Perbedaan tingkat agresifitas masyarakat pesisir nelayan dan pedalaman Madura

Hasanah, Uswatun (2017) Perbedaan tingkat agresifitas masyarakat pesisir nelayan dan pedalaman Madura. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
12410146.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Letak geografis di mana seseorang akan tingga, merupakan salah satu hal yang mempengaruhi tingkat agaresifitas seseorang. Letak gegrafis yang cenderung lebih panas dan kering menyebabkan agresifitas penduduknya cenderung tinggi. Seperti bagaimana stereotip sikap kasar dan kejam terus dilekatkan pada masyarakat pulau Madura.

Peneliti melakukan penelitian ini dengan tujuan untuk : (1) Mengetahui tingkat agresifitas masyarakat pesisir. (2) Mengetahui tingkat agresifitas masyarakat pedalaman. (3) Mengetahui perbedaan tingkat agresifitas pesisir dan pedalaman.

Penelitian ini dilakukan di dusun Cangak dan Panasan. Responden penelitian ini adalah penduduk dari kedua dusun tersebut baik laki-laki maupun perempuan. responden di dusun Cangak sebanyak 95 orang, sedang responden dari Panasan berjumlah 89 orang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunkanan skala (angket), wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik uji independent sempel t.

Hasil penelitian ini yaitu : 1) Tingkat agresifitas masyarakat pesisir rata-rata berada di tingkat sedang. 20% di tingkat tinggi, 63% sedang, dan 17% rendah. 2) Tingkat agresifitas masyarakat pedalaman cenderung berada di tingkat sedang. 22% tinggi, 66% sedang, 12% rendah. 3) Terdapat perbedaan tingkat agresifitas antara masyarakat pesisir dan masyarakat pedalaman Madura.

ENGLISH:

Geographical location, in which a person will live, is one of the things that affect a person's level of aggressiveness. Geographic layout which tends to be hotter and drier causing aggression inhabitants higher. Like how rough attitude and cruel stereotypes continue to be cemented on Madura Island community. Researchers conducting the study for the purpose of: (1) find out the level of aggression coastal communities. (2) Know the level of aggression Community inland. (3) Knowing the difference of coastal and inland aggression levels.

This research was conducted in Cangak and Panasan village. Respondents of this study are both men and women. Respondents in the village of Cangak as many as 95 people, while the total respondents from Panasan are 89 people. This research type is quantitative data collection techniques with descriptive using scale (survey), interview, observation, and documentation. Technique of data analysis in this study uses the independt sempel t.

The results of this study are: 1) the average level of coastal communities aggression is 20% at a high level, 63% medium level, and 17% of lower rank. Aggression Level 2) inland communities' level is 22% at a high level, 66% are in medium level, 12% of lower rank. 3) There is a difference between the aggression level between coastal communities and inland communities of Madura.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Yahya, Yahya
Keywords: Geografis; Pedalaman; Pesisir; Agresifitas; Geographic; Coast; Coastal; Aggression
Departement: Fakultas Psikologi
Depositing User: Imam Rohmanu
Date Deposited: 24 Mar 2017 04:26
Last Modified: 24 Mar 2017 04:26
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/6019

Actions (login required)

View Item View Item