Responsive Banner

Penundukan diri pada hukum perceraian perspektif kepastian hukum: Studi Putusan Nomor 121/Pdt.G/2010/PA.Pkc, 0115/Pdt.G/2013/PA.Ktp, 1226/Pdt.G/2013/PA.SAL, dan 0044/Pdt.G/2013/PA.Kab.Kdr

Uthlufah, Haqqiyah (2019) Penundukan diri pada hukum perceraian perspektif kepastian hukum: Studi Putusan Nomor 121/Pdt.G/2010/PA.Pkc, 0115/Pdt.G/2013/PA.Ktp, 1226/Pdt.G/2013/PA.SAL, dan 0044/Pdt.G/2013/PA.Kab.Kdr. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
16781015.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (8MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Adanya masalah penundukan diri pada hukum perceraian di PA oleh pasangan non-Muslim dikarenakan perkawinan keduanya berdasarkan hukum Islam dan dapat ditemukan pada empat (4) Putusan Pengadilan Agama. Hal tersebut terjadi karena adanya kekosongan hukum (vacuum of norm) dan tidak lengkapnya hukum (incomplete norm) dalam hukum perkawinan di Indonesia.

Fokus penelitian ini mencakup: (1) apa argumentasi hukum terjadinya penundukan diri oleh pasangan non-Muslim pada hukum perceraian di PA; dan (2) bagaimana penundukan diri oleh pasangan non-Muslim pada hukum perceraian di PA perspektif kepastian hukum.
Penelitian ini merupakan penelitian hukum dan bersifat normatif. Pendekatan yang digunakan adalah kasus, perundang-undangan dan konseptual. Bahan hukum yang digunakan adalah primer, sekunder dan tersier. Metode pengumpulan bahan hukum terlebih dahulu melakukan kualifikasi fakta dan selanjutnya melakukan kualifikasi hukum. Alat analisis yang digunakan adalah interpretasi hukum berupa interpretasi prinsipal, sistematis dan gramatikal.

Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa: (1) penundukan diri oleh pasangan non-Muslim pada hukum perceraian di PA terjadi karena Undang-undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman menganut asas ius curia novit sehingga PA tidak dapat menolak perkara perceraian tersebut dengan alasan kekosongan hukum dan tidak lengkapnya hukum; (2) penundukan diri oleh pasangan non-Muslim pada hukum perceraian di PA mengakibatkan setidaknya terjadi empat (4) ketidakpastian hukum, yaitu: (a) karena adanya kekosongan hukum dan tidak lengkapnya hukum dalam hukum perkawinan di Indonesia; (b) Lengahnya peran pemerintah dan birokrasi sehingga terjadi pertentangan di antara undang-undang yang mengakibatkan terjadi ketidakpastian hukum; (c) peran Peradilan Agama yang tidak ditempatkan pada otoritasnya; (d) tidak akan tercipta ketertiban. Tanpa ketertiban bukan saja tidak ada kepastian tapi akan sangat merugikan kepentingan orang banyak dan dapat menuju kepada anarki sosial.

ENGLISH:

There is a problem of the self- submission of divorce laws in the religious court by non-Moslem couples because their marriages are based on Islamic law and can be found in four (4) the verdicts of religious courts. It’s happens because of a vacuum of norm and incomplete within the law in Indonesia.

The focus of this research includes: (1) what are the legal argument for the submission of non-Moslem couples in the divorce law in the religious courts; And (2) how self-submission by non-Moslem couples to divorce law in the religious courts legal certainty perspective.

It is a legal and normative research. The approach used was case, legislation, and conceptual. The legal material used was primary, secondary and tertiary. The method of gathering legal material first does the factual qualification and then does the legal qualification afterwards. The instrument of analysis used is a legal interpretation of ethical, systematic, and gramatical interpretation.

The result of this research shows that: (1) the self-submission by non-Moslem couples to divorce law in the religious courts occurs because Article Number 48 of 2009 about the power of justice adheres to the principle of ius curia novit so that the religious courts can not refuse the divorce case on the grounds of a vacuum of norm and incomplete of norm; (2) the self-submission by non-Moslem couples in the divorce law in the religious courts has resulted in at least four (4) legal uncertainty, namely: (a) because of a vacuum of norm and an incomplete of norm in Indonesian marriage laws; (b) governmental and bureaucratic dispositions have resulted in a conflict between the legislation, resulting in legal uncertainty; (c) the role of religious courts not placed in its authority; (d) there will be no provision for order. Without order there is not only certainty but would do a great disservice to the interests of the people and could lead to social anarchy.

ARABIC:

تعود مشكلة خضوع الأزواج غير المسلمين لقانون الطلاق في السلطة الفلسطينية إلى زواجهم على أساس الشريعة الإسلامية ويمكن العثور عليه في أربعة (4) قرارات من المحاكم الدينية. حدث هذا بسبب وجود فراغ قانوني وقانون غير مكتمل في قانون الزواج في إندونيسيا.

تتضمن هذه الدراسة ما يلي: (1) ما هي الحجج القانونية لتقديم الأزواج غير المسلمين في قانون الطلاق في السلطة الفلسطينية ؛ (2) كيفية الخضوع للأزواج غير المسلمين في قانون الطلاق في منظور اليقين القانوني للسلطة الفلسطينية.

هذا البحث هو بحث قانوني ومعياري. النهج المستخدم هو القضية والتشريع والمفاهيمية. المواد القانونية المستخدمة هي المواد الأولية والثانوية والثالثية. طريقة جمع المواد القانونية أولاً تنفذ مؤهلات الحقيقة ثم تؤدي المؤهلات القانونية. الأداة التحليلية المستخدمة هي التفسير القانوني في شكل تفسيرات أساسية ومنهجية وقواعدية.

تظهر نتائج الدراسة أن: (1) تقديم الأزواج من غير المسلمين بشأن قانون الطلاق في السلطة الفلسطينية يحدث لأن القانون رقم 48 لعام 2009 بشأن السلطة القضائية يلتزم بمبدأ ius curia novit بحيث لا يمكن للسلطة الفلسطينية رفض قضية الطلاق على أساس فراغ قانوني والقانون غير مكتمل ؛ (2) تقديم الذات من قبل شركاء غير مسلمين في قانون الطلاق في السلطة الفلسطينية يؤدي إلى ما لا يقل عن أربعة (4) حالات عدم يقين قانونية ، وهي: (أ) بسبب الإبطال القانوني وقانون غير مكتمل في قانون الزواج في إندونيسيا ؛ (ب) إهمال دور الحكومة والبيروقراطية بحيث يكون هناك تعارض بين القوانين التي تؤدي إلى عدم اليقين القانوني ؛ (ج) دور المحاكم الدينية غير الخاضعة لسلطتها ؛ (د) لن يتم إنشاء الطلب. بدون النظام ، لا يوجد يقين فحسب ، بل سيضر بشدة بمصالح الناس ويمكن أن يؤدي إلى فوضى اجتماعية.

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisor: Yasin, Mohamad Nur and Badruddin, Badruddin
Keywords: Penundukan Diri; Hukum Perceraian; Kepastian Hukum; Self-Submission; The Law of Divorce; The Legal Certainty; التقديم الذاتي ، قانون الطلاق ، اليقين القانوني
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi Magister al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Heni Kurnia Ningsih
Date Deposited: 18 Dec 2023 15:31
Last Modified: 18 Dec 2023 15:31
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/58844

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item