebut masih ada sebagian di antara mereka yang masih mempunyai masalah. Diantaranya penyalahgunaan narkotika atau zat-zata adiktif yang memiliki akibat bahaya bagi pemakainya. Kondisi ini dinilai sangat merugikan generasi muda, masyarakat, dan negara. Oleh sebab itu perlu adanya penyembuhan dan pembinaan bagi yang sudah kecanduan narkoba.

Berangkat dari peta masalah semacam itu, peneliti memaparkan proses penyembuhan dan pembinaan bagi pecandu narkoba melalui ajaran Thoriqoh. Dalam hal ini lokasi yang dijadikan sebagai subyek penelitian di dalam penulisan skripsi ini adalah Pondok Pesantren Suryalaya Inabah XIX di Surabaya yaitu Pondok khusus menyembuhkan dan membina pecandu narkoba dengan metode ajaran Thoriqoh Qodiriyah Wan Naqsyabandiyah. Dalam penelitian ini ada beberapa permasalahan yang dijadikan titik tekan sebagai pembahasan, di antaranya: 1. Apa yang dimaksud Thoriqoh Qodiriyah Wan Naqsyabandiayah 2. Bagaimana proses penyembuhan dan pembinaan pecandu narkoba di Pondok Pesantren Suryalaya Inabah XIX Surabaya 3. Bagaimana peran ajaran Thoriqoh Qodiriyah Wan Naqsyabandiyah dalam penyembuhan dan pembinaan pecandu narkoba di Pondok Pesantren Suryalaya Inabah XIX Surabaya.

Penelitian ini bersifat kualitatif, dan untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang peran ajaran Thoriqoh Qodiriyah Wan Naqsyabandiyah dalam upaya penyembuhan dan pembinaan pecandu narkoba, peneliti menggunakan metode analisis deskriftif kualitatif. Sebagai upaya peneliti dalam mencari dan pengumpulan data, metode yang digunakan adalah observasi, interview/wawancara dan dokumentasi.

Berdasarkan data-data yang diperoleh dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Ihoriqoh Qodiriyah Wan Naqsyabandiyah adalah Thoriqoh gabungan dari Thoriqoh Qodiriyah yang mengamalkan dzikir jahar (nyaring) dan Thoriqoh Naqsyabandiyah yang mengamalkan dzikir khofi (diam). Menurut ajaran ini metode yang digunakan dalam proses penyembuhan dan pembinaan pecandu narkoba adalah: 1. Talqin (bimbingan menuju thoriqoh). Dalam pelaksanaan talqin, efek yang yang ditimbulkan adalah adanya kesadaran akan segala tindakan masa lalu yang keluar dari jalur Islam. 2. Mandi taubat yang dilaksanakan pada waktu tengah malam, berpengaruh langsung pada kesegaran jasmani. Dalam kondisi ini kulit dan daging sedang mengendor dan syaraf-syaraf sedang tegang. Setelah diguyur dengan air dingin kulit dan daging akan kembali mengkerut serta syaraf-syaraf kembali ke kondisi semula. 3. Dzikir yang dilaksanakan bermanfaat untuk mengeluarkan zat asam arang dan pemasukan oksigen yang menyebabkan penetrasi konsentrasi zat narkotik sebesar 60% yang membeku di dalam syaraf otak. 4. Sholat, merupakan proses penyerahan diri kepada Allah secara totalitas (khusuk) sehingga berpengaruh pada pikiran dan hati sehingga terjaga dari perbuatan yang melanggar norma agama, masyarakat dan negara.

Proses penyembuhan dan pembinaan pecandu narkoba melalui pendekatan Illahiyah seperti dijelaskan di atas, manfaatnya bagi pccandu narkoba adalah dapat ditinjau dari berbagai segi, antara lain:
1. Aspek psikologi. Munculnya gairah hidup yang baru dalam menjalani hidup secara lebih baik dan menatap masa depan dengan lebih cerah.
2. Aspek sosial. Perubahan sikap, tindakan, dan perbuatan baik kepada orang lain maupun kepada dirinya sendiri, senantiasa terhindar dari perbuatan salah.
3. Aspek kesehatan. Dari semua proses penyembuhan dan pembinaan pecandu narkoba berpengaruh langsung bagi kesehatan, yang jelas lebih baik dari sebelumnya.
4. Aspek kultural. Semua ajaran yang telah dilaksanakan oleh Inabah dan dengan diiringi kesadaran dan kedisiplinan yang tinggi selama di pondok, senantiasa akan tercipta suatu kebiasaan (budaya) yang dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.
5. Aspek ekonimi. Dilihat dari segi ekonomi proses penyembuhan dan pembinaan pecandu narkoba dengan metode Thoriqoh Qodiriyah Wan Naqsyabandiyah akan jauh lebih ekonomis bila dibandingkan pemakaian metode lain (terapi medis).

Dari penelitian ini disimpulkan bahwa, Thoriqoh Qodiriyah wan Naqsyabandiyah sebagai metode penyembuhan dan pembinaan pecandu narkoba di Pondok Pesantren Suryalaya Inabah XIX Surabaya dapat dikatan berhasil. Karena dari hasil data keseluruhan Inabah yang suadah sembuh dan kembli ke tengah keluarga dan masyarakat senantiasa dapat menjaga diri dan tetap mengamalakan ajaran Thoriqoh Qodiriyah Wan Naqsyabandiyah.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Arifin, Zainul
Keywords: thoriqoh qodiriyah wan nasqsyabandiyah; metode penyembuhan dan pembinaan; pecandu narkoba
Departement: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Jurusan Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Nada Auliya Sarasawitri
Date Deposited: 22 Mar 2024 14:21
Last Modified: 22 Mar 2024 14:21
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/62610

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item