Responsive Banner

Pemenuhan hak anak di Panti Asuhan perspektif Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak: Studi Panti Asuhan Menara Ihsan Blitar

Rohmah, Annisa Virliana Ni'matul (2021) Pemenuhan hak anak di Panti Asuhan perspektif Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak: Studi Panti Asuhan Menara Ihsan Blitar. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
17210126.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

ABSTRAK

Setiap anak berhak mendapatkan hak-haknya. Anak harus dijamin hak hidupnya untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan fitrahnya. Tidak semua anak beruntung dapat diasuh orangtuanya sendiri, beberapa yang lainnya harus tinggal di pantiasuhan sebab alasan tertentu. Dengan ini, peneliti tertarik untuk meneliti bagaimana usaha pihak panti asuhan dalam memenuhi hak-hak anak asuhnya sesuai dengan undang-undang nomor 35 tahun 2014. Apakah pihak panti asuhan dapat memenuhi hak-hak anak dengan baik atau sebaliknya.

Skripsi ini ditulis dengan menggunakan jenis penelitian yuridis empiris. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Sedangkan sumber data primer didapatkan dari wawancara kepada pihak terkait, selanjutnya data sekunder didapatkan dari buku-buku, jurnal ,undang-undang yang berhubungan dan menunjang kelengkapan data penelitian.

Penelitian ini mendapatkan fakta bahwa beberapa hak anak sudah dipenuhi oleh pihak panti asuhan Menara Ihsan, diantaranya adalah hak untuk menjalankan agamanya sesuai dengan pasal 6 Undang-undang nomor 35 tahun 2014. Pada Pasal 45 B ayat 1, disebutkan bahwa pemerintah, masyarakat, dan orangtua wajib melindungi perbuatan yang mengganggu kesehatan dan tumbuh kembang anak. Peneliti menilai bahwa para pihak pengasuh panti asuhan Menara ihsan kurang bisa memenuhi hak-hak anaknya, karena sedikitnya pengasuh. Dalam hal kesehatan, pihak panti asuhan belum mendaftarkan para anak asuhnya di asuransi maupun Kartu Indonesia Sehat.

ABSTRACT

Child is someone who is not yet 18 (eighteen) years old. Every child has the right to get their rights. Children must be guaranteed the right of life to grow and develop in accordance with their nature and nature. Not all children are lucky to be cared for by their own parents, some of them have to live in orphanages because their parents have passed away or for other reasons. With this, researchers are interested in examining how the efforts of the orphanage in fulfilling the rights of their foster children are in accordance with Law No. 35 of 2014. Whether the orphanage can fulfill the rights of children well or vice versa.

This thesis is written using descriptive-analytic empirical research. This research was conducted by looking at the phenomena that occur in the community. The approach in this research is qualitative. While the primary data sources are obtained from interviews with related parties, then secondary data is obtained from books, journals, related laws and supports the completeness of research data.

From this study, the researchers found that several children's rights have been fulfilled by the Menara Ihsan orphanage, including the right to practice their religion in accordance with Article 6 of Law No. 35 of 2014. Article 9 has been implemented, but there are some children who decided not to go to formal school. Article 27 concerning the identity of the child has been fulfilled. In article 45 B paragraph 1, it is stated that the government, local government, community, and parents are obliged to protect actions that interfere with the health and development of children. In this article, the researcher considers that the caregivers of the Menara Ihsan orphanage are unable to fulfill the rights of their children. With the 19 students, and only 2 caregivers, of course the supervision of the child's growth and development is a bit overwhelmed. And in terms of health, the orphanage has not registered its foster children in insurance or KIS (Healthy Indonesia Card).

مستخلص البحث

الولد هو الشخص بسن 18 سنوات. يستأهل كل الأولاد حقوقا. وجب الولد يضمن حق حياتهم للنشأة والنبث يتناسب بفطرة قدرتهم. ليس جميع الأولاد يفلحون ان يستطيعوا ان يحافظوا والدهم، يجب الأخر ان يسكن في دار الأيتام لأن والدهم قد توفّى أو بأسباب الأخرى. بهذا، تهتم الباحثة بالبحث كيف جهد دار الأيتام في تحقيقهم عند القانون رقم 35 عام 2014. هل يستطيع دار الأيتام ان يحقق حقوق الأولاد جيدا أو عكسه.

يكتب هذا البحث العلمي باستخدام جنس التجريبي التحليل الوصفي. يفعل هذا البحث بنظر الظاهرة التي تحدث في المجتمع. نهجه النوعي. أما مصادر الرئيسية التي تنال من المقابلة بالنفر المعلق. ثم التالي، تنال البيانات الثانوية من الكتب، المقالة العلمية، والقانون التي تتعلق وتقوم تكامل بيانات البحث.

من هذا البحث، ينال الباحث واقعا أن بعض من حقوق الأولاد إستطاعت لتحقق دار الأيتام منارة إحسان، مثل الحق لأداء الديني يتناسب بفصل 6 القانون رقم 35 عام 2014. قام فصل 9. بل، بعض من الأولاد يقرر لإذن لا يتبع دراسة رسمية. حقق فصل 27 عن هوية الأولاد. في فصل 45 ب اية 1، يسمى أن الحكومة، الحكومة الدائرة، المجتمع، والوالد تجب ان يحافظ الفعل الذي يزعج الصحة ونشأة الأولاد. في هذا الفصل، تثمن الباحثة أن مربيين دار الأيتام منارة إحسان أقل الإستطاعة لتحقيق حقوق الأولاد. بكون الطلبة 19 الأشخاص ومربيين. طبعا، الإشراف عن نشأة الأولاد أقل الطغت. وفي حال الصحة، لم يسجل دار الأيتام أولادهم في التأمين أو (KIS) بطاقة إندونيسيا صحة.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Zulaicha, Siti
Keywords: hak; anak; pemenuhan hak; panti asuhan; rights; children; fulfillment of rights; orphanages; حق; ولد; تحقيق الحق; دار الأيتام
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Annisa Virliana Ni'matul Rohmah
Date Deposited: 16 Nov 2023 09:34
Last Modified: 16 Nov 2023 09:34
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/57756

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item