Responsive Banner

Pendidikan Agama Islam sebagai upaya preventif dalam mengatasi Dekadensi Moral remaja di MAN Tlogo Blitar

Budianto, Didik (2001) Pendidikan Agama Islam sebagai upaya preventif dalam mengatasi Dekadensi Moral remaja di MAN Tlogo Blitar. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
97110130.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (14MB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK

Pendidikan merupakan suatu kegiatan bimbingan yang dilakukan secara sadar oleh seorang pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani peserta didik menuju terbentuknya kepribadian yang mulia dan utama. Dari smi pendidikan dipandang sebagai salah satu aspek yang memiliki peranan penting dalam membentuk geberasi muda yang handal. Dalam hal ini, pendidikan menjadi tanggung jawab semua pihak, baik itu dirumah tangga, disekolah, maupun dimasyarakat.

Pendidikan agama Islam sebagai tulang punggung untuk mengatasi kenakalan remaja, kiranya perlu mendapatkan perhatian yang serius. Apabila pemberian pendidikan agama Islam pada siswa tidak sungguh-sungguh, kemungkinan besar akan timbul generasi muda yang tidak diinginkan, yaitu sebagai penerus bangsa. Maju mundurnya suatu bangsa terletak pada generasi muda. Apalagi akhir-akhir ini tingkat kenakalan remaja dinilai cukup memprihatinkan, sehingga mendorong penulis untuk melakukan penelitin.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk kenakalan remaja, faktor-faktor yang mempengaruhinya dan peranan pendidikan agama Islam sebagai upaya preventif dalam mengatasi dekadensi atau kenakalan remaja yang terjadi di MAN Tlogo Blitar.

Untuk mencapai tujuan penelitian ini, penulis menggunakan dua pendekatan teoritis yaitu dengan studi kepustakaan dan pendekatan empiris dengan studi lapangan di MAN Tlogo Blitar. Pendekatan teoritis dimaksudkan untuk memberi kerangka teori tentang pendidikan Agama Islam dan dekadensi moral remaja. Sedangkan pendekatan empiris dimaksudkan untuk mengetahui secara langsung dari obyek yang akan dijadikan tempat penelitian yaitu MAN Tlogo Blitar.

Metodologi penelitian dikembangkan dalam rangka memperoleh data yang valid, maka metode yang penulis pergunakan adalah metode observasi, metode interview (wawancara) metode angket, metode dokumenter. Adapun metode analisis data dari angket, penulis menggunakan teknik prosentase dengan rumus :
p = —x 100%

Dari hasil penelitian yang penulis lakukan dapat disimpulkan bahwa dekadensi moral remaja yang terjadi di MAN Tlogo Blitar sifatnya masih wajar, artinya dekadensi atau kenakalan tersebut tidak membahayakan baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain.

Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya dekadensi moral remaja adalah :a). Kurangnya keyakinan beragama, b). Tidak mengetahui norma secara pasti, c). Kurangnya kasih sayang orang tua. d). Lingkungan (rumah tangga, sekolah dan masyarakat).

Upaya yang dilakukan untuk mengatasi dekadensi moral remaja adalah melalui kegiatan-kegiatan sebagai berikut: 1). Kegiatan kurikuler yang dilaksanakan dalam proses belajar mengajar (PBM). 2). Kegiatan ekstra kurikuler, yaitu mengadakan kegiatan diluar jam pelajaran seperti : peringatan hari besar Islam (PHBI) , pondok ramadhan, pengajian, pramuka, palang merah remaja (PMR), dan bimbingan dan penyuluhan (BP).

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Zuhairini, Zuhairini
Keywords: Pendidikan Agama Islam; Dekandensi; Moral; MAN Tlogo Blitar
Departement: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Jurusan Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Koko Prasetyo
Date Deposited: 21 Aug 2023 14:24
Last Modified: 21 Aug 2023 14:24
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/55717

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item