Responsive Banner

كياهي الحاج الإمام زركشي كونتور (إندونيسيا) وجهوده في تعليم تعليم اللغة العربية (دراسة عن طريقة تدريس مهارة الكلام والكتابة)

Zubaidi, Ahmad (2008) كياهي الحاج الإمام زركشي كونتور (إندونيسيا) وجهوده في تعليم تعليم اللغة العربية (دراسة عن طريقة تدريس مهارة الكلام والكتابة). Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
05910001.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK

Pengalaman sejarah pengajaran bahasa Arab membuktikan, bahwa pengajaran bahasa menggunakan metode Gramatika & Terjemah hanya memberikan kepada pembelajar bahasa kecakapan reseftif (pasif), padahal paradigma baru pengajaran bahasa menuntut pembelajar bahasa menguasai empat ketrampilan; ketrampilan mendengar, berbicara, membaca dan menulis.

KH. Imam Zarkasyi Gontor disebut sebut sebagai tokoh yang berhasil secara baik mengajarkan bahasa Arab kepada santri-santrinya di Pondok Modern Gontor menggunakan beberapa metode (selain Gramatika & Terjemah), karena merasa tidak puas dengan metode tersebut. Bahkan untuk kepentingan itu, ia menyusun sendiri buku bahasa Arab khusus yang disesuaikan dengan metode pengajaran yang dipilihnya.

Keberhasilan KH. Imam Zarkasyi tersebut menarik peneliti untuk lebih jauh menguak apa di balik keberhasilannya. Sehingga rumusan masalah yang diajukan ; 1.Bagaimana pemikiran K.H. Imam Zarkasyi tentang metode pengajaran kemahiran berbicara dan kemahiran menulis, 2. Bagaimana peran pemikirannya dalam menyukseskan pengajaran bahasa Arab di pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo.

Penelitian ini ditulis, dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan- pertanyaan pada rumusan masalah sebagaimana di atas. Jenis penelitian ini Kualitatif, mengingat objeknya merupakan kata-kata tertulis ( karya-karya tulis) ataupun terucap (responden). Sedang untuk mendapatkan data-data yang diperlukan, peneliti menggunakan metode Studi dokumentasi, wawancara mendalam dan Trianggulasi. Sedangkan instrument penelitian adalah peneliti sendiri, buku catatan, dan dibantu alat perekam tape recorder.

Adapun kumpulan data yang diperolah peneliti berupa data tulis dan lisan. Data-data tersebut bersifat deskriptif kualitatif. Data-data tulis berupa dokumen-dokumen pribadi KH. Imam Zarkasyi, karya-karya tulisnya juga karya orang lain tentangnya, serta ucapan dan tindakan responden. Sedangkan data-data lisan didapat dari sejumlah responden; ustadz-ustadz yang dulu pernah diajar bahasa Arab secara langsung oleh K.H. Imam Zarkasyi. Berikutnya, data-data tersebut di analisis menggunakan metode induktif serta metode analisis data model Miles dan Huberman yaitu dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk memperoleh keabsahan data dilakukan trianggulasi .

Kesimpulan yang didapatkan peneliti berdasarkan rumusan masalah di muka sebagai berikut. Dalam pengajaran Kemahiran berbicara : 1. Imam Zarkasyi menggunakan metode eklektif, yaitu menggunakan sekaligus beberapa metode, yaitu; al-Sam'iyyah al-Syafawiyyah, al-Mubasyarah, al-Asilah wal-Ajwibah, dan metode Silsilatul A'mal wal-Harakat, 2.Pendekatan yang digunakan dalam pengajaran bahasa Arab (meliputi empat ketrampilan) adalah pendekatan non- integratif. (Nadhariyyatul Furu'), 3.Materi yang diajarkan dalam kemahiran berbicara hanya cocok untuk tingkat pemula dan intermedit.

Sementara dalam pengajaran kemahiran menulis, Imam Zarkasyi menempuh langkah-langkah berikut. Siswa disuruh menyelesaikan sejumlah bentuk latihan; 1.Menyempurnakan kalimat dengan mengisikan kata kerja yang sesuai padanya, 2.Menjawab sejumlah pertanyaan terkait tema tertentu,
3.Membuat teks dialog sederhana, 4.Memberi harakat pada beberapa paragraph teks gundul, 5.Mendeskripsikan objek tertentu, 6.Menulis tentang tema tertentu yang ditentukan oleh guru, dll.

Sedang peran pemikiran Imam Zarkasyi dalam suksesnya pengajaran bahasa Arab di Pondok Modern Darussalam Gontor begitu dominan. 1.Hal itu meliputi aspek kurikulum bahasa Arab yang diajarkan, silabi, materi, metode pengajaran, dan bahkan dalam penciptaan model miliu kebahasaan serta aktifitas- aktifitas pendukung, 2.Pemikiran Imam Zarkasyi ternyata banyak dipengaruhi oleh pemikiran dan pandangan dua gurunya; Syekh Umar al-Hasyimi dan Dr. Mahmud Yunus Padang.

Berdasarkan temuan-temuan di atas, peneliti dapat mengajukan saran- saran sebagaimana berikut; dalam pengajaran ketrampilan berbicara, seorang guru hendaknya; 1.Memilih metode yang paling tepat dan paling sesuai dengan situasi, kondisi serta tujuan pembelajaran bahasa siswanya, 2.Memilih pendekatan yang saat ini lebih dicenderungi para guru, yaitu pendekatan integratif. Dan dalam pembelajaran ketrampilan menulis, hendaknya; 1.Guru jeli dalam mengoreksi kesalahan murid, 2.Dalam materi Imla, hendaknya mengetahui persis tiga kategori atau macam Imla, 3.Guru hendaknya juga mengapresiasi serta menghargai karya siswa yang baik, 4.Guru hendaknya memperhatikan aspek gradualitas dalam pengajaran kemahiran menulis, 5.Guru hendaknya juga memiliki standar toleransi terhadap kesalahan muridnya.

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisor: Lubis, Torkis
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDLubis, TorkisUNSPECIFIED
Keywords: Imam Zarkasyi; Pemikiran; Pengajaran bahasa Arab; Berbicara; Menulis; Gontor.
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Arab
Depositing User: Mohammad Syahriel Ar
Date Deposited: 22 Mar 2017 18:45
Last Modified: 22 Mar 2017 18:45
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/5852

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item