Responsive Banner

Implikasi hukum putusan Actio Pauliana pada perkara kepailitan: Studi putusan Mahkamah Agung nomor 2 PK/Pdt.Sus-Pailit/2020

Pambudi, Langgeng Yulistyo (2023) Implikasi hukum putusan Actio Pauliana pada perkara kepailitan: Studi putusan Mahkamah Agung nomor 2 PK/Pdt.Sus-Pailit/2020. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
18220162.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Actio pauliana hadir guna memberikan bentuk perlindungan kreditor terhadap perbuatan debitor yang menimbulkan kerugian bagi kreditor. Actio Pauliana di adaptasi dari Undang- Undang Kepailitan dan PKPU pasal 41 s.d. pasal 50. Pengaplikasian Actio Pauliana dalam praktiknya dapat diajukan oleh kurator dalam kasus skripsi kali ini. Berdasarkan putusan nomor 2 PK/Pdt.Sus-Pailit/2020. Majelis hakim menolak permohonan peninjauan kembali oleh kurator. Majelis hakim berpendapat bahwa bukti-bukti yang diajukan tidak dapat membuktikan bahwa pihak ketiga mengetahui atau seharusnya mengetahui bahwa penjualan itu akan merugikan kreditor. Namun, akibat hubungan debitor dengan pihak ketiga, harta pailit berkurang, sehingga merugikan kreditor (pihak ketiga). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bahwa actio pauliana dapat memberikan perlindungan hukum yang dilakukan oleh pengelola terhadap kreditor. Namun, tidaklah mudah untuk dapat membuktikan tindakan debitor pailit tersebut, karena nantinya kurator maupun kreditor haurs membuktikan secara kumpulatif unsur-unsur yang terdapat dalam pasal 42 Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang.

Penelitian ini bersifat library research¸ mengkaji putusan Mahkamah Agung dan dikaitkan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk mendukung penelitian. Dalam peneltian ini menggunakan tiga bahasan hukum yang digunakan yakni, bahan hukum primer terdiri Undang-Undang No 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan penundaan Kewajiban Pembayaran Utang, Putusan Mahkamah agung, dan aturan perundang-undangan lain yang terkait.

Disinilah peneliti ingin menganalisis lebih dalam terkait dengan adanya peristiwa tersebut yang sebagaimana tertuang dalam putusan Mahkamah Agung Nomor 2 PK/Pdt.Sus-Pailit/2020 Pengadilan Niaga Jkt.Pst.

ABSTRACT

The Actio Pauliana is present to provide a form of creditor protection against the actions of a debtor that result in harm to the creditor. The Actio Pauliana is adapted from the Bankruptcy and Suspension of Debt Payment Obligations (PKPU) Law, specifically Articles 41 to 50. The application of Actio Pauliana in practice can be filed by the curator in this particular case study. Based on Decision Number 2 PK/Pdt.Sus-Pailit/2020, the panel of judges rejected the request for reconsideration by the curator. The panel of judges held the opinion that the evidence presented could not prove that the third party knew or should have known that the sale would be detrimental to the creditor. However, due to the debtor's relationship with the third party, the bankrupt estate diminished, thus causing harm to the creditor (the third party).

This research aims to determine whether Actio Pauliana can provide legal protection carried out by administrators for the benefit of creditors. However, it is not easy to prove the actions of the bankrupt debtor, as both the curator and creditors must cumulatively prove the elements outlined in Article 42 of Law Number 37 of 2004 concerning Bankruptcy and Suspension of Debt Payment Obligations.

This research takes the form of library research, examining Supreme Court decisions and linking them to applicable regulations to support the study. In this study, three legal sources are used: the primary legal source, Law Number 37 of 2004 concerning Bankruptcy and Suspension of Debt Payment Obligations; Supreme Court decisions; and other relevant legislative regulations. It is in this context that the researcher aims to analyze in greater depth the events as described in Supreme Court Decision Number 2 PK/Pdt.Sus-Pailit/2020 from the Commercial Court of Jakarta Pusat.

مستخلص البحث

أ الأكشن بوليانا حاضر لتوفير نوع من حماية الدائنين ضد أفعال المدين التي تؤدي إلى إلحاق ضرر بالدائن. يعتمد الأكشن بوليانا على قانون الإفلاس وتعليق الالتزامات المالية (PKPU)، وتحديدا المواد من 41 إلى 50. يمكن تقديم الأكشن بوليانا في الممارسة من قبل الوصي في دراسة الحالة هذه بالتحديد. استناداً إلى القرار رقم 2 PK/Pdt.Sus-Pailit/2020، رفضت لجنة القضاة طلب إعادة النظر من قبل الوصي. اعتقدت لجنة القضاة أن الأدلة المقدمة لا تستطيع أن تثبت أن الطرف الثالث كان على علم أو كان يجب عليه أن يكون على علم بأن البيع سيكون مضرًا بالدائن. ومع ذلك، نتيجة للعلاقة بين المدين والطرف الثالث، تناقصت الأموال المفلسة، مما تسبب في الضرر للدائن (الطرف الثالث).

يهدف هذا البحث إلى تحديد ما إذا كان الأكشن بوليانا يمكن أن يوفر حماية قانونية ينفذها المسؤولون لصالح الدائنين. ومع ذلك، ليس من السهل إثبات أفعال المدين المفلس، حيث يجب على الوصي والدائنين أن يثبتوا بشكل تراكمي العناصر المذكورة في المادة 42 من قانون رقم 37 لسنة 2004 بشأن الإفلاس وتعليق الالتزامات المالية.

يأخذ هذا البحث شكل بحث في المكتبة، حيث يتم فحص قرارات المحكمة العليا وربطها بالتشريعات المطبقة لدعم الدراسة. في هذه الدراسة، يتم استخدام ثلاث مصادر قانونية: المصدر القانوني الأساسي، قانون رقم 37 لسنة 2004 بشأن الإفلاس وتعليق الالتزامات المالية؛ قرارات المحكمة العليا؛ والتشريعات التشريعية ذات الصلة. ويهدف الباحث إلى تحليل الأحداث بمزيد من العمق في هذا السياق، كما وصفت في قرار المحكمة العليا رقم 2 PK/Pdt.Sus-Pailit/2020 من المحكمة التجارية في جاكارتا بوسات.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Nasy’iah, Iffaty
Keywords: Kepailitan, Actio Pauliana, Pihak Ketiga
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180120 Legal Institutions (incl. Courts and Justice Systems)
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Bisnis Syariah
Depositing User: Langgeng Pambudi
Date Deposited: 10 Oct 2023 14:30
Last Modified: 10 Oct 2023 14:30
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/56799

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item