Hubungan dukungan sosial suami dengan kecenderungan baby blues syndrome pada ibu pasca melahirkan: Studi kasus di Rumah Sakit Umum Daerah dan Bidan Pelayanan Swasta Nurlaila di Sigli

Hasanah, Nanda Uswatul (2014) Hubungan dukungan sosial suami dengan kecenderungan baby blues syndrome pada ibu pasca melahirkan: Studi kasus di Rumah Sakit Umum Daerah dan Bidan Pelayanan Swasta Nurlaila di Sigli. Undergraduate thesis, Universitas Islan Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Introduction)
09410060 Pendahuluan.pdf

Download (843kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
09410060 Indonesia.pdf

Download (136kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: English)
09410060 Inggris.pdf

Download (205kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Arabic)
09410060 Arab.pdf

Download (413kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
09410060 Bab 1.pdf

Download (339kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
09410060 Bab 2.pdf

Download (678kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
09410060 Bab 3.pdf

Download (436kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
09410060 Bab 4.pdf

Download (685kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 5)
09410060 Bab 5.pdf

Download (278kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
09410060 Daftar Pustaka.pdf

Download (96kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Appendices)
09410060 Lampiran.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Baby blues syndrome adalah bentuk gangguan emosional yang beresiko terjadinya depresi postpartum dengan berbagai dampak yang menyertainya. Bagi para ibu, kelahiran seorang anak sebetulnya tidak sesederhana seperti yang terlihat. Sebaliknya, kelahiran seorang anak biasanya membanjiri ibu dengan sejumlah peristiwa baru, terutama terkait dengan perubahan peran dan gaya hidup dalam kehidupan pasangan suami istri, serta perubahan identitas sebagai ayah dan ibu. Bagi seorang perempuan, pengalaman menjadi seorang ibu merupakan hal yang seringkali dinantikan. Namun ternyata perubahan peran tersebut tidak selalu menimbulkan perasaan- perasaan yang menyenangkan sehingga sangat dibutuhkan dukungan sosial Suami.

Penelitian ini menggunakan kuantitatif, dengan menggunakan sampel purposive sampel, dilaksanakan pada 44 ibu postpartum yang melahirkan di Rumah Sakit Umum Sigli dan BPS Nurlaila. Metode pengambilan data yang digunakan angket, dan wawancara. Analisis hasil menggunakan Koefisien Korelasi Spearman Rank dengan bantuan SPSS 19.0 for windows.

Dari 29 orang yang mendapat dukungan rendah, sebanyak 18 orang (62,1%) yang akan mengalami postpartum blues. Sedangkan pada kelompok orang yang mendapatkan dukungan tingkat sedang dari suami yaitu 15 orang, sebanyak 6 orang (40,0%) akan mengalami postpartum blues. Dengan menggunakan uji korelasi Spearman didapatkan nilai rshitung sebesar 0,436 dengan nilai Signifikansi = 0,003. rstabel dengan derajat bebas (n-2 = 42) untuk α = 0,05 didapatkan nilai 0,305 sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat dukungan suami dengan tingkat terjadinya baby blues. Maka diperlukan dukungan suami yang lebih kepada istri melahirkan untuk mencegah gejala Postpartum Blues.

ENGLISH:

Baby Blues Syndrome is an emotional disorder with the risk of postpartum depression and some accompanying impacts. Birthing is not simple process for mothers. The delivery of baby can inundate mothers with new events because mothers will change their role and life style in their husband-wife relationship, and they also find their identity changing into caretaker of baby. The experience of being mother is highly expected. The role change, however, is not always pleasant and therefore, husband’s social support is needed.

Research is quantitative using purposive sample. The sample includes 44 postpartum mothers who deliver at Public Hospital of Sigli and BPS Nurlaila. Data collection methods are questionnaire and interview. The analysis of result uses Spearman Rank Correlation Coefficient supported by SPSS 19.0 for Windows.

Of 29 mothers with low support, 18 mothers (62.1 %) experience postpartum blues. Those with moderate support from their husband are counted to 15 mothers with 6 mothers (40.0 %) experiencing postpartum blues. Result of Spearman Correlation Test has shown that rscount is 0.436 with significance rate = 0.003, while rstable with freedom level (n-2 = 42) for α =0.05 is 0.305. It is concluded that there is significant relationship between husband’s social support and the occurrence of baby blues. Greater husband support to the delivering mothers, thereby, is important to prevent the Postpartum Blues Syndrome from occurring.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Solichatun, Yulia
Keywords: Dukungan Sosial Suami dan Baby Blues Syndrome; Husband’s Social Support and Baby Blues Syndrome
Subjects: 17 PSYCHOLOGY AND COGNITIVE SCIENCES > 1701 Psychology > 170106 Health, Clinical and Counselling Psychology
Departement: Fakultas Psikologi
Depositing User: Annas Al-haq
Date Deposited: 30 Jul 2015 03:35
Last Modified: 30 Jul 2015 03:35
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/613

Actions (login required)

View Item View Item