Responsive Banner

Pandangan tokoh masyarakat terhadap perkawinan dua isteri bersaudara: studi kasus di Desa Ampclsarl Kccumiitiin Pasrepan Kabupaten Pasuruan

Qodiriyah Nur, Idatul (2006) Pandangan tokoh masyarakat terhadap perkawinan dua isteri bersaudara: studi kasus di Desa Ampclsarl Kccumiitiin Pasrepan Kabupaten Pasuruan. Undergraduate thesis, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

[img] Text (Fulltext)
02210101.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK

Pada prinsipnya perkawinan itu hukum asalnya boleh atau ibahah, namun demikian ada syarat-syarat yang harus dipenuhi dan diperhatikan antara lain tidak boleh menikah dengan orang yang dilarang, seperti halnya mengawini dua isteri bersaudara. Dalam Al-Qur'an pun telah di jelaskan pada surat An-Nisa' (4):23, dan juga terdapat pada KHI Pasal 39-41 yang mana mengatur tentang larangan perkawinan karena hubungan darah (nasab) atau semenda.tetapi pada kenyataannya di Desa Ampelsari Kecamatan Pasrepan Kabupaten Pasuruan masih ada orang yang yang melakukannya, meskipun di ketahui di desa ini banyak masyarakat yang mengerti tentang agama. Hal inilah yang mendorong penulis mengkaji lebih dalam pada penelitian ini.

Penelitian ini bertujuan untuk memahami apa yang melatar belakangi terjadinya perkawinan dua isteri bersaudara dan bagaimana pandangan tokoh masyarakat Desa Ampelsari terhadap perkawinan dua istri bersaudara.

Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus yang bersifat deskriptif, sedang pengumpulan datanya menggunakan wawancara dan observasi.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada lima faktor yang melatar belakangi terjadinya perkawinan dua istri bersaudara yaitu, faktor kebiasaan bertemu, faktor kehormatan, faktor pemahaman agama, faktor budaya dan faktor ekonomi. Sedang mengenai pandangan tokoh masyarakat Desa Anipelsari ada tiga tipe, Tipe pertama mengerti dan mau mengingatkan walaupun tidak berhasil, Tipe kedua, mengerti tetepi diam saja, karena ada kehawatiran akan menambah masalah, Tipe ketiga, Acuh tak acuh atau no comment, karena menganggap permasalahan itu adalah urusan pribadi seseorang.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Sumbulah, Umi
Keywords: Perkawinan dua isteri bersaudara
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Fadlli Syahmi
Date Deposited: 07 Dec 2023 10:07
Last Modified: 07 Dec 2023 10:07
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/58521

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item