Irawati, Nanik (2007) Foreign Exchange (FOREX) Market dalam perspektif keuangan Islam dan praktik ekonomi konvensional: Studi komparasi pada Bank Syariah Mandiri (BSM) dan Bank Indonesia Cabang Malang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
![]() |
Text (Fulltext)
03220074.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (5MB) | Request a copy |
Abstract
ABSTRAK
Foreign Exchange (FOREX) atau biasa disebut dengan perdagangan valuta asing adalah kegiatan jual beli mata uang asing yang dilakukan untuk memperoleh selisih antara harga jual dengan harga beli (profit) atau keuntungan sesuai dengan yang diharapkan. Sedangkan dalam keuangan Islam, pasar valuta asing disebut juga dengan jual beli Sharfi yaitu penjualan menggunakan transaksi dimana emas dan perak dipakai sebagai alat tukar untuk memperoleh emas dan perak.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan bertujuan untuk mengetahui konsep perdagangan valuta asing menurut sistem ekonomi konvensional serta konsep menurut sistem keuangan Islam dengan mengambil objek Bank Indonesia (sebagai bank sentral) serta Bank Syariah Mandiri (sebagai bank yang menggunakan sistem mumi syariah). Penelitian ini dilaksanakan dengan cara mendiskripsikan secara jelas konsep perdagangan valas menurut sistem keuangan Islam dan menurut sistem ekonomi konvensional. Data-data yang diperoleh tersebut kemudian diklasifikasikan dan selanjutnya dianalisa untuk mengetahui keterkaitan antara konsep yang ditawarkan oleh kedua sistem tersebut dengan praktik yang terjadi di perbankan sendiri.
Diantara transaksi valuta asing yang dilakukan oleh bank devisa, antara lain: Jual beli Uang Kertas Asing (UKA)/bank notes, jual beli Travellers Cheque (TC), penerimaan dana dalam valas, pemberian kredit dalam valas dan transaksi derivatif yang meliputi transaksi spot, forward, swap serta margin trading. Dari semua sistem tersebut berdasarkan fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) yang diperbolehkan dalam transaksi valas oleh bank syariah adalah bank notes, Travellers Cheque, Sedangkan dalam praktik yang terjadi di bank syariah selain menggunakan ketiga jenis transaksi tersebut, transaksi valas yang di luar jual beli bank notes hanya dapat dilakukan untuk tujuan hedging (lindung nilai) dan tidak dibenarkan untuk tujuan spekulasi. Selisih antara kurs yang diperjanjikan dalam kontrak dengan kurs tunai (mark to market) pada tanggal penyerahan valuta diakui sebagai keuntungan /kerugian pada saat penyerahan/penarikan dana.
Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
---|---|
Supervisor: | Djalaluddin, Ahmad |
Keywords: | Foreign Exchange (Forex) Market; keuangan Islam; ekonomi Konvensional |
Departement: | Fakultas Ekonomi > Jurusan Manajemen |
Depositing User: | Koko Prasetyo |
Date Deposited: | 03 Oct 2023 11:16 |
Last Modified: | 03 Oct 2023 11:16 |
URI: | http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/56610 |
Downloads
Downloads per month over past year
Actions (login required)
![]() |
View Item |