ترجمة الألفاظ العلمية القرانية الي اللغة الأندونيسيية في ضوء المكتشفات العلمية المعاصرة (بالتطبيق علي وضع مخطط المنحج المقرر المادة فن الترجمة لقسم تعليم اللغة العربية بجامعة الشيخ محمد جميل جنبيك الأسلأمية الحكومية ببوكيت تنجي)

Husni, Arman (2013) ترجمة الألفاظ العلمية القرانية الي اللغة الأندونيسيية في ضوء المكتشفات العلمية المعاصرة (بالتطبيق علي وضع مخطط المنحج المقرر المادة فن الترجمة لقسم تعليم اللغة العربية بجامعة الشيخ محمد جميل جنبيك الأسلأمية الحكومية ببوكيت تنجي). Doctoral thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text
09740004.pdf
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (34MB)

Abstract

ABSTRAK

Terjemah merupakan upaya mentransfer ilmu pengetahuan dari satu sumber bahasa ke bahasa yang lainnya. Dalam pola interaksi kelompok bahasa tertentu dengan kelompok bahasa yang lainnya memerlukan sarana interaksi yang jelas serta kaedah yang pas. Aktifitas menterjemah sudah dimulai sejak lama, dan sebagai bukti sejarah ditemukan tulisan-tulisan dalam dua bahasa di era Mesir kuno 3000 tahun sebelum Masehi. Interaksi berkelanjutan berkembang antar berbagai penutur bahasa diberbagai belahan dunia, termasuk antara bahasa Arab dan Indonesia.

Belakangan aktifitas menterjemah merupakah sebuah kebutuhan bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Teks-teks terjemahpun selalu berkembang sesuai dengan perkembangan bahasa. Penterjemahan pun tidak hanya dengan pola klasik harfiah (leterlijk), tapi juga mengalami kemajuan dan perkembangan sesuai dengan kondisi perkembangan wawasan penutur bahasa. Keberagaman teks-teks tidak hanya ada pada bahasa tertentu, begitu juga dalam bahasa Arab keberagaman teks ini juga ditemui, dari ragam gaya teks klasik, modern, begitu juga pada teks keagamaan (Al-Quran dan Hadits).

Peneliti melihat, bahwa teks Al-Quran dalam proses penterjemahannya ke bahasa Indonesia juga mengalami perkembangan, mulai dari corak terjemah harfiah dan tafsiriyah. Ada beberapa model terjemah Al-Quran di Indonesia, diantaranya adalah Terjemah Al-Quran versi Kementerian Agama dan Tarjamah Tafsiriyah oleh ust Muhammad Thalib yang mengkritisi hasil terjemahan Kementerian Agama. Kedua model terjemah ini belum semuanya menggambarkan bahwa lafadz Al-Quran itu mengandung kemukjizatan, terutama pada ayat-ayat kauniah. Hal itu bisa dirasakan tatkala teks-teks Al-Quran dihubungkan dengan berbagai macam temuan ilmu pengetahuan modern. Ada didapati ketidak sesuaian terjemahannya dengan temuan ilmu pengetahuan modern, hal ini memunculkan berbagai komentar dan perdebatan seputar makna Al-Quran.

Tujuan penelitian ini (1) Menggambarkan tentang terjemahan Al-Quran ke bahasa Indonesia dan kaitannya dengan ilmu pengetahuan modern. (2) Menggambarkan proses terjemah Al-Quran dalam kerangka kemukjizatannya. (3) Ketersedian perencanaan pembelajaran terjemah dalam bentuk syllabus seni menterjemah berdasarkan kajian terjemah Al-Quran dari sisi kemukjizatannya untuk mahasiswa Program Study Pendidikan Bahasa Arab, STAIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan mengkombinasikan dengan metode pengembangan, kemudian dimodifikasi melalui langkah-langkah: obsevasi awal, kajian pustaka, analisis konten, analisis kebutuhan dan keinginan mahasiswa dan dosen, pengembangan syllabus, grup diskusi. Dan teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah, observasi, kuesioner. Sedangkan analisis data menggunakan hasil analis konten dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif.

Adapun hasil penelitian didapati bahwa temuan ilmu pengetahuan modern tetap akan sesuai dengan konsep ilmu pengetahuan yang ada dalam Al-Quran, hal ini mengambarkan keunikan bahasa Al-Quran, dalam penelitian ini dijabarkan beberapa temuan tentang terjemahan Al-Quran ditinjau dari kerangka kemukjizatannya:

(1). Kesesuaian terjemahan makna Al-Quran dengan ilmu pengetahuan modern, diberbagai bidang, diantaranya: a) Kesesuaian terjemahan makna lafadz ayat-ayat Al-Quran tentang langit (ayat-ayat kosmos) dengan temuan ilmu pengetahuan modern b) Kesesuai terjemahan makna lafadz Al-Quran seputar bumi dengan temuan ilmu pengetahuan modern, c) Kesesuaian terjemahan makna lafadz Al-Quran seputar ayat-ayat kauniah yang berhubungan antara langit dan bumi dengan ilmu pengetahuan modern. (2) Prosedur terjemah lafadz Al-Quran dalam kerangka kemukjizatannya, mencangkup: a) Kajian makna kemukjizatan lafadz Al-Quran seputar ayat-ayat kauniah di langit, b) Kajian makna kemukjizatan lafadz Al-Quran seputar ayat-ayat kauniah di bumi, c) Kajian makna kemukjizatan lafadz Al-Quran seputar ayat-ayat kauniah antara langit dan di bumi (3) Syllabus pembelajaran Seni Menterjemah untuk mahasiswa Program Study Pendidikan Bahasa Arab, mencangkup, a) Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar matakuliah Seni Menterjemah, b) Posisi Menterjemah Teks Al-Quran dalam Syllabus Seni Menterjemah, c) Analisis kebutuhan mahasiswa terhadap Terjemah Lafadz Al-Quran dari sisi kemukjizatannya. Dari hasil questionar tergambar kebutuhan mahasiswa amat tinggi terhadap Terjemah Al-Quran dari sisi kemukjizatannya e) Pandangan dosen Pendidikan Bahasa Arab terhadap Penterjemahan Lafadz Al-Quran. Didapati juga harapan dan pandangan mereka dalam Penterjemahan Al-Quran dari sisi kemukjizatannya amat tinggi dan sangat dibutuhkan dalam pembelajaran bahasa Arab, kerena sumber utama dalam bahasa Arab adalah Al-Quran.

ABSTRACT

Translation is an attempt to transfer knowledge from one language source to another. In order to understand the interaction patterns of a particular language group with other language groups, a clear interaction medium and appropriate rules are needed. Translating activities have been started since a long time ago, and this is proven by the finding of several scripts written in two languages from ancient Egypt 3000 years before Chris as a hystorical evidence. Sustainable interaction evolved between different language speakers in different parts of the world, including the Arabic and Indonesian.

Later on, the translation activities became a necessity for the development of science.The translation of a scripts are always evolving in accordance with the development of language. The translation activities was not limitted to the classic pattern of literal (leterlijk), but also been advancing and developing in accordance with the development of speakers’ insight. The diversity of the texts are exist in many languages, including Arabic texts with their classic and modern style, and in religious texts (Quran and Hadith).

The author believed that the development in the process of translation of Quran into Indonesian language is also advanced.. There are several version of Quran translation in Indonesia such as The Ministry of Religious Affair version and Tarjamah Tafsiriyah by Muhammad Thalib which criticised the Ministry of Religious Affair version. The ability of both models is considered as very limited in describing the true miracle meaning of the script of Quran, especially in kauniyah verses (verses that can be learn from His creation in nature). These can be seen when the scripts of Quran are confronted with the findings of modern science research. There are some gaps of understanding between the translation and the modern science research findings, these issues are rising many comments and debate around the true meaning of the Quran.

The purpose of this study are (1) to describe the translation of the Quran into Indonesian and its relation to modern science. (2) to describe the process of translation of the Quran in the framework of its miracle. (3) to provide a lesson plans of translation arts in a form of syllabus based on translation studies of the miracle of Quran for students of Arabic Language Education, Study Program, STAIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi .

This study used a qualitative research approach by combining some methods of development, and then modified the methods through the following steps: initial observation, literature review, content analysis, the analysis of the needs and desires of students and faculty, development of syllabus, and discussion groups. The techniques used in this study are: observation and questionnaire,

Whilst the analysis of the data was carried out using analysis of content of descriptive qualitative techniques.

This research found that the modern science discovery will constantly support the concept of science written in Quran, this finding prove that the Quran language is unique. Several findings of the translation of Quran in its miracle point of view are explained in this research such as: (1). Similarity in the meaning of Quran with modern science findings in several areas. a) Similarity between the translation of the meaning of the script of Quranic verses and modern science findings about space (cosmos verses) b) Similarity between the translation of the meaning of the script of Quranic verses and modern science findings about the earth c) Similarity between the translation of the meaning of the script of Quranic verses and modern science findings about kauniyah verses existed between the space and the earth (2) The procedure in translating the script of Quran in its miracle point of view including: a) Studying the miracles meaning of the script of Quran about Kauniyah verses in the space. b) Studying the miracles meaning of the script of Quran about Kauniyah verses in the earth. c) Studying the miracles meaning of the script of Quran about Kauniyah verses existed between the space and the earth. (3) The learning syllabi for the art in translating Quran for students at Arabic Language Education Study Programme included: a) Standard of competency and basic competency of the art in translating course. b)The place of translating of the script of Quran in Syllabi of the art in translating course. c) Analysis of demand for students about the translation of the script of Quran in its miracle point of view. The result of questionnaire showed that the translation of Quran in its miracle point of view is highly demanded by the students. e) The concern of the Arabic Language Education's lecturers. The expectation and concern of them are found to be very high in translating Quran in its miracle point of view and it is very importance in learning arabic language because the prime source of Arabic language is Quran.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Supervisor: Ainin, Mohammad and Lubis, Torkis
Keywords: Terjemah; Ilmu Pengetahuan Modern; Syllabus; Translation; Modern Science; Syllabus
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi Doktor Pendidikan Bahasa Arab
Depositing User: Mohammad Syahriel Ar
Date Deposited: 21 Mar 2017 12:39
Last Modified: 21 Mar 2017 12:39
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/5717

Actions (login required)

View Item View Item