قضايا النقل التداولي في مؤلفات تمام حسان وأهميتها في تصميمي المنهج الدراسي للغة العربية للطلبة الأندونسيين

Hasanah, Mamluatul (2014) قضايا النقل التداولي في مؤلفات تمام حسان وأهميتها في تصميمي المنهج الدراسي للغة العربية للطلبة الأندونسيين. Doctoral thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text
09740008.pdf
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK

Penelitian ini merupakan kajian Interlanguage pragmatic dengan pendekatan pemerolehan Bahasa Kedua. Berdasarkan pengalaman peneliti yang masih saja mengalami transfer pragmatik meskipun sudah belajar bahasa Arab sampai tingkat doktoral, juga penelitian pendahuluan yang dilakukan peneliti pada bulan Mei 2012 dengan menggunakan desain yang ditawarkan Bardovi-Harligdan Kasper yang membandingkan tindak tutur bahasa Arab antara mahasiswa Indonesia dan Mahasiswa Sudan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, hasilnya menunjukkan adanya transfer pragmatic dalam pembelajaran bahasa Arab. Berpijak dari dua postulat ini, maka fokus penelitian ini adalah apa faktor penyebab munculnya transfer pragmatik dalam pembelajaran bahasa Arab di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan bagaimana fenomenanya? Setelah ditemukan factor penyebab dan fenomena dari terjadinya transfer pragmatik dalam pembelajaran bahasa Arab tersebut yang merupakan salah satu problematika dalam pembelajaran bahasa Arab, diharapkan ditemukan solusi dari persoalan itu. Dalam menemukan solusi ini peneliti memilih pemikiran seorang linguis Arab bernama Tammam Hassan dengan alasan bahwa Tammam mempunyai latar belakang penguasaan Turas araby (yang menjadi sumber utama pembelajaran bahasa Arab) dan linguistik barat (yang menjadi sumber kajian pragmatik) yang seimbang,. Berdasarkan hal ini, fokus penelitian yang lain adalah bagaimana pemikiran pragmatik dalam pembelajaran bahasa Arab menurut perspektif Tammam Hassan? Dan bagaimana solusi transfer pargmatik dalam pembelajaran bahasa Arab di Indonesia dalam perspektif Tammam Hassan?

Untuk sampai pada tujuan yang diharapkan penelitian ini dirancang dengan pendekatan kualitatif, dengan tiga desain; penelitian lapangan, studi literartur dan pengembangan. Penelitian lapangan dimaksudkan untuk menjawab persoalan tentang faktor penyebab munculnya transfer pragmatik dan fenemonanya. Studi literatur dirancang untuk membongkar pemikiran Tammam Hassan dibidang pragmatik sebagai solusi atas transfer pragmatik dalam pembelajaran Bahasa Arab. Sedangkan pengembangan dalam penelitian ini dimaksudkan untuk sampai pada rancangan silabus untuk pembelajaran maharah al-kalam dengan perspektif pragmatik.

Setelah selesai penelitian dan melakukan trianggulasi baik trianggulasi teori, trianggulasi data ataupun trianggulasi pakar, hasil penelitian bisa disimpulkan sebagai berikut:

Pertama, Konsep pragmatikyang ditawarkan Tammam Hassan mencakup dua hal: Konsep Pragmatikumum dan prgmatik dalam pembelajaran bahasa Arab. Yang pertama yang mencakup;1) hubungan aktifitas berbahasa dengan penggunanya 2) tatacara penggunaan tanda baca yang benar 3) konteks yang melahirkan wacana yang beragam 4) faktor efektifitas komunikasi 5) sebab kegagalan komunikasi. Sedangkan yang kedua mencakup;1) konsep pemerolehan bahasa, konsep pemerolehan pragmatic dan konsep pemerolehan ketrampilan berbahasa
Kedua, ada lima bentuk transfer pragmatiknegatifyang terjadi dalam pembelajaran bahasa Arab di UIN Maulana Malik Ibriham Malang, 3 diantara seperti yang ditemukan oleh Cohen dan dua yang lain adalah bentuk baru dari transfer pragmatik
Ketiga,terjadinya transfer pragmatic dalam pembelajaran bahasa Arab di Indonesia disebabkan oleh tiga hal; 1) kurangnyainputmetapragmatik dalam proses pembelajaran bahasa Arab. 2) tidak adanya kelas yang berbasis authentic discourse. 3) kurangnya perhatian dosen terhadap realisasi kompetensi pragmatik.
Keempat, Tammam Hassan menawarkan lima langkah untuk mengatasi transfer pragmatik dalam pembelajaran bahasa Arab; 1) mengetahui sebab kurangnya input pragmatik dalam pembelajaran bahasa Arab 2) mengetahui tahapan pemerolehan bahasa terutama pemerolehan pragmatik 3) perubahan filsafat dan paradigma perfikir dalam penelitian bahasa atau pembelajaran bahasa
4) melakukan dialog antara turas araby di bidang linguistic dengan linguistik modern barat 5) mendesain kurikulum berbasis pragmatik.

Dari temuan subtantif di atas, peneliti mencoba untuk melakukan abstraksimenuju temuan formal dengan mendialogkanhasil temuan subtantif dengan berbagai teori yang terkait dengan persoalan tranfer pragmatik serta
mengkontektualisasikannya dalam pembelajaran bahasa Arab di Indonesia. Dari hasil abstraksi tersebut peneliti mengusulkan tiga hal dalam mengatasi transfer pragmatik di Indonesia: pertama, langkah dan prinsip menyusun materi pembelajaran bahasa Arab berbasis pragmatik. Kedua, langkah dan prinsip penyiapan dosen atau guru (yang sadar pentingnya kompetensi pragmatik). Ketiga, langkah dan prinsip mendesain kurikulum bahasa Arab berbasis pragmatik.

ABSTRACT

This research is a study of Interlanguage pragmatic with Second Language acquisition approach. Based on the researcher’s experience in which still experiencing pragmatic transfer although she has been learning Arabic up to doctoral level and the preliminary research conducted on May 2012 using Bardovi-härlig and Kasper design which compare the Arabic speech act between Indonesian students and Sudanese students of UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, it indicates the presence of pragmatic transfer in learning Arabic. Based on these two postulates, the focus of this study is to find out what forms of pragmatic transfer occur and why the pragmatic transfer in learning Arabic at UIN Maulana Malik Ibrahim Malang occurs. Therefore, this study is expected to find the solution of the pragmatic transfer problem in learning Arabic. In order to find the solution, the researcher chose thoughts of an Arabic linguist named Tammam Hassan since he had good background knowledge of both Turas araby that becomes the primary source in teaching and learning Arabic and modern linguistics which is the source of pragmatic study. Accordingly, the other focus of this research is to answer the questions: how are pragmatic thoughts in teaching and learning Arabic from Tammam Hasan perspective? And how are the solutions of pragmatic transfer in Indonesia proposed by Tammam Hasan perspective?

To reach the expected goals, this research is designed using three phases of qualitative approach. The first phase is a descriptive qualitative field research; it is SLA-based interlanguage pragmatic which is process-oriented and focuses on input to determine the phenomena of pragmatic transfer and its causes. The second phase is a texts study to comprehend Tammam Hassan thoughts in the field of pragmatics as a solution of pragmatic transfer in learning Arabic. The last is developing which is used to achieve a planning of syllabus for speaking skill learning process in pragmatic perspective.

After finishing the analysis followed by triangulations of theory, data, and experts, the results of the study can be summarized as follows:
First, the concept of pragmatic offered by Tammam Hasan includes two things: General concept of Pragmatics and Pragmatics in learning Arabic. The former includes: 1) the relationship between language-use activity and its speaker
2) the procedures for the correct use of punctuation 3) the context eliciting the various discourse 4) the factors of communication effectiveness 5) the causes of communication failure. While the latter includes: 1) the concepts of language acquisition, of pragmatic acquisition and of language skills acquisition.
Second, there are five forms of negative pragmatic transfer that occur in learning Arabic at UIN Maulana Malik Ibriham Malang, three of those are as found by Cohen and the other two are new forms of negative pragmatic transfer.
Third, the occurrence of pragmatic transfer in learning Arabic in Indonesia is caused by three things: 1) the lack of meta-pragmatic input in the process of learning Arabic, 2) the absence of authentic-discourse-based classroom, 3) the lack of lecturer’s attention to the realization of pragmatic competence.
Fourth, Tammam Hassan offers five steps to cope with pragmatic transfer in learning Arabic; 1) knowing the causes of the lack of pragmatic input in learning Arabic, 2) understanding the stages of language acquisition, particularly the acquisition of pragmatics 3) changing in thinking paradigm and philosophy of language research or language learning 4) having dialogue between Turas Araby in the field of linguistics and western modern linguistics, and 5) designing pragmatics-based curriculum.

From the mentioned substantive findings, the researcher tries to provide an abstraction toward the formal findings by discussing the substantive findings with various theories related to the issue of pragmatic transfer and contextualizing the results to the learning Arabic in Indonesia. From the results of that abstraction, the researcher then proposes three steps and principles to be done in dealing with negative pragmatic transfer in Indonesia: first, in compiling materials for pragmatic-based Arabic language learning, second, in preparing the lecturers or teachers who are aware of the importance of pragmatic competence, third, in designing pragmatic-based Arabic language curriculum.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Supervisor: Asrori, Imam and Lubis, Torkis
Keywords: Transfer Pragmatik; Kompetensi Pragmatik; Tammam Hassan; Pragmatic Transfer; Pragmatic Competence; Tammam Hassan.
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi Doktor Pendidikan Bahasa Arab
Depositing User: Mohammad Syahriel Ar
Date Deposited: 21 Mar 2017 12:38
Last Modified: 21 Mar 2017 12:38
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/5718

Actions (login required)

View Item View Item