Responsive Banner

Makna pernikahan bagi perempuan, kaitannya dengan dominansi kasus gugat cerai di Pengadilan Agama Kabupaten Malang: Studi perkara gugat cerai tahun 2002

Nurhayati, Luluk Dian (2004) Makna pernikahan bagi perempuan, kaitannya dengan dominansi kasus gugat cerai di Pengadilan Agama Kabupaten Malang: Studi perkara gugat cerai tahun 2002. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
99210860.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK

Fenomena banyaknya perceraian yang dialami pasangan suami isteri begitu menggejala akhir-akhir ini. Terutama yang terjadi di Kabupaten Malang. Banyaknya kasus perceraian yang semakin meningkat di kantor Pengadilan Agama Kabupaten Malang merupakan bukti dari banyaknya pernikahan yang gagal. Dari sekian kasus perceraian tersebut, kasus gugat cerai sangat mendominasi dibandingkan dengan kasus cerai thalak.

Pernikahan sendiri merupakan suatu ikatan yang sakral. Setiap orang harus benar-benar memiliki kesiapan yang matang baik secara fisik material lebih-lebih kesiapan mental spiritual. Lembaga perceraian, dalam Islam memang dibenarkan sebagai satu alternatif terakhir bagi pasangan suami isteri yang tidak dapat lagi mempertahankan rumah tangganya.

Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali informasi faktual mengenai makna pernikahan bagi perempuan yang pernah bercerai di Pengadilan Agama Kabupaten Malang serta mengetahui motivasi terbesar mereka ketika memutuskan untuk menikah. Juga untuk menggali informasi terhadap kebenaran faktual mengenai salah satu faktor yang menjadi pemicu terbesar dari banyaknya kasus gugat cerai yang diajukan.

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif-kualitatif yaitu mencoba memaparkan kondisi banyaknya kasus gugat cerai yang terjadi di Kabupaten Malang berdasarkan data yang diperoleh dengan sebenarnya. Kemudian data yang diperoleb tersebut oleh peneliti dianalisis secara mendalam sampai akhirnya diperoleh suatu kesimpulan yang benar dan valid.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gugat cerai yang dilakukan para isteri di Kabupaten Malang merupakan ekses dari adanya perselingkuhan oleh para suami, ekonomi yang pas-pasan, budaya kawin paksa, pendidikan pasangan suami isteri yang relatif rendah. Cita-cita untuk membentuk rumah tangga yang bahagia kandas, bahkan ada pula yang karena mengalami kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh suami mereka.

Berbagai alasan perceraian tersebut sangat mempengaruhi setiap perempuan di Kabupaten Malang ini dalam memberikan makna pernikahan bagi mereka secara pribadi. Ada dua versi makna yang dapat diperoleh yaitu dalam pernikahan yang terpenting adalah rumah tangga sebagai tempat untuk berbagi suka duka antara suami isteri untuk meraih tujuan bersama membentuk keluarga bahagia yang dilandasi dengan cinta dan pegangan ekonomi juga tidak kalah pentingnya Konsep saling menerima pasangan apa adanya dan segalanya dipasrahkan kepada Allah SWT sangat penting. Mereka telah memahami bahwa pernikahan juga sarana untuk beribadah bagi suami isteri sebagai suatu yang bersih dan agung. Bagi mereka yang apriori, mengatakan bahwa pernikahan hanya sebagai sebuah belenggu yang semakin memberikan kesengsaraan dan penderitaan akibat pengalaman rumah tangganya yang tidak pernah merasakan kebahagiaan seperti angan-angannya semula, hal ini lepas dari kebahagiaan sesaat yang pernah mereka rasakan bersama suami mereka.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Sj, Fadil
Keywords: dominansi gugat cerai; makna pernikahan bagi perempuan
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Nada Auliya Sarasawitri
Date Deposited: 30 Jan 2024 09:18
Last Modified: 30 Jan 2024 09:18
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/61324

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item