Responsive Banner

Pengaruh penambahan ampas tapioka dan ampas tahu pada media terhadap pertumbuhan bibit jamur shiitake (Lentinus edodes (Berk.) Sing.)

Sitatin, Siami (2005) Pengaruh penambahan ampas tapioka dan ampas tahu pada media terhadap pertumbuhan bibit jamur shiitake (Lentinus edodes (Berk.) Sing.). Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
01520010.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (10MB) | Request a copy

Abstract

ABTRAK

Jamur shiitake (Lentinus edodes) merupakan salah satu jenis jamur kayu yang memiliki manfaat sangat luas dan memiliki nilai gizi serta memiliki potensi ekonomi yang tinggi. Jamur ini mempunyai rasa yang lezat, bau harum dan memiliki khasiat obat. Dengan banyaknya kandungan dan manfaat jamur shiitake inilah yang menjadi salah satu tingginya budidaya dan konsumsi jamur shiitake di berbaga negara maju. Dalam upaya peningkatan hasil produksi budidaya jamur, baik dari segi kualitas maupun kuantitas sangat ditentukan oleh bibit yang digunakan. Sedangkan salah satu faktor dalam keberhasilan pembibitan jamur shiitake adalah media tanam, karena baik buruknya pertumbuhan misellium jamur bergantung dari media tumbuhnya. Salah satu cara untuk menyediakan nutrisi yang cukup pada media tanam dalam pertumbuhan jamur adalah dengan menambahkan ampas tapioka dan ampas tahu dari beberapa konsentrasi.

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui pengaruh penambahan jenis ampas pada media terhadap pertumbuhan bibit jamur shiitake; (2) Mengetahui pengaruh macam konsentrasi terhadap pertumbuhan bibit jamur shiitake; (3) Mengetahui interaksi antara jenis ampas dengan macam konsentrasi terhadap pertumbuhan bibit jamur shiitake.

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Bioteknologi Universitas Muhammadiyah Malang pada tanggal 20 Agustus sampai dengan 21 Oktober 2005. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan faktorial dengan dua faktor untuk parameter waktu munculnya miselium dan penyebaran miselium Faktor pertama adalah jenis ampas yang terdiri dari ampas tapioka dan ampas tahu. Faktor kedua adalah macam konsentrasi, yaitu 10%, 20%, 30%, 40%, 50% dan diulang sebanyak 3 kali. Apabila hasilnya signifikan, maka dilanjutkan dengan uji jarak duncan (UJD) 5%. Sedangkan untuk parameter ketebalan miselium menggunakan analisis variansi non parametrik Friedman.

Berdasarkan hasil penelitian, pada parameter penyebaran miselium menunjukkan bahwa ampas tapioka memberikan hasil terbaik dan konsentrasi terbaik ditunjukkan oleh konsentrasi 40% (K4), sedangkan interaksi ampas tapioka 40% (A1K4) menunjukkan hasil terbaik yaitu 90,00% pada pengamatan hari ke٠36 setelah inokulasi. Pada Parameter waktu munculnya miselium tidak menunjukkan pengaruh yang nyata. Parameter ketebalan miselium menunjukkan perbedaan yang nyata pada Uji nonparametik. Sedangkan jenis ampas, macam konsentrasi dan interaksi jenis ampas dengan macam konsentrasi tidak berbeda nyata pada uji median 5%.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Harianie, Liliek
Keywords: Bibit Jamur Shiitake; Ampas Tapioka; Ampas Tahu
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Biologi
Depositing User: Indar Erdiana
Date Deposited: 29 Nov 2023 13:50
Last Modified: 29 Nov 2023 13:50
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/58229

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item