Responsive Banner

Rapuhnya nilai keagamaan dalam keluarga muslim sebagai sebab perceraian di Desa Cendono Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri: Studi kasus

Mahfudhoh, Maria (2003) Rapuhnya nilai keagamaan dalam keluarga muslim sebagai sebab perceraian di Desa Cendono Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri: Studi kasus. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
99210141.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK

Pernikahan menurut Islam adalah suatu hal yang sangat penting dan utama, karena melalui ikatan inilah seorang laki-laki dan seorang wanita membentuk "wadah" yang disebut "keluarga", dengannya mereka diharapkan dapat membentuk kebahagiaan, ketenangan serta cinta dan kasih sayang. Dalam skala yang lebih luas, keluarga adalah jiwa masyarakat dan tulang punggungnya. Kesejahteraan lahir dan bathin yang dinikmati oleh suatu bangsa, atau sebaliknya, kebodohan dan keterbelakangannya, adalah cerminan dari keadaan keluarga-keluarga yang hidup pada masyarakat bangsa tersebut.

Begitu pentingnya arti sebuah keluarga, maka adanya ketahanan dan stabilitas dalam keluarga merupakan suatu kemutlakan yang tidak bisa untuk ditawar-tawar lagi. Karena itulah agama Islam mengatur masalah keluarga ini dengan sangat jelas. Ini dimaksudkan supaya keluarga-keluarga yang sudah dan akan terbentuk dapat berjalan mulus dan tidak berantakan di tengah jalan sehingga mampu tercipta keluarga yang sakinah (tentram), mawaddah (cinta kasih) dan rahmah (sayang) - gaya kehidupan keluarga yang senantiasa penuh kebahagiaan dunia dan akherat.

Terlepas dari hal di atas, kalau kita melihat fakta yang terdapat dalam masyarakat, ternyata masih banyak keluarga-keluarga muslim yang belum mempunyai ketahanan yang mantap, bahkan harus gagal dan berantakan di tengah jalan sehingga pada akhirnya terjadi perceraian. Salah satu bentuk realitas yang terdapat di masyarakat adalah seperti yang terjadi di Desa Cendono Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri. Mayoritas penduduk desa ini memeluk agama Islam. Hal pokok yang perlu dicermati di sini adalah kondisi pada keluarga-keluarga muslim, yang pada tataran ideologi harus melaksanakan dan mematuhi aturan-aturan hukum Islam sebagai konsekuensi dari agama yang dianutnya, masih banyak terjadi perceraian.

Dari sini terlihat adanya pertentangan antara normatif doktiner agama Islam yang sangat menekankan sekali arti pentingnya ketahanan keluarga agar tidak sampai terjadi perceraian dengan kondisi sosial masyarakat dimana perceraian sangat rentan sekali terjadi. Oleh sebab inilah peneliti ingin mengetahui mengapa hal demikian bisa terjadi, sehingga peneliti mengadakan kajian tentang rapuhnya nilai keagamaan dalam keluarga muslim sebagai sebab perceraian di Desa Cendono Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri.

Tujuan dari pembahasan adalah untuk mendeskripsikan: faktor apa yang menyebabkan rapuhnya ketahanan keluarga muslim di Desa Cendono Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri, faktor apa yang menyebabkan rapuhnya nilai keagamaan pada keluarga muslim yang mengalami perceraian di Desa Cendono Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri, bagaimana relevansi rapuhnya nilai keagamaan dalam keluarga muslim dengan terjadinya perceraian di Desa Cendono Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri.

Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian studi kasus. Dalam menggali data, metode yang digunakan adalah metode interview, observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan teknik analisa data deskriptif. Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil analisis data penelitian adalah sebagai berikut: (1) Faktor penyebab rapuhnya ketahanan keluarga muslim sehingga mengalami perceraian di Desa Cendono Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri, baik cerai talak maupun cerai gugat, adalah sebagai berikut: (a) Faktor ekonomi yang kurang menunjang. (b) Minimnya pengetahuan tentang rumah tangga, sehingga menyebabkan tidak adanya keharmonisan dalam rumah tangga (c) Kurangnya pengetahuan tentang agama, sehingga menyebabkan pengingkaran pada sighat taklik yang diucapkan pada waktu pernikahan. (d) Gangguan pihak ketiga, termasuk juga di dalamnya faktor cemburu. (2) Faktor penyebab rapuhnya nilai keagamaan dalam dua keluarga muslim yang mengalami perceraian di Desa Cendono Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri, di antaranya adalah: (a) Para anggota keluarga sering meninggalkan kewajiban ibadah sholat lima waktu. (b) Para anggota keluarga sering meninggalkan kewajiban puasa pada bulan Ramadhan. (c) Para anggota kelarga jarang membaca kitab suci Al-Qur'an. (d) Para anggota keluarga jarang mengikuti kegiatan keagamaan yang ada di masyarakat. (3) Secara umum dua keluarga muslim yang mengalami perceraian di Desa Cendono Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri, rata-rata dari para anggota keluarganya tidak menjalankan kewajiban-kewajiban vertikal. dengan Tuhan (hablumminallah) yang ditetapkan syariat Islam dengan baik dan benar. Hal ini nampak pada seringnya anggota keluarga tersebut meninggalkan kewajiban-kewajiban beribadah dengan Allah SWT, seperti yang telah disebutkan di atas (no. 2). Dari sini ada satu titik temu bahwa rapuhnya nilai keagamaan seseorang
melalui pengabaian pada segi ibadah seseorang kepada Tuhan (hablumminallah) akan berakibat juga pengabaian pada segi muamalah seseorang (hablumminannas), terutama dalam berinteraksi dengan sesama anggota keluarga

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Mufidah, Mufidah
Keywords: Rapuhnva Nilai Keagamaan; Perceraian
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Nada Auliya Sarasawitri
Date Deposited: 09 Jan 2024 09:56
Last Modified: 09 Jan 2024 09:56
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/59761

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item