Yati, Asna Rohmani (2007) Kedudukan advokat perempuan sebagai pengganti pembaca ikrar talak: perspektif Fiqh. Undergraduate thesis, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
![]() |
Text (Fulltext)
02210043.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
ABSTRAK
Kuasa untuk melakukan perbuatan atas nama orang lain dalam Islam disebut Wakalah. Pada masa sekarang dikenal dengan istilah Advokat.
Advokad merupakan profesi mulia (Officum Nobile) yang bertindak sebagai wakil yang ditunjuk untuk melakukan tindakan hukum atas nama orang lain» sebagai konsekuensi dari tugas dan fungsinya sebagai pemberi jasa hukum. Baik berwujud sebagai pemberi advise hukum, konsultasi hukum, maupun penasihat hukum. Dan upaya dalam melakukan tindakan hukum berdasarkan surat kuasa yang diberikan, untuk pembeli atau penuntutan pada acara persidangan atau beracara di pengadilan.
Tujuannya adalah untuk mengetahui kedudukan advokat perempuan serta kewenangannya sebagai advokat untuk mengucapkan ikrar talak dalam perkara perceraian ditinjau dari perspektif Fiqh.
Bertitik tolak dari permasalahan tersebut diatas, yang menjadi rumusan masalah adalah: 1). Bagaimana kedudukan advokat perempuan dalam perkara perceraian, 2). Bagaimana kewenangan advokat perempuan sebagai pengganti pembaca ikrar talak ditinjau dari perspektif fiqh. Penelitian ini menggunakan metode analisis content analisis. Jenis penelitian ini termasuk penelitian kualitatif melalui pendekatan studi kepustakaan (Library Research). Sebagai studi literer, maka sumber datanya adalah dokumentasi berupa buku-buku, ensiklopedi, perundang-undangan sebagai perbandingan, kamus dan sebagainya.
Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa kedudukan perempuan dalam perkara perceraian tidak berbenturan dengan ketetapan hukum Islam. Khususnya dalam perkara cerai talak, advokat perempuan dapat menjadi kuasa atau mewakili urusan pemohon (suami), dalam proses awal sampai litigasi selesai.
Senyatanya talak merupakan hak prerogratif laki-laki (suami) untuk menjatuhkannya. Berkenaan dengan boleh-tidaknya seorang perempuan untuk menjatuhkan talak kepada pihak istri, terdapat perbedaan pandangan dari kalangan ulama fiqih mengenai kewenangannya tersebut. Akan tetapi berkenaan dengan wewenang advokat perempuan sebagai pembaca ikrar talak menggantikan posisi pihak suami diperbolehkan, karena posisi advokat perempuan tersebut sebagai pihak yang mengulang pemyati cerai suami di hadapan majlis hakim, melalui akad takrir (mengulang).
Abstract
The power to do deed on behalf of others people is Islam referred as wakalah at a period is now recognized with advocate term،
Advocate is offtcum nobile which act as consequence of function ad duty of as service giver of law. Extant giver of law advise, law consultancy and advisor of law. And strive in conducting action of prosecution at conference event or attend legal procedure in justice.
This purposes are to know domicile woman advocate and also the him as advocate to say divorce pledge in case of divorce evaluated form in perspective of figh.
Starting from the problem above, becoming problem formula are : 1) how to domicile woman advocate in case of divorce, 2) how woman advocate authority.
In the place of reader swear divorce evaluated from in perspective of fight. The research use analyses method analysis content This research type is including research qualitative. Through approach of library research. As study of literary, hence the data source of is documentation in the from of books, encyclopedia, legislation as comparison, dictionary etc.
This result indicate that to domicile woman in case of divorce not impinge with the decision of law of him in case divorce, woman advocate can become power or represent applicant business (husband), in first process until litigation have.
Reality of divorce is rights of prerogative men (husband) to drop him. With reference to the him of a woman to drop divorce to wife side, there are difference of view of Moslem scholar circle of fiqih concerning him. However with reference to woman advocate authority as reader swear divorce replace husband side position is not it, because woman advocate position mentioned as repeating statement divorce husband before judge majlis, passing rc-fakrir akad
Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
---|---|
Supervisor: | Isroqunnajah, Isroqunnajah |
Keywords: | Advokat; perempuan; hukum islam; Lawyer; woman; law of Islamic |
Departement: | Sekolah Pascasarjana > Program Studi Magister al-Ahwal al-Syakhshiyyah |
Depositing User: | Fadlli Syahmi |
Date Deposited: | 03 Jan 2024 13:21 |
Last Modified: | 03 Jan 2024 13:21 |
URI: | http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/59406 |
Downloads
Downloads per month over past year
Actions (login required)
![]() |
View Item |