Praktik denda bagi pihak penerima gadai sawah oleh penerima gadai perspektif 'urf di Desa Bumiharjo, kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung-Timur

Dwi Lestari, Ita (2014) Praktik denda bagi pihak penerima gadai sawah oleh penerima gadai perspektif 'urf di Desa Bumiharjo, kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung-Timur. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Introduction)
10220091 Pendahuluan.pdf

Download (532kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
10220091 Abstrak Indonesia.pdf

Download (257kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: English)
10220091 Abstrak English.pdf

Download (103kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Arabic)
10220091 Abstrak Arabic.pdf

Download (185kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
10220091 Bab 1.pdf

Download (551kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
10220091 Bab 2.pdf

Download (850kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
10220091 Bab 3.pdf

Download (365kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
10220091 Bab 4.pdf

Download (581kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 5)
10220091 Bab 5.pdf

Download (368kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
10220091 Daftar Pustaka.pdf

Download (264kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Appendices)
10220091 Lampiran.pdf

Download (574kB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Selama ini di Desa Bumiharjo telah terjadi transaksi gadai sawah yang telah menjadi adat kebiasaan yang selalu dilakukan oleh masyarakatnya. Yaitu dengan adanya pembebanan denda bagi pihak penggadai oleh penerima gadai apabila pihak penggadai dapat melunasi hutangnya sebelum jatuh tempo. Atau tidak diperbolehkannya pihak penggadai sawah untuk melunasi hutangnya sampai dengan waktu yang telah ditentukan. Penelitian ini ditinjau dari perspektif urf atau adat yang selama ini dilakukan dikalangan masyarakat desa tersebut apakah telah sesuai dengan ketentuan dalam ‘urf yang dibenarkan dalam hukum Islam atau tidak.

Dalam penelitin ini fokusan masalah yang diteliti adalah mengenai praktik denda terhadap penggadai sawah oleh penerima gadai yang berlaku di desa Bumiharjo Batanghari Lampung- Timur. Dan juga bagaimana tinjauan ‘urf terhadap praktik denda bagi penggadai sawah oleh penerima gadai di Desa Bumiharjo Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung-Timur.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana praktik denda yang selama ini dilakukan oleh masyarakat Desa Bumiharjo Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung- Timur yang melakukan praktik gadai sawah. Dan juga tinjauan ‘urf terhadap praktik denda tersebut. Dan Penelitian ini, termasuk kedalam penelitian hukum empiris. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif yaitu dengan memahami fenomena tentang apa yang dialami peneliti. Metode analisis data yang digunakan adalah dengan pendekatan kualitatif.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada praktik denda terhadap penggadai sawah oleh penerima gadai tidak dapat dibenarkan dalam hukum Islam. Karena dalam praktik tersebut terdapat syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh pihak penggadai saat akad terjadi. Sedangkan syarat tersebut termasuk kedalam syarat bathil, sehingga dengan adanya syarat tersebut dapat membatalkan akad. Akan tetapi transaksi gadai tersebut terus dilakukan oleh masyarakat Desa Bumiharjo. Sedangkan apabila adat tersebut ditinjau dengan teori ‘urf maka adat tersebut menyalahi dengan ketentuan mengenai teori ‘urf yang dibenarkan dalam hukum Islam. Karena selain adanya unsur yang melanggar syariat Islam, juga karena adanya kemafsadatan dalam ‘urf tersebut sehingga tidak dapat diserap oleh hukum Islam.

ENGLISH:

During the time, in the Bumiharjo Village is happen the rice fields pawn transactions that have become customary and always done by the community. That is with the imposition of fines for the pawned by the recipient if the recipient pawned of field to pay off the debt before its maturity, or not the permissibility of parties to settle their debts pawned field until the designated time. This research is evaluated from the perspective of urf or custom that has been done among the village community whether is justified or not in accordance with the provisions of the 'urf in Islamic law.

In this research is focus of the problem are a fine practice to pawned rice fields in Bumiharjo Batanghari East Lampung and how is the review of 'urf for pawned fields fine spractice in Bumiharjo Batanghari East Lampung.

The aim of this research is to know how the pawn practices fields that had been conducted by Bumiharjo Batanghari East Lampung community. And alsoreview of 'urf to this practice. This research is included in empirical legal research. A qualitative approach is that by understanding the phenomenon of what is an experienced researcher. Data analysis method used is the qualitative approach.

The results of this study indicate that in fines practice to pawned rice fields by the recipient pawn can not be justified in Islamic law. Because in these practice contained requirements that must be fulfilled by the parties when the pawned contract is happen. Where as these requirements included into requirements falsehood, so with these requirements can invalid date the contract, but the pawn transaction being conducted by the Bumiharjo community. However if the customary be reviewed with the theory of 'urf then the customviolated the terms of the theory of 'urf is justified in Islamic law because in addition to the existence of elements that violate Islamic law and the damaged in 'urf so that can not be absorbed byIslamic law.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Kumkelo, Mujaid
Keywords: Denda; Gadai; ‘Urf; The fine; Pawning
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180127 Mu'amalah (Islamic Commercial & Contract Law) > 18012705 al-Rahn (Pergadaian)
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Bisnis Syariah
Depositing User: Zulaikha Zulaikha
Date Deposited: 28 Jul 2015 02:25
Last Modified: 28 Jul 2015 02:25
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/572

Actions (login required)

View Item View Item