Responsive Banner

Waris pengganti dalam Perspektif KUH. Perdata (BW): Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan Hukum Islam

Sahroni, Imron (2005) Waris pengganti dalam Perspektif KUH. Perdata (BW): Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan Hukum Islam. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
99210853.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK

Penulisan skripsi berisi tentang waris pengganti yaitu khususnya kewarisan cucu. Yang dimaksud cucu dalam penulisan ini adalah ketika pembagian warisan kakek atau nenek sedangkan ada anak laki-laki atau perempuan yang seharusnya menjadi ahli waris tetapi meninggal lebih dahulu dari pewaris, maka anak-anak dari laki-laki atau perempuan (cucu melalui anak laki-laki atau perempuan) tampil sebagai ahli waris yang menggantikan (sebagai ahli waris pengganti) kedudukan anak laki-laki atau anak perempuan yang telah meninggal lebih dahulu dari pewaris. Ada kecenderungan perbedaan konsep maupun penerapan tentang ahli waris cucu dalam pandangan tiga dasar hukum yaitu KUH. Perdata; Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan Hukum Islam, atas dasar inilah jdul yang diangkat dalam penulisan skripsi ini adalah Waris pengganti dalam perspektif KUH. Perdata (BW); Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan Hukum Islam.

Pokok masalah dalam penelitian literer (library research) adalah waris pengganti dalam KUH. Perdata (BW); Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan Hukum Islam. Dari sini akan diketahui waris pengganti dalam KUH. Perdata; KHI dan Hukum Islam mencakup pengertian, dasar hukumnya dan konsep penerapannya. Untuk membantu dalam penulisan skripsi ini, data diambil dari data primer dan dilengkapi dengan data sekunder. Kedua jenis data ini didapat melalui observasi dan dokumentasi yang selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif komparatif yakni menjelaskan masalah pokok dengan dengan jalan mengkomparasikan atau menghubungkan antara antara faktor pandangan hukum yang satu dengan faktor pandangan yang lain terhadap satu permasalahan.

Inti sari dari hasil yang didapat setelah melalui analisis tersebut adalah; hukum Islam ternyata mengenal adanya waris pengganti walaupun dengan konsep penerapan yang diperketat yaitu disaratkan cucu baik laki-laki maupun perempuan dari keturunan anak laki-laki yang bisa menggantikan orang tuanya dalam menerima waris dikarenakan meninggalnya orang tua mendahului pewaris. Juga dengan syarat tidak adanya anak laki-laki ynag masih hidup. Waris pengganti dalam KUH. Perdata dan KHI jelas sekali pencantumannya sebagai bagian dari pasal mengenai kadudukan cucu dalam waris pengganti.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Mahmudi, Zaenul
Keywords: KUH. Perdata (BW); KHI; Hukum Islam; Waris Pengganti
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Moch. Nanda Indra Lexmana
Date Deposited: 25 Aug 2023 14:03
Last Modified: 25 Aug 2023 14:03
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/56053

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item