Apology strategy used by prime minister Julia Gillard on national apology “forced adoption” speech

Dzihni, M. Yunal Sholahudz (2015) Apology strategy used by prime minister Julia Gillard on national apology “forced adoption” speech. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
11320025.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Mempertahankan hubungan tidak semudah seperti yang dilihat. Ini adalah suatu hal yang kompleks dalam menjaga hubungan yang kadang-kadang rusak oleh aksi buruk atau ucapan-ucapan yang baik sengaja ataupun tidak sengaja dilakukan. Ketika seseorang telah menciptakan hubungan yang rusak, maka sesorang akan menawarkan permintaan maaf melalui caranya sendiri dimana biasa disebut sebagai strategi permintaan maaf. Jelas, untuk menentukan jenis strategi permintaan maaf yang diterapkan di berbagai daerah perlu upaya yang kompleks karena ada beberapa argumen yang diajukan oleh beberapa ahli tentang hal itu. Oleh karena itu, penelitian mencoba untuk menemukan cara bagaimana strategi permintaan maaf itu digunakan dalam pidato sebagai objek yang dipilih.

Peneliti mencoba untuk mengetahui praktek-praktek strategi maaf melalui pidato Julia Gillard pada forum National Apology atas "Adopsi Paksa" yang disampaikan pada Maret 2013. Di antara teori-teori strategi maaf yang ada di daerah ini, peneliti melakukan penelitian ini dengan menggunakan “Trosborg” yang membahas tentang teori strategi permintaan maaf karena teori ini lebih menyeluruh dan jelas dalam mendefinisikan serta karakteristik ucapan-ucapan. Selanjutnya, untuk mendapatkan tujuan melakukan studi ini, peneliti merumuskan dua pertanyaan: (1) jenis strategi permintaan maaf apa yang digunakan oleh Julia Gillard di dalam Pidato “National Apology”? dan (2) Bagaimana strategi permintaan maaf digunakan oleh Julia Gillard di dalam Pidato “National Apology”? Selain itu, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif karena data dalam bentuk ucapan Julia didapat dari pidatonya.

Selain itu, hasil analisis strategi pemintaan maaf dalam pidato Julia menunjukkan bahwa ia telah berlatih strategi permintaan maaf dalam memberikan sambutannya. Julia kemudian diidentifikasi menggunakan Penolakan, Pengakuan tanggung jawab, janji dan kesabaran, mengungkapkan kepedulian pendengar, meminimalkan, serta menawarkan perbaikan sebagai jenis strategi permintaan maaf yang digunakan dalam pidatonya. Bahkan, berdasarkan teori “Trosborg” ini, peneliti juga dapat mengetahui strategi permintaan maaf mana yang dominan yang telah digunakan oleh Julia adalah bahwa “ekspresi permintaan maaf”.

Oleh karena itu, dari analisis yang dilakukan dalam pidato Julia, peneliti telah memberikan data empiris bahwa strategi permintaan maaf dapat diterapkan dalam berbagai bidang, terutama pidato. Dengan demikian, untuk memahami lebih lanjut tentang strategi maaf, peneliti menyarankan peneliti lebih lanjut untuk menggunakan object lain seperti surat kabar atau orang lain dengan memberikan teori kolaborasi strategi permintaan maaf.

ENGLISH:

Maintaining the relationship is not as easy as it is seen. It is such a complex thing in maintaining the relation which is sometimes broken by the bad action or utterances that either intentionally or intentionally done. When a person has created the broken relation, that person may offer the apology through his own way in which there is apology strategy practices. Obviously, to define the type of apology strategy which is applied in various areas it needs a complex effort since there are several arguments proposed by some experts about it. Therefore, this research attempts to discover the way on how apology strategy is used in speech as a chosen object.

The researcher here tries to find out the practices of apology strategy through Julia Gillard’s speech on National Apology of “Forced Adoption” which was delivered in March 2013. Among the apology strategy theories that exist in this area, the researcher conducts this study by employing Trosborg’s theory of apology strategy since that theory is more thorough and clear in defining as well as characterizing the utterances. Furthermore, to get the aim of conducting this study, the researcher formulates two questions: (1) What kinds of apology strategies which are used by Julia Gillard on National Apology speech?and (2) How apology strategies are used by Julia Gillard on National Apology speech? In addition, this study uses descriptive qualitative method since the data are in the form of Julia’s utterances gotten from her speech.

Moreover, the result of apology strategy analysis in Julia’s speech shows that she has practiced the apology strategy in delivering her speech. Julia is then identified using Rejection, Acknowledgement of responsibility, promise and forbearance, expressing concern for the hearer, minimizing, as well as offer of repair as the type of apology strategy which are employed. Even, based on Trosborg’s theory, the researcher can also know the dominant apology strategy that had been employed by Julia is that the expression of apology.

Hence, from the analysis done in Julia’s speech, the researcher has provided empirical data that apology strategy may be applied in various areas, especially the speech. Thus, for further understanding on the apology strategy, the researcher suggests the further researcherto use another object such as newspaper or othersby providing collaboration theories of apology strategy.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Budianto, Langgeng
Keywords: Apology Strategy; Speech Act; Julia Gillard
Departement: Fakultas Humaniora > Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris
Depositing User: Imam Rohmanu
Date Deposited: 03 Apr 2017 11:43
Last Modified: 03 Apr 2017 11:43
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/6169

Actions (login required)

View Item View Item