Pengaruh pola asuh orang tua terhadap kenakalan remaja siswa kelas X Dan XI SMKN 2 Malang

Muqorrobin, Ahmad Latief Zulfikar (2017) Pengaruh pola asuh orang tua terhadap kenakalan remaja siswa kelas X Dan XI SMKN 2 Malang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
10410058.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Proses tumbuh-kembang seseorang pada masa remaja merupakan masa yang paling penting dalam semua fase proses pertumbuhan dan perkembangan manusia. Selain itu, salah satu alasan mengapa masa remaja menjadi masa yang penting dan menjadi salah satu pusat perhatian para pakar psikologi perkembangan, sosial maupun pendidikan adalah karena adanya masa transisi. Dimana masa transisi ini adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa remaja dan masa transisi inilah yang menjadikan emosional remaja kurang stabil (storm and stress). Pada masa transisi ini memungkinkan timbulnya masa krisis yang biasanya ditandai munculnya perilaku-perilaku menyimpang atau biasa disebut dengan istilah kenakalan remaja atau Juvenile Delinquency.

Tujuan penelitian adalah sebagai berikut: 1) Untuk mengetahui kecenderungan pola asuh yang digunakan orang tua pada siswa Kelas X dan XI SMKN 2 Malang. 2)Untuk mengetahui bagaimana tingkat kenakalan remaja pada siswa Kelas X dan XI SMKN 2 Malang. 3)Untuk mengetahui bagaimana pengaruh pola asuh orang tua terhadap tingkat kenakalan remaja pada siswa Kelas X dan XI SMKN 2 Malang.

Subyek dalam penelitian adalah siswa kelas X PS 1, X TKJ 1, X TKJ 2, XI JSB 1, XI JSB 2 dan XI JSB 3 SMKN 2 Malang yang berjumlah 198 siswa. Pengambilan data menggunakan skala pola asuh orang tua dan kenakalan remaja. Pengolahan data menggunakan teknik regresi linier.

Hasil perhitungan kategorisasi menunjukkan bahwa tingkat pola asuh orang tua memiliki Pola Asuh tinggi sebanyak 17 responden (8,9%), yang memiliki Pola Asuh sedang sebanyak 163 responden atau 85,34%, dan yang memiliki pola asuh rendah sebanyak 11 responden atau 5,76%. Kenakalan Remaja tinggi sebanyak 20 responden (10,47%), yang memiliki Remaja sedang sebanyak 148 responden atau 77,49%, dan yang memiliki kenakalan remaja rendah sebanyak 23 responden atau 12,04%. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa nilai korelasi pola asuh dan kenalan remaja sebesar -0.484 dengan nilai signifikansi sebesar 0.000 (p<0.05). Artinya adanya pengaruh antara pola asuh orang tua terhadap kenakalan remaja.

ENGLISH:

Growth and development process of someone in adolescence is the most important stage among all human phase. One of the reasons why it is important and become focus of developmental, social, and educational psychology experts is the transition stage. This transition stage is the switchover from children to adolescence and this stage triggers adolescent emotion less stable (storm and stress). In that stage, emergence of crisis phase is also possible happened. Actually, the symptom of crisis phase is deviant behaviors or usually called juvenile delinquency.

The purposes of this research are as follow: 1) To know parenting tendency which is used by parent of first and second grade student in Vocational High School 2 Malang. 2) To know how far juvenile delinquency level of first and second grade student in Vocational High School 2 Malang. 3) To know the influence of parenting and juvenile delinquency of first and second grade student in Public Vocational High School 2 Malang.

The subjects of this research are X PS 1, X TKJ 1, X TKJ 2, XI JSB 1, XI JSB 2 dan XI JSB 3 Vocational High School 2 Malang which the totals are 198 students. Data collection is taken by parenting and juvenile delinquency scale. Data processing is using correlation technique with pearson correlation.

The calculation results show that there are 3 different categorizations. First, parenting level which has high parenting consists of 17 respondents (8,9%), medium parenting consists of 163 respondent (85,34%), and low parenting consists of 11 respondent (5,76%). High juvenile delinquency consists of 20 respondents (10,47%), medium juvenile delinquency consists of 148 respondents (77,49%), and low juvenile delinquency consists of 23 respondents (12,04%). Correlation test result shows that the parenting correlation and juvenile delinquency value is -0.484 with significance value is 0.000 (p<0.05). It means there is influence parenting against juvenile delinquency.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Amiq, M. Bahrun
Keywords: Pola Asuh; Orang Tua Dan Kenakalan Remaja; Parenting; Parent; And Juvenile Delinquency
Departement: Fakultas Psikologi
Depositing User: Imam Rohmanu
Date Deposited: 22 Mar 2017 11:38
Last Modified: 22 Mar 2017 11:38
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/5997

Actions (login required)

View Item View Item