Pengaruh kombinasi konsentrasi zat pengatur tumbuh jenis auksin (NAA) dan sitokinin (BAP, Kinetin, TDZ) terhadap subkultur nilam Aceh (Pogostemon cablin benth)

Putri, Fitri Yusri Eka (2016) Pengaruh kombinasi konsentrasi zat pengatur tumbuh jenis auksin (NAA) dan sitokinin (BAP, Kinetin, TDZ) terhadap subkultur nilam Aceh (Pogostemon cablin benth). Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
12620033.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Tanaman nilam Aceh (Pogostemon cablin Benth.) merupakan tanaman minyak atsiri yang cukup penting peranannya yakni dibutuhkan secara kontinyu dalam industri parfum, kosmetik, sabun, obat nyamuk bakar, bahan peptisida nabati dan pupuk kompos serta bahan baku untuk aroma terapi. Sehubungan dengan kebutuhan nilam aceh yang meningkat, perlu adanya teknik perbanyakan tanaman nilam secara optimal. Perbanyakan dilakukan dengan melakukan tahap sukultur setelah tahap induksi tunas dengan mengunakan beberapa kombinasi konsentrasi zat pengatur tumbuh (ZPT) yang ditambahkan pada media. ZPT yang digunakan golongan auksin (NAA) dan sitokinin (BAP, kinetin, TDZ). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi dari kombinasi jenis auksin (NAA) dan berbagai jenis sitokinin (BAP, Kinetin, TDZ) dalam medium MS paling efektif terhadap subkultur nilam aceh (Pogostemon cablin Benth.)

Penelitian dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan Tumbuhan, UPT Materi Medika Batu pada bulan September hingga Oktober 2016. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor dan 3 kali ulangan. Konsentrasi jenis dari auksin (NAA) yang telah ditetapkan sebesar 0,1 mg/l dan jenis sitokinin (BAP, kinetin, TDZ) dengan konsentrasi 0,1 mg/l, 0,3 mg/l, dan 0,5 mg/l sehingga terdapat 10 perlakuan termasuk kontrol (media MS tanpa zat pengatur tumbuh). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Analysis of Varian (ANAVA) apabila tidak terdapat pengaruh maka tidak dilanjutkan dengan uji lanjut namun apabila terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) 5%

Penelitian menunjukkan bahwa NAA 0,1 mg/l + TDZ 0,1 mg/l merupakan konsentrasi yang paling efisien terhadap subkultur nilam aceh dalam menginduksi hari muncul tunas dengan rata-rata 5,3 hari setelah tanam, tinggi tunas dengan rata-rata 3,23 cm, jumlah daun 7,3 helai daun/eksplan. Kombinasi auksin konsentrasi 0,1 mg/l dengan konsentrasi terkecil dari TDZ yakni 0,1 mg/l ini telah cukup mampu menginduksi ketiga parameter pada penelitian subkultur nilam aceh.

ENGLISH:

Nilam Aceh (Pogostemon cablin Benth.) is a plant essential oil is an important role that is needed continuously in the perfume industry, cosmetics, soap, mosquito coils, vegetable peptisida materials and compost as well as raw materials for aroma therapy. Due to the requirements of Nilam Aceh increased, the need for plant propagation techniques Nilam optimally. Propagation is done by sukultur phase after phase bud induction by using some combination of concentration of growth regulator (ZPT) is added to the media. ZPT used class of auxin (NAA) and cytokinin (BAP, kinetin, TDZ). The purpose of this study was to determine the concentration of the combination of the type of auxin (NAA) and various types of cytokinins (BAP, Kinetin, TDZ) in MS medium most effectively to subculture of Nilam Aceh (Pogostemon cablin Benth.)

The study was conducted at the Laboratory of Plant Tissue Culture, Unit of Medical Material Stone in September to October 2016. This study included experimental study using a completely randomized design (RAL) with one factor and three replications. The concentration of the type of auxin (NAA) which has been set at 0.1 mg / l and the type of cytokinins (BAP, kinetin, TDZ) with a concentration of 0.1 mg / l, 0.3 mg / l and 0.5 mg / l so that there were 10 treatments included control (MS medium without plant growth regulator). Data were analyzed using Analysis of Variants (ANOVA) if there is no influence then followed by a further test, but if there is a real effect then continued by Duncan Multiple Range Test (DMRT) 5%

Research shows that NAA 0.1 mg / l + TDZ 0.1 mg / l is the most efficient concentration of the subculture Nilam Aceh in inducing the emerging shoots with an average of 5.3 days after planting, shoots high with an average of 3,23 cm, number of leaves 7.3 leaves / explant. The combination of auxin concentration of 0.1 mg / l with the smallest concentration of TDZ ie 0.1 mg / l have been quite capable of inducing three parameters in the study subculture of Nilam Aceh.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Savitri, Evika Sandi and Nashichuddin, Achmad
Keywords: Nilam Aceh(Pogostemon cablin Benth.); NAA; 6-Benzyl Amino Purin (BAP); Kinetin,; Thidiazuron (TDZ); Nilam Aceh (Pogostemon cablin Benth.); NAA; 6-Benzyl Amino Purine (BAP); Kinetin; TDZ
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Biologi
Depositing User: Ike Lora Habibah
Date Deposited: 07 Mar 2017 09:58
Last Modified: 07 Mar 2017 09:58
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/5741

Actions (login required)

View Item View Item