Responsive Banner

Klaim anak adopsi sebagai anak sah prespektif Yuridis: Studi kasus di Desa Sayutan Kecamatan Parang Magetan

Rosyadi, Ajeng Indana (2023) Klaim anak adopsi sebagai anak sah prespektif Yuridis: Studi kasus di Desa Sayutan Kecamatan Parang Magetan. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
210201210039.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Adopsi anak di Indonesia merupakan problematika bagi masyarakat terutama dalam masalah yang menyangkut peraturan yang mengaturnya. Pada prinsipnya adospi adalah perbuatan hukum dengan cara mengambil anak orang lain yang bukan keturunannya untuk dipelihara dan diperlakukan sebagai anak keturunan sendiri. Adopsi yang terjadi di Desa Sayutan Kecamatan Parang Magetan tidak hanya sekedar memberikan pengasuhan anak kepada orang lain namun dalam prakteknya terdapat kasus orang tua kandungnya lepas akan pertanggung jawaban baik berupa keperdataan anak, nafkah dan kasih sayang yang mengakibatkan orang tua angkat mengambil keputusan melakukan klaim anak menjadi anak kandung dengan melakukan proses membuatkan akta kelahiran kedalam Kartu Keluarga sebagai anak kandung.
Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) berbentuk kualitatif yang menggunakan pendekatan sosiologi hukum dengan rumusan masalah (1) bagaiamana klaim anak adopsi sebagai anak sah di desa sayutan kecamatan parang magetan? (2) bagaimana tinjauan yuridis klaim anak adopsi sebagai anak sah yang terjadi di desa sayutan kecamatan parang magetan? (3) bagaimana konsekuensi yuridis hasil klaim anak adopsi sebagai anak sah di desa sayutan kecamatan parang yang dilakukan dengan Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data kemudian diproses melalui pengurangan, penyajian, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Klaim anak adopsi sebagai anak sah yang dilakukan di Desa Sayutan Kecamatan Parang Magetan merupakan suatu bagian dari peristiwa hukum dimana pemberian anak dari orang tua kandung yang merasa tidak mampu menjamin kehidupan anak sehingga anak diberikan kepada orang lain. Klaim yang dilakukan tidak hanya sekedar pengasuhan namun orang tua angkat mengambil keputusan untuk merekayasa akta kelahiran anak dan mencantumkan anak kedalam kartu keluarga sebagai anak kandung. (2) Praktik klaim anak adopsi sebagai anak sah di desa Sayutan Magetan merupakan proses yang dilakukan oleh orang tua kandung untuk menjamin bahwa hak-hak anak terpenuhi. Sebab setelah anak itu diserahkan kepada orang lain yang dianggap mampu secara sosial dan ekonomi sehingga kedepannya anak mendapatkan kehidupan yang lebih layak namun dalam proses itu tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku yaitu pada Pasal 14 ayat (1) dan (2) UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. dan Kompilasi Hukum Islam, pada Pasal 171 KHI bahwa setiap pemberian anak harus dilakukan dan diputuskan oleh pengadilan. (3) Dalam klaim anak adopsi sebagai anak kandung dengan cara membuatkan akta kelahiran dan kartu keluarga dengan mencantumkan nama orang tua asuh sebagai orang tua kandung yang dilakukan responden dan adiknya di Desa Sayutan Kecamatan Parang merupakan manipulasi data kependudukan dalam adopsi anak merupakan kegiatan yang bertentangan dengan Undang-undang No 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, khususnya pasal 94 yang menyebutkan bahwa bagi siapa saja yang melakukan manipulasi elemen data penduduk diancam dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan atau denda paling banyak Rp. 75.000.000,-.

مستخلص البحث

يعتبر تبني الأطفال في إندونيسيا مشكلة بالنسبة للمجتمع، لا سيما في الأمور المتعلقة باللوائح التي تحكمهم. من حيث المبدأ، يعتبر التبني فعلًا قانونيًا من خلال أخذ أطفال الآخرين الذين ليسوا ذريتهم ليتم رعايتهم ومعاملتهم على أنهم ذريتهم. التبني الذي حدث في قرية سايوتان، مقاطعة بارانغ ماجيتان، لم يكن مجرد توفير رعاية الطفل لأشخاص آخرين، ولكن من الناحية العملية كانت هناك حالات تم فيها إعفاء الآباء البيولوجيين من المسؤولية في شكل حقوق مدنية ونفقة وعاطفة مما أدى إلى اتخاذ الوالدين بالتبني قرارًا بادعاء أن الطفل طفل بيولوجي من خلال تنفيذ عملية جعل شهادة الميلاد في بطاقة الأسرة كطفل بيولوجي.
هذا البحث عبارة عن بحث ميداني نوعي يستخدم منهج علم الاجتماع القانوني مع صياغة المشكلة (1) كيف يدعي الأطفال المتبنون أنهم أطفال شرعيون في قرية سايوتان، منطقة بارانج ماجيتان الفرعية؟ (2) ما هي المراجعة القانونية لادعاء الطفل المتبنى كطفل شرعي في قرية سايوتان، منطقة بارانج ماجيتان الفرعية؟ (3) ما هي العواقب القانونية لادعاء الطفل المتبنى كطفل شرعي في قرية سايوتان، منطقة بارانغ الفرعية، والتي يتم تنفيذها باستخدام طرق جمع البيانات من خلال المقابلات والملاحظة والتوثيق. ثم تتم معالجة البيانات من خلال التخفيض والعرض واستخلاص النتائج.
تشير نتائج هذه الدراسة إلى أن الأول: ادعاءات الأطفال البيولوجيين الناتجة عن عمليات التبني التي تمت في قرية سايوتان، مقاطعة بارانج ماجيتان، هي جزء من حدث قانوني حيث هدية الأطفال من الآباء البيولوجيين الذين يشعرون بأنهم غير قادرين على ضمان حياة الطفل بحيث يتم منح الطفل لشخص آخر. الادعاءات المقدمة لم تكن مجرد رعاية ولكن الآباء بالتبني اتخذوا قرارًا بالتلاعب بشهادة ميلاد الطفل وإدراج الطفل في بطاقة الأسرة كطفل بيولوجي. الثاني: ممارسة ادعاء الأطفال البيولوجيين المتبنين في قرية سايوتان ماغيتان هي عملية يقوم بها الآباء البيولوجيون لضمان الوفاء بحقوق الأطفال. لأنه بعد تسليم الطفل إلى شخص آخر يعتبر قادرًا اجتماعيًا واقتصاديًا بحيث يحصل الطفل في المستقبل على حياة كريمة أكثر، ولكن في هذه العملية لا يتوافق مع اللوائح المعمول بها ، وتحديداً في المادة ١٤ فقرة (١) و (٢) من القانون رقم. ٣٥ لعام ٢٠١٤ على حماية الطفل. وتجميع الشريعة الإسلامية، في المادة ١٧١ من ‏تجميع الشريعة الإسلامية، يجب أن يتم تنفيذ كل هدية للطفل واتخاذ قرار بشأنها من قبل المحكمة. (٣) عند المطالبة بأن الطفل المتبنى هو طفل بيولوجي عن طريق تقديم شهادة ميلاد وبطاقة عائلية تتضمن اسم الوالد الحاضن باعتباره الوالد البيولوجي، وهو ما قام به المدعى عليه وشقيقه الأصغر في قرية سايوتان، مقاطعة بارانغ، يعد التلاعب بالبيانات السكانية في تبني الأطفال نشاطا مخالفا للقانون رقم 24 لسنة 2013 في شأن تعديل القانون رقم 23 لسنة 2006 في شأن إدارة السكان، وخاصة المادة 94 التي تنص على أن كل من تلاعب في عناصر البيانات السكانية يهدد بالسجن لمدة لا تقل عن سنة. بحد أقصى 6 (ستة) سنوات و/أو غرامة. 75,000,000

ABSTRACT

Adoption of children in Indonesia poses challenges for society, especially concerning the regulations governing it. In principle, adoption is a legal act of taking someone else's non-biological child to be nurtured and treated as one's own offspring. Adoption cases in Sayutan Village, Parang Magetan District, go beyond simply granting guardianship to another person. In practice, there are instances where birth parents relinquish their responsibilities, such as legal rights, financial support, and affection, which leads adoptive parents to make a decision to claim the child as their biological offspring by creating a birth certificate and including the child in the Family Card (Kartu Keluarga) as their biological child.
This research is qualitative field research that uses a legal sociology approach with the problem formulation (1) how do adopted children claim to be legitimate children in Sayutan village, Parang Magetan subdistrict? (2) What is the juridical review of the claim of an adopted child as a legitimate child in Sayutan village, Parang Magetan sub-district? (3) what are the juridical consequences of the claim of an adopted child as a legitimate child in Sayutan village, Parang subdistrict, which is carried out using data collection methods through interviews, observation and documentation. The data is then processed through reduction, presentation and drawing conclusions.
The findings of this research are as follows: (1) The claim of biological child resulting from adoption in Sayutan Village, Parang Magetan District, is a legal event where a child is given by birth parents who feel incapable of providing for the child's well-being, leading them to give the child to someone else. The claim process goes beyond guardianship, as adoptive parents decide to fabricate a birth certificate and include the child in the Family Card as their biological child. (2) The practice of claiming a biological child resulting from adoption in Sayutan Magetan Village is a process undertaken by birth parents to ensure the child's rights are fulfilled. After the child is entrusted to someone else deemed socially and economically capable, they are expected to have a better life. However, this process does not comply with the existing regulations, namely Article 14 paragraph (1) and (2) of Law No. 35 of 2014 concerning Child Protection and Article 171 of the Compilation of Islamic Law (KHI), which stipulates that any child giving must be done and decided by the court. (3) In claiming an adopted child as a biological child by making a birth certificate and family card including the name of the foster parent as the biological parent, which was carried out by the respondent and his younger sibling in Sayutan Village, Parang District, manipulation of population data in child adoption is an activity that is contrary to the Law. No. 24 of 2013 concerning Amendments to Law Number 23 of 2006 concerning Population Administration, especially article 94 which states that anyone who manipulates elements of population data is threatened with imprisonment for a maximum of 6 (six) years and/or a fine of a maximum of Rp. 75,000,000,-.

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisor: Zuhriah, Erfaniah and Muhammad, Muhammad
Keywords: Klaim Anak, Adopsi, Undang-Undang Perlindungan Anak, Kompilasi Hukum Islam; Child Claim, Adoption, Child Protection Law, Compilation of Islamic Law; مطالبات الأطفال، التبني، قانون حماية الطفل، تجميع الشريعة الإسلامية.
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi Magister al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Ajeng Indana Rosyadi
Date Deposited: 01 Nov 2023 08:43
Last Modified: 01 Nov 2023 08:43
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/57227

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item