Pengaruh konsentrasi dan lama perendaman dalam larutan asam sulfat (H2SO4) terhadap pematahan dormansi biji sengon (Paraserianthes falcataria L. Nielsen)

Fauziyah, Erna (2013) Pengaruh konsentrasi dan lama perendaman dalam larutan asam sulfat (H2SO4) terhadap pematahan dormansi biji sengon (Paraserianthes falcataria L. Nielsen). Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Introduction)
09620025 Pendahuluan.pdf

Download (4MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
09620025 Indonesia.pdf

Download (16kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: English)
09620025 Inggris.pdf

Download (15kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Arabic)
09620025 Arab.pdf

Download (44kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
09620025 Bab 1.pdf

Download (223kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
09620025 Bab 2.pdf

Download (646kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
09620025 Bab 3.pdf

Download (198kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
09620025 Bab 4.pdf

Download (359kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 5)
09620025 Bab 5.pdf

Download (157kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
09620025 Daftar Pustaka.pdf

Download (21kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Appendices)
09620025 Lampiran.pdf

Download (458kB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Sengon (Paraserianthes falcataria L. Nielsen) merupakan salah satu jenis tanaman yang dapat mengembalikan kondisi hutan yang terdegradasi (penurunan) dan mampu tumbuh pada kondisi yang kurang mendukung, sehingga sengon termasuk tanaman serbaguna yang sangat penting di Indonesia. Jenis ini dipilih sebagai salah satu jenis tanaman hutan serta tanaman industri di Indonesia karena pertumbuhannya yang sangat cepat, mampu beradaptasi pada berbagai jenis tanah. Dengan melihat tingginya kebutuhan kayu di Indonesia yang cenderung meningkat pertahunnya, maka diperlukan tanaman alternatif yang mampu menghasilkan kayu secara cepat untuk memenuhi kebutuhan kayu di indonesia. Dalam hal ini sengon sangat penting untuk dikembangbiakan, perkembangbiakannya dapat dilakukan dengan menggunakan biji. Akan tetapi masalah utama perkecambahan biji sengon adalah dormansi fisik karena impermiabilitas kulit biji terhadap air. Kulit biji sengon yang keras menyebabkan pengambilan air terhalang kulit biji, sehigga perlu dilakukan uji pendahuluan untuk mematahkan dormansi biji tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan lama perendaman dalam larutan asam sulfat terhadap pematahan dormansi biji sengon (Paraserianthes falcataria L. Nielsen).

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Jurusan Biologi UIN Malik Ibrahim Malang pada bulan Juli-Agustus 2013. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah Konsentrasi asam sulfat 0%, 85%, 90% dan 95%, faktor kedua adalah lama perendaman dalam asam sulfat yaitu 35 menit, 45 menit dan 55 menit. Data yang diperoleh dari penelitian ini dianalisis dengan analisa variansi (ANAVA) dan untuk mengetahui perlakuan terbaik dilakukan uji lanjut dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) degan taraf signifikansi 5%.

Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh konsentrasi dan lama perendaman dalam larutan asam sulfat terhadap perkecambahan biji sengon (Paraserianthes falcataria L.Nielsen). Konsentrasi asam sulfat yang paling efektif untuk waktu kecambah, laju kecambah, daya bekecambah dan panjang hipokotil terdapat pada konsentrasi 90%. Sedangkan lama perendaman dalam asam sulfat yang paling efektif untuk waktu kecambah dan panjang hipokotil adalah 55 menit, sedangkan untuk laju kecambah dan daya berkecambah adalah 35 menit. Interaksi antara konsentrasi dan lama perendaman yang paling efektif untuk waktu kecambah, laju kecambah dan panjang hipokotil adalah konsentrasi 90% dengan lama perendaman 55 menit. Sedangkan untuk daya kecambah terdapat pada konsentrasi 90% dengan lama perendaman 35 menit

ENGLISH:

Silk tree (Paraserianthes falcataria L. Nielsen) is kind of plant that can restore degraded forest conditions (decline) and is able to grow under unfavorable conditions, silk tree is an indonesia multipurpose plant that very important . This plant is choosen as one of forest and industrial plant species in Indonesia, very fast growth, able to adapt in various types of soil. By high demand of wood in Indonesia which still increasing every year, it would required an alternative plant that could produce timber quickly to fulfill the demand for wood in indonesia.. In this case, silk tree is very important to be breed. The growth of Silk tree plant can be done by using the seeds. But the main problem of silk tree seeds germination is physical dormancy because seed coat impermeability of water. The hard seed coat of silk tree causes water withdrawal unobstructed seed coat, So that a preliminary is necessary to break the seed dormancy. The aimed this research is to determine the effect of Concentration and Long Soaking in using sulfuric acid on breaking the seed silk tree dormancy (Paraserianthes falcataria L. Nielsen).

This research is done in the Laboratory of Plant Physiology, Department of Biology UIN Malik Ibrahim Malang in July to august 2013. The design of research was used is a completely randomized design by 2 factorial with 3 replication. The first factor is sulfuric acid concentration 0%, 85%, 90% and 95%, second factor is soaking time in sulfuric acid, 35 minutes, 45 minutes and 55 minutes. The result from this research were analyzed using analysis of variance, and to determine the best treatment is further test using Duncan Multiple Range Test (DMRT) with a significance level of 5%.

The Results of the research showed that there is an influence of chemical scarification with sulfuric acid on silk tree (Paraserianthes falcataria L. Nielsen) seed germination. Sulfuric acid concentration is affect on germination, hypocotyl length, time and rate of sprouts. The most effective concentration for optimal germination is 90%. The best soaking and very effective time in sulfuric acid is 55 minutes. While for velocity and rate germination is 35 minutes. The most effective for Interaction between concentration and immersion for germination time, germination velocity and length of hypocotyl was a concentration of 90% with 55 minutes soaking time. While for the germination, present in concentrations 90% with 35 minutes soaking time

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Savitri, Evika Sandi and Nashichuddin, Achmad
Keywords: Dormansi; Asam Sulfat (H2SO4); Biji sengon (Paraserianthes falcataria L. Nielsen); Dormancy; Sulfuric Acid (H2SO4); Silk tree seed (Paraserianthes falcataria L. Nielsen)
Subjects: 06 BIOLOGICAL SCIENCES > 0607 Plant Biology > 060703 Plant Developmental and Reproductive Biology
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Biologi
Depositing User: Chusnul Faida Ulfa
Date Deposited: 28 Jul 2015 04:37
Last Modified: 28 Jul 2015 04:37
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/561

Actions (login required)

View Item View Item