Responsive Banner

Studi tentang pembinaan lingkungan belajar di SLTP Dharma Wanita Persatuan 04 Ngantang

Musthofa, M. (2001) Studi tentang pembinaan lingkungan belajar di SLTP Dharma Wanita Persatuan 04 Ngantang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
97110038.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (17MB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK

Sekolah merupakan lembaga kedua yang bertanggung jawab terhadap proses pengembangan potensi dasar anak sesudah keluarga. Bimbingan dan bantuan terhadap siswa dalam mengembangkan dirinya, memerlukan suatu lingkungan yang memungkinkan siswa dapat meningkatkan kreatifitas belajar, yang disebut lingkungan belajar. Suatu kondisi yang dinamis merupakan salah satu ciri lingkungan belajar yang baik, sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan seoptimal mungkin

Suasana lingkungan yang berada di sekitar (Sekolah) sangat mempengaruhi proses belajar yang sedang berlangsung. Suasana tenang, sejuk, menyegarkan, tidak cepat membuat siswa jenuh atau bosan untuk berada di Sekolah Suasana yang demikian ini harus diciptakan, karena dengan suasana tersebut dapat mendorong siswa belajar di Sekolah dengan baik. Kendatipun demikian memang tidak mudah menciptakan lingkungan belajar yang baik tersebut, mengiat masih banyak kendala- kendala yang dapat menggangu terciptanya kondisi belajar siswa yang optimal Seperti faktor non sosial yang menjadi penghambat. Seperti; tempat (letak/lokasi/posisi) bangunan Sekolah atau bangunan Sekolah yang kurang strategis, kurang tersedianya alat-alat bantu, sarana dan prasarana belajar yang lengkap (meskipun keperluan pokok sarana dan prasarana telah tersedia), kepadatan penduduk (masyarakat) di sekitar Sekolah yang kurang menguntungkan, sempitnya halaman Sekolah dan sebagainya. Sempitnya halaman Sekolah menyebabkan suasana di sekitar Sekolah menjadi semakin padat (terutama pada jam-jam istirahat).

Dari hasil penelitian yang telah penulis lakukan dapat dikatakan bahwa masalah lingkungan belajar di Sekolah tidak dapat dilepaskan begitu saja dari keterkaitannya dengan faktor-faktor pendidikan yang lain. Penelitian tersebut berdasarkan pada masalah-masalah : 1. Bagaimana keadaan lingkungan belajar siswa di SLTP Dharma Wanita Persatuan 04 Ngantang, 2. Faktor apa saja yang menjadi penghambat dan pendukung proses pembinaan lingkungan belajar di SLTP Dharma Wanita Persatuan 04 Ngantang, serta 3. Bagaimana usaha yang dilakukan kepala Sekolah dan guru dalam pembinaan lingkungan belajar yang baik.

Tujuan penelitian ini didasarkan pada tujuan untuk mengetahui atau menemukan jawaban ketiga masalah tersebut di atas, yaitu : 1. Keadaan lingkungan belajar siswa di SLTP Dharma Wanita Persatuan 04 Ngantang, 2. Faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pembinaan lingkungan belajar siswa di SLTP Dharma Wanita Persatuan 04 Ngantang, dan 3. Usaha-usaha yang dilakukan kepala Sekolah dan guru dalam pembinaan lingkungan belajar.

Temuan hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan belajar di SLTP Dharma Wanita Persatuan 04 Ngantang secara intem sudah baik, dengan skala perhitungan sebagai berikut: Dari penyebaran angket, menunjukkan bahwa ada 87,5 % responden menyatakan pandangannya bahwa membina lingkungan belajar di Sekolah merupakan kewajiban. Sedangkan 12, 5 % responden memberikan jawaban kadang-kadang. Hal ini berarti bahwa berangkat dari kesadaran akan kewajiban ini akan mempermudah setiap usaha dalam membina lingkungan belajar di Sekolah, baik dengan adanya faktor yang dapat mendukung atau menghambatnya; seperti telah tersedianya sarana dan prasarana Sekolah, kebersihan lingkungan kelas dan Sekolah, suasana yang tertib dan teratur. Akan tetapi lingkungan di luar Sekolah / lingkungan ekstern (masyarakat) masih kurang baik, misalnya; suara bising kendaraan, hiruk- pikuk suasana Pasar, itu merupakan kendala yang masih belum sepenuhnya mendukung terciptanya suasana belajar siswa di Sekolah.

Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan, diajukan beberapa saran- saran yang patut diperhatikan, yaitu; 1) Sebaiknya komponen Sekolah, utamanya kepala Sekolah dan staf guru SLTP Dharma Wanita Persatuan 04 Ngantang diharapkan mampu mempertahankan keadaan belajar yang sudah berjalan baik ini, dan secepatnya memperbaiki yang masih belum baik. 2) Para guru, sebaiknya berusaha untuk mampu mengadakan pendekatan pada masyarakat dan dapat memberikan kesadaran pada masyarakat tentang arti penting lingkungan disekitar Sekolah yang dapat mendukung berlangsungnya proses belajar mengajar di Sekolah 3) Para guru dan segenap personal di Sekolah diharapkan selalu menjalin kerja sama yang baik di dalam melakukan pembinaan lingkungan belajar siswa di Sekolah. Terutama dalam melakukan pengelolaan Sekolah, pengelolaan kelas, dan pengelolaan siswa. 4) Mengingat letak SLTP Dharma Wanita Persatuan 04 Ngantang berada di tengah pusat keramaian (di Pasar Ngantang) yang memungkinkan sering timbulnya gangguan yang tidak diinginkan, maka sebagai kepala Sekolah harus dapat mengambil kebijaksanaan dalam menangani persoalan tersebut. Usaha mengantisipasi keadaan seperti ini, dapat dilakukan dengan bermusyawarah dan memberikan kesadaran kepada Masyarakat akan pentingnya suasana lingkungan belajar yang tenang. 5) Dalam hal ini, mengingat betapa pentingnya pelaksanaan tata tertib di Sekolah. Maka disarankan agar kepala Sekolah sudah seharusnya segera membenahi dan menasehati akan betapa pentingnya manaati dan melaksanakan tata tertib di Sekolah, agar dalam proses belajar mengajar di Sekolah dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Arifin, Zainul
Keywords: pembinaan lingkungan belajar
Departement: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Jurusan Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Nada Auliya Sarasawitri
Date Deposited: 19 Feb 2024 11:11
Last Modified: 19 Feb 2024 11:11
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/61895

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item