Responsive Banner

Pengaruh frekuensi pemutaran dan posisi telur terhadap kelulusan hidup embrio dan daya tetas telur puyuh (Cotumiv coturnLy japonica)

Afsoh, Eka Fauzi (2003) Pengaruh frekuensi pemutaran dan posisi telur terhadap kelulusan hidup embrio dan daya tetas telur puyuh (Cotumiv coturnLy japonica). Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
99131016.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (7MB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK

Dalam usaha untuk menghasilkan penetasan yang diharapkan dengan tingkat kelulusan embrio dan daya tetas yang tinggi perlu dilakukan suatu usaha untuk mencari frekuensi pemutaran dan posisi telur yang paling efektif. Namun kendala yang dihadapi adalah belum diketahuinya frekuensi pemutaran dan posisi telur yang berpengaruh paling optimal terhadap kelulusan hidup embrio dan daya tetas telur puyuh. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka peneliti menganggap penelitian yang berjudul Pengaruh Frekuensi Pemutaran dan Posisi Telur terhadap Kelulusan Hidup Embrio dan Daya Puyuh (Cotumbc coturnbc japonica) ini penting dilakukan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi pemutaran dan posisi telur terhadap kelulusan hidup embrio dan daya tetas telur puyuh beserta interaksi antar keduanya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan frekuensi pemutaran dan posisi telur terbaik untuk mendapatkan kelulusan hidup embrio dan daya tetas telur puyuh.

Penelitian ini dilakukan di Desa Sumberjati, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar pada bulan Februari-Maret 2003. Dalam penelitian ini variabel bebasnya yaitu frekuensi pemutaran dan posisi telur puyuh selama waktu penetasan, sedangkan variabel terikatnya yaitu kelulusan hidup embrio dan daya tetas telur puyuh. Perlakuan dalam penelitian ini berupa frekuensi pemutaran yang meliputi pO (tidak diputar), pl (diputar satu kali sehari), p2 (diputar dua kali sehari), dan p3 (diputar tiga kali sehari), dan posisi telur meliputi posisi ٩1 (0°), ٩2 (30°) dan ٩3 (45°). Seluruh kombinasi perlakuan diulang dengan 3 kali ulangan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam, jika kedua perlakuan terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan uji BNT.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi pemutaran berpengaruh nyata (p<0.05) terhadap kelulusan hidup embrio dan daya tetas, sedangkan posisi telur pada berbagai kemiringan tidak memberikan pengaruh yang nyata (p>0,05) terhadap kelulusan hidup dan daya tetas disebabkan karena hal ini disebabkan karena berbagai kemiringan telur tidak memberikan perbedaan luasan permukaan telur yang menerima panas selama masa penetasan. Interaksi frekuensi pemutaran dan posisi telur tidak memberikan pengaruh yang nyata (p>0.05).

Dalam upaya meningkatkan tingkat kelulusan hidup embrio dan daya tetas telur puyuh perlu dilakukan pemutaran yang tepat yakni dengan 3 kali pemutaran dengan posisi kemiringan telur diusahakan untuk membentuk sudut 45" atau pada bagian tumpul berada diatas.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Minamo, Eko Budi
Keywords: Frekuensi Pemutaran; Posisi Telur; Kelulusan Hidup Embrio; Daya Tetas
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Biologi
Depositing User: Indar Erdiana
Date Deposited: 16 Nov 2023 13:44
Last Modified: 16 Nov 2023 13:44
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/57746

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item