فعالية استخدام طريقة تعليم اللغة الجماعي لترقية مهارة الكلام العربي (بتطبيق على مدرسة الابتدائية الحكومية 2 مترو-لامبونج)

Khotijah, Khotijah (2009) فعالية استخدام طريقة تعليم اللغة الجماعي لترقية مهارة الكلام العربي (بتطبيق على مدرسة الابتدائية الحكومية 2 مترو-لامبونج). Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
07910008.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Metode Belajar Bahasa secara berkelompok adalah metode yang memberikan kebebasan kepada siswa untuk berbicara apa saja yang diinginkan dan dengan bahasa yang dia kuasai.

Dalam belajar dengan metode ini siswa duduk secara berkelompok, dengan kondisi bisa berpandangan untuk mempermudah kontak/komunikasi. Tokoh metode ini adalah Charles Curran, seorang ahli psykologi dan guru besar psykologi di Universitas Loyola Cikago Amerika.

Metode ini muncul sekitar tahun karena ketidakpuasan atas metode audio lingual. Bahasa bukan hanya perlu latihan, tetapi juga melibatkan mentalitas dan fikiran. Oleh karena itu orang yang bicara harus diupayakan dalam kondisi bebas untuk menugkapkan apa saja demikian juga dengan bahasanya. Kemudian guru menerjemahkan bahasa siswa tersebut ke dalam bahasa tujuan ( bahasa yang dipelajari). Siswa menirukan terjemahan guru berulang-ulang kemudian direkam. Setiap siswa dan setiap kelompok diberikan kesempatan yang sama untuk melakukan hal tersebut.

Setelah hasil rekaman dari semua kelompok dianggap cukup rekaman tersebut diputar dan didengarkan oleh siswa bersama-sama untuk didiskusikan bila ada kesalahan.

Metode ini termasuk menggunakan pendekatan Humanisme, dimana manusia dipandang secara utuh yang perlu diperhatikan perasannya, keinginannya, tujuannya, dan penghargaan terhadap potensi-potensi yang dia miliki termasuk bahasa ibunya.

Sekalipun metode ini memberikan kebebasan untuk berbicara dengan bahasa ibu, tetapi secara bertahap membimbing siswa untuk berbicara fasih paling tidak mendekati penutur asli. Adapun tahapan-tahapan sesuai terori yang ditentukan adalah ada lima tahapan yaitu: Tahap pertama tahap ketergantungan. Dalam tahap ini siswa sepenuhnya tergantung kepada guru sebagai pembimbing. Dalam tahap ini siswa sepenuhnya masih menggunakan bahasa ibu dan guru menterjemahkan. Tahap kedua, pengokohan. Dalam tahap ini siswa sudah tidak sepenuhnya tergantung kepada guru, tetapi sudah mulai berani berbicara bahasa Arab dengan kemampuan yang sudah dia miliki. Tahap ketiga, yaitu tahap permulaan. Dalam tahap ini siswa sudah bertambah kuat kemandiriannya untuk berbicara bahasa Arab, tanpa bimbingan guru. Tahap keempat yaitu tahap murohiq (sebelum baligh). Dalam tahap ini siswa merasa lebih yakin lagi akan kemampuan bahasa Arabnya, dan dia bisa menerima kritik dari teman maupun gurunya bila melakukan kesalahan, bahkan dia meminta sendiri untuk dikritik. Tahap kelima adalah tahap kebebasan. Pada tahap ini siswa bukan hanya mampu berbahasa Arab dengan baik, tapi juga mampu membina hubungan harmonis antar siswa maupun dengan guru. Ini adalah inti dari metide ini.

Keterampilan berbicara adalah kemampuan mengungkapkan secara lisan terhadap apa saja yang ingin diungkapkan. Unsur-unsur yang dinilai dari keterampilan ini adalah pengucapan, tekanan, intonasi, kosa kata dan struktur kalimat.

Penelitian ini dilatarbelakani oleh adanya kesulian memilih metode belajar bahasa

Arab untuk meningkatkan keterampilan berbicara bagi siswa MIN ˻ Metro. Anak-anak usia Madrasah Ibtidaiyah sangat sulit berkonsentrasi dalam belajar Bahasa Arab sehingga sulit mengingat bahasa tersebut apalagi menggunakannya dalam percakapan. Padahal mereka sudah fasih dalam mengucapkan lafadz-lafadz Arab.

Tujuan dari penelitian ini adalah membuktikan hipotesis peneliti yaitu, bahwa cara belajar bahasa secara berkelompok berpengaruh signifikan terhadap peningkatan keterampilan berbicara bagi siswa MIN ˻ Metro.

Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa MIN ˻ Metro kelas ˼ berjumlah orang, kepala sekolah dan ˻ orang guru bahasa Arab. Peneliti mengambil semua populasi tersebut sebagai sampel.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Peneliti membagi˻ kelpmpok siswa, ˺ kelompok sebagai kelompok eksperimen yang diberi perlakuan yaitu metode belajar bahasa secara berkelompok, dan ˺ kelompok sebagai kelompok kontrol. Masing-masing kelompok berjumlah orang.

Untuk mendapatkan data tentang pelaksanaan metode belajar bahasa secara berkelompok peneliti menggunakan metode observasi non partisipan, sedangkan untuk mendapatkan data tentang keterampilan berbicara menggunakan tes.

Hasil tes dari keterampilan berbicara dianalisis dengan menggunakan t- tes program SPSS versi Hasil nilai t hitung selanjutnya dikonsultasikan dengan nilai tabel dalam taraf signifikansi. Apabila nilai probabilitas lebih kecil dari, maka hipotesis nihil (Ho) ditolak dan hipotesis alternative (Ha) diterima. Tetapi apabila nilai probabilitasnya lebih besar dari, maka (Ho) diterima dan (Ha) ditolak.

Dari perhitungan tersebut ternyata di peroleh hasil bahwa t- hitung dari ˻ sampel independent ternyata nilai probabilitasnya ˹ˬ˹˹˹. Karena nilai probabilitasnya kurang dari ˹ˬ˹˾, maka (Ho) ditolak, dan (Ha) diterima. Artinya metode belajar bahasa secara berkelompok (Community Language Learning berpengaruh signifikan terhadap keterampilan berbicara siswa MIN ˻ Metro.

ABSTRACT

The background of this research was the difficulty in choosing the suitable method to increase the students’ speaking competency of State Islamic Elementary School (MIN) ˻ Metro. The students found it hard to concentrate on learning Arabic so that they could not remember the language well let alone to use it for daily conversation. As a matter of fact, the students could pronounce Arabic vocabularies well.

The figure of this method is charles curran, a well-known psychologist from Loyola University Chicago America.

This method appeared around ˺̂̀˿ because of dissatisfaction over the audio lingual method. Language training is not only necessary, but also involves the mind and mentality. Therefore, people learn how to speak should be free to utter whatever the y want to. Then the teacher’s role is to translate such the students’ utterances into a target language (the language learned). The students then imitate the teacher’s translation and repeat them several time before being finally recorded. Each student and each group is given the same opportunity to do so. After the recorded results of all the groups considered to be enough, the record is played again and again while the students listen to it and discuss when there is an error.

This method uses the humanism approach, where men is seen in their entirety. This approach maintains that men need attention for their feeling, desire, purpose, and appreciation toward their mother tongue.

Although this method provides the freedom to speak with the mother tongue, but it gradually leads the students to speak fluent at least approaching the native speakers. There are five stages to be determined according to this theory, namely: The first stage is dependency. In this stage, the students entirely depend on the teacher as a guide. In this stage, the students still use their mother tongue and the teacher translate the students’ utterances. The second stage is reinforcement. In this stage, the students are not fully depending on the teacher, but have begun to dare to speak Arabic with the ability the y already have. The third stage is the beginning stage. In this stage, the students are strongly increased independence to speak Arabic language, without the guidance of the teacher. The fourth stage is murohiq (before baligh) stage. In this stage, the students feel much more confident of their Arabic language skills, and they may receive criticism from friends and teachers when making mistakes, even they might ask to be criticized. The fifth stage is the stage of freedom. At this stage, the students are not only
able to speak Arabic well, but also capable of building a harmonious relationship with their peers and teachers. This is the core of this method.

This research was aimed at proving the hypothesis stating that the Communit y Language Learning (CLL) had a significant influence toward the student’s speaking competency of MIN ˻ Metro.

The population of this research was all of the students of the third grade of MIN Metro consisted of ˼˹ students, the principal of the school, and two Arabic teachers of the school.

This research was experimental in nature in that the researcher divided the population into two groups. The first group was the experimental group given such treatment as Community Language Learning method, while the other group was control group. Each group consisted of ˺˾ students.

The data of the application of CLL method were gained through a non-participant observation. Meanwhile, the data of speaking competency was gathered through a test.

The test result of the students’ speaking competency was analyzed by using t- test of SPSS program version ˺˹. The t-observed was consulted with t-table of ˾̃ level of significance. Because the probability value was less than ˹̄˹˾, the alternative hypothesis (Ha) was accepted and the null hypothesis (H˹) was rejected.

The result of the study shows that the value of the t-observed of the two independent samples was ̀̄́˾́ with the probability of ˹̄˹˹˹. Because the probabilit y value was less than ˹̄˹˾, the alternative hypothesis (Ha) was accepted and the null hypothesis (H˹) was rejected. It means that the Community Language Learning method influences the students’ speaking competency significantly.

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisor: Syuhadak, Syuhadak and Mahmud Adam Ibrahim, Faisal
Keywords: Metode Belajar Bahasa Secara Berkelompok; Keterampilan Berbicara; Effectiveness; Communit Language Learning (CLL); Arabic Speaking; Skill; طريقة تعليم اللغة الجماعي ; ترقية مهارة الكلام
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Arab
Depositing User: Mohammad Syahriel Ar
Date Deposited: 22 Mar 2017 11:51
Last Modified: 22 Mar 2017 11:51
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/5992

Actions (login required)

View Item View Item