Responsive Banner

Model pelaksanaan takzir dalam menumbuhkan kedisiplinan santri putri di Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah Lamongan

Maula, Aris Rohmatul (2023) Model pelaksanaan takzir dalam menumbuhkan kedisiplinan santri putri di Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah Lamongan. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
19110034.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

INDONESIA:

Disiplin merupakan perilaku yang harus dimiliki setiap santri di pondok pesantren. Hal ini dikarenakan padatnya kegiatan yang ada di pondok pesantren, sehingga santri dituntut agar dapat mengikuti kegiatan-kegiatan pondok secara tepat waktu. Upaya atau strategi yang biasa digunakan oleh pondok pesantren dalam menumbuhkan kedisiplinan santri adalah melalui hukuman (punishment) yang kemudian diimbangi dengan penghargaan (reward) sebagai motivasi. Hukuman dalam dunia pesantren ini lebih dikenal dengan istilah takzir. Pondok pesantren Tarbiyatut Tholabah Lamongan menjadi salah satu pondok pesantren yang menerapkan sistem takzir ini bagi santrinya yang melakukan pelanggaran tata tertib.

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan (1) Mengetahui model pelaksanaan takzir dalam rangka menumbuhkan kedisiplinan santri putri di pondok pesantren Tarbiyatut Tholabah Lamongan (2) Mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat dari pelaksanaan takzir santri putri di pondok pesantren Tarbiyatut Tholabah Lamongan (3) Mengetahui dampak-dampak yang terjadi dalam pelaksanaan takzir santri putri di pondok pesantren Tarbiyatut Tholabah Lamongan.

Pada penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif. Sumber data dari penelitian ini terdiri dari sumber data primer dan sekunder. Jika data primer ialah data dari sumber utama penelitian yang digali melalui proses observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan data sekunder sendiri merupakan data tambahan yang berupa tulisan seperti jurnal, skripsi, tesis atau catatan lain yang diterbitkan guna mendukung sebuah penelitian. Adapun analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Pengecekan keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik.

Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa (1) Beragam sekali model takzir santri putri yang diterapkan di pondok pesantren Tarbiyatut Tholabah, mulai dari takzir fisik yang berupa membersihkan lingkungan pondok, membersihkan tempat pusat selokan pondok putri, meminum air garam, berdiri di lapangan, memutari lapangan, siraman air, potong rambut, atau memakai slayer/krudung penakziran. Dan model takzir non fisik yang terbagi lagi berupa takzir teguran, takzir mendidik (nasehat (sowan), membaca Al-Qur’an, sholat di saf paling depan, dan menampilkan sebuah kreasi penampilan), takzir administrasi (membuat surat pernyataan, pemanggilan wali santri, dan dikeluarkan secara tidak hormat), takzir materi (denda berupa uang atau semen), Takzir penyitaan barang (buku bacaan, makanan, hp, atau laptop), dan takzir pemajangan surat atau foto. (2) Adanya faktor-faktor pendukung mulai dari konsistensi dan teraturnya tata tertib. kesadaran diri santri yang mendapatkan takzir, dan adanya peran baik dari pengasuh, pembina, pengurus pondok, dan pihak madrasah. Adapun faktor pengahambat dari pelaksanaan ini karena kurangnya kesadaran dari beberapa santri yang terkena takzir, kelalaian dari beberapa pengurus pondok, dan kurang lengkapnya tata tertib tertulis. (3) Terdapat beberapa dampak dari pelaksanaan takzir, yaitu dapat membuat santri disiplin dan istiqomah dalam melakukan kegiatan baik saat belajar atau beribadah, membuat santri menjadi lebih disiplin dalam menghargai waktu, menaati peraturan, dan berpenampilan. Terlepas dari dampak positif pelaksanaan takzir, terkadang juga muncul dampak negatif dari santri yang menyebabkan santri menjadi murung dan pendiam sesaat, atau bahkan dapat membuat santri memiliki rasa dendam kepada pengurus pondok yang memberikan hukuman.

ENGLISH:

Discipline is a behavior that every student in an Islamic boarding school must have. This is due to the busy activities at Islamic boarding schools, so students are required to be able to participate in boarding school activities according to the specified time. Efforts or strategies commonly used by Islamic boarding schools to foster student discipline are through punishment, and the balanced with rewards as motivation. Punishment in the world of Islamic boarding schools is better known as takzir. The Tarbiyatut Tholabah Lamongan Islamic boarding school is one of the Islamic boarding schools that applies this takzir system for its students who violate the rules and regulations.

This research aims to (1) Find out the model for implementing takzir in order to foster female students' discipline at the Tarbiyatut Tholabah Lamongan Islamic boarding school (2) Find out the supporting and inhibiting factors for implementing female students' takzir at the Tarbiyatut Tholabah Lamongan Islamic boarding school (3) Find out the impact -The impact that occurred in the implementation of female students' takzir at the Tarbiyatut Tholabah Lamongan Islamic boarding school.

In this research, the type of research used is qualitative research. The data sources for this research consist of primary and secondary data sources. Primary data is data from the main research source which is extracted through the process of observation, interviews and documentation. Meanwhile, secondary data is additional data in the form of writing such as journals, theses, or other notes published to support research. The data analysis uses data reduction, data presentation, drawing conclusions and data verification. The method use to check the validity of the data is triangulation of sources and techniques.

Based on the research results, it shows that (1) There are various models of female students' takzir applied at the Tarbiyatut Tholabah Islamic boarding school, starting from physical takzir in the form of cleaning the boarding school area, cleaning the GS (the gutter center of the female students’ boarding school) drinking salt water, standing in the field, go around the field, get splashed with water, get a haircut, or wear an takzir slayer. And the non-physical takzir models are divided into reprimand/advice takzir (sowan), educational takzir (reading the Qur'an, praying in the front row, and showing a creative appearance), administrative takzir (making a statement, calling the guardian of the students, and expelled dishonorably), material takzir (fines in the form of money or cement), Takzir confiscation of personal items (books, food, cell phones, or laptops), and takzir displaying letters or photos. (2) The existence of supporting factors, such as consistency and regularity of rules and regulations. self-awareness of students who receive appreciation, and the good role of caregivers, coaches, boarding school administrators, and madrasah officials. The inhibiting factors for this implementation are the lack of awareness of some of the students who are affected by treason, the negligence of boarding school administrators, and the lack of complete written rules and regulations. (3) There are several impacts from implementing takzir, it can make students disciplined and consistent in carrying out activities whether studying or worshiping, making students more disciplined in respecting time, obeying rules and appearance. Apart from the positive impact of implementing takzir, sometimes there is also a negative impact on students which causes students to become gloomy and quiet for a moment, or can even make the students feel a sense of revenge towards the boarding school administrators who give them punishment.

ARABIC:

النظام هو السلوك الذي يجب أن يكون لدى كل الطلاب في معهد. ويرجع ذلك إلى الأنشطة المزدحمة في المعهد، لذلك يُطلب من الطلاب أن يكونوا قادرين على المشاركة في أنشطة المعهد في الوقت المحدد. الجهود التي تستخدمها المعهد عادة لتنمية النظام الطلاب هي من خلال العقاب الذي يتم موازنته بعد ذلك مع المكافآت كحافز. تُعرف العقوبة في عالم المعهد على مصطلح تعزير. معهد تربية الطلبة لامونجان هي واحدة من المعهد التي تطبق نظام التعزير هذا للطلاب الذين ينتهكون قواعد السلوك.

تم إجراء هذا البحث بهدف: (۱) معرفة نموذج تنفيذ التعزير من أجل تنمية نظام الطالبات في المعهد تربية الطلبة لامونجان (٢) معرفة العوامل الداعمة والمثبطة لتنفيذ تعزير الطالبات في المعهد تربية الطلبة لامونجان (٣) معرفة الآثار التي تحدث في تنفيذ تعزير في معهد تربية الطلبة لامونجان.

في هذا البحث، نوع البحث المستخدم هو نوع من البحث النوعي. تتكون مصادر البيانات من هذا البحث من مصادر البيانات الأولية والثانوية. إذا كانت البيانات الأولية هي بيانات من المصدر الرئيسي للبحث الذي يتم استكشافه من خلال عملية الملاحظة والمقابلات والتوثيق. في حين أن البيانات الثانوية نفسها هي بيانات إضافية في شكل كتابة مثل المجلات أو الأطروحات أو الملاحظات الأخرى المنشورة لدعم الدراسة. يستخدم تحليل البيانات تقليل البيانات وعرض البيانات ورسم الاستنتاجات والتحقق من البيانات. يتم التحقق من صحة البيانات من خلال تثليث المصادر والتقنيات.

استنادا إلى نتائج البحث، تبين أن (۱) هناك نماذج مختلفة من تعزير الطالبات المطبقة في معهد تربية الطلبة، بدأ من التعزيرالمادي في شكل تنظيف بيئة المعهد، وتنظيف المكان المركزي للصرف الصحي، وشرب الماء المالح، والوقوف في الميدان ، والطواف حول الميدان ، وتدفق المياه ، وقص الشعر ، أو لبس الشال / خمار التعزير. وينقسم نموذج التعرير غير المادي إلى التأنيب / النصيحة، التعزيرالتربوي (قراءة القرآن ، الصلاة في المقدمة ، وعرض خلق المظهر)، التعزير الإداري (الإدلاء بخطاب بيان، استدعاء ولي أمر، وإصداره بعدم احترام) ،التعزير المادية (غرامات على شكل نقود أو أسمنت)، عقوبة مصادرة للبضائع (قراءة الكتب أو الطعام أو الجوال أو الحاسوب)، عقوبة عرض الرسائل و الصور. (٢) وجود عوامل داعمة تتراوح بين الاتساق والنظام. الوعي الذاتي للطالبات اللتين يحصلن على التعزير، والدور الجيد لمدير والمدربات ومدبرات المعهد والمدارس. ترجع العوامل المثبطة لهذا التنفيذ إلى قلة وعي بعض الطالبات المتأثرات بالتعزير، اللإهمال من المدبرة المعهد، وعدم اكتمال القواعد و اللوائح المكتوبة. (٣) العديد من التأثيرات لتنفيذ التقليد، والتي يمكن أن تجعل الطالبات منضبطات واستقامة في القيام بالأنشطة إما أثناء الدراسة أو العبادة، مما يجعل الطالبات أكثر انضباطا في احترام الوقت وطاعة القواعد والنظر. بصرف النظر عن التأثير الإجابي لتطبيق التعزير، في بعض الأحيان هناك أيضا آثار سلبية من الطالبات تجعل الطالبات يصبحن مزاجيات وهادئات للحظة، أو حتى تمكن أن تجعل الطالبات يشعرن بالاستياء إلى مدبّرة المعهد التي عاقبها.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Afwadzi, Benny
Keywords: Takzir; Kedisiplinan, Pondok Pesantren; Takzir; Discipline; Islamic Boarding School; التعزير، النظام ;المعهد الإسلامية
Departement: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Jurusan Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Aris Rohmatul Maula
Date Deposited: 14 Nov 2023 10:28
Last Modified: 14 Nov 2023 10:28
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/57621

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item