Responsive Banner

Perkawinan pada Masa Iddah: Studi kasus di desa Rembang Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan

Maliki, Maliki (2005) Perkawinan pada Masa Iddah: Studi kasus di desa Rembang Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
01210025.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK

Fenomena perkawinan siri yang terjadi di Desa Rembang secara khusus dan Kecamatan Rembang secara umum sudah menjadi rahasia umum masyarakat dan para akademisi, sehingga menimbulkan berbagai persoalan baru di masyarakat. Salah satunya adalah perkawinan pada masa iddah yang terjadi di Desa Rembang ini pada tahun 1996. Masalah tersebut meresahkan warga masyarakat yang akhirnya para ulama, tokoh masyarakat dan perangkat desa mengeluarkan fatwa haram tentang perkawinan yang terjadi pada masa iddah tersebut.

Penelitian ini dilaksanakan dengan harapan dapat mengetahui bagaimana pemahaman masyarakat Desa Rembang terhadap hukum perkawinan pada masa iddah dan masalah-masalah apa saja yang melatarbelakangi perkawinan pada masa iddah ini sampai terjadi.

Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif dengan setting penelitian di Desa Rembang Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan. Paradigma yang dipakai adalah intepretif dan jenis penelitian ini adalah studi kasus. Proses berjalannya penelitian ini sangat tergantung dari para informan yang berkompeten, terutama dua informan kunci yang dipilih secara purposive sample. Kemudian diharapkan akan dapat informan yang lain secara snowball sample sehingga informasi yang didapat lebih komprehensif dan sesuai dengan tujuan penelitian ini. Dari wawancara secara langsung terbuka dengan para informan ini akan didapat informasi dan diolah dalam bentuk laporan tertulis dengan mereduksi, disajikan, disimpulkan, dan dianalisis. Informasi ini akan didukung dengan observasi langsung Desa Rembang dan data monografi desa tersebut.

Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa perkawinan pada masa iddah di Desa Rembang terjadi karena adanya perbedaan pemahaman dari pihak istri dengan mantan suami pertamanya. Pihak istri dalam proses perceraian menggunakan tradisi budaya setempat yang mana perceraian dapat terjadi dengan perginya suami pertama dari rumah bersama dengan waktu tertentu disesuaikan dengan tingkat kesabaran pribadi meskipun tanpa mengucapkan ikrar talak oleh pihak suami pertama. Sedangkan pihak suami pertama berpegangan dalam ajaran Islam bahwa talak jatuh setelah suami mengucapkan ikrar talak kepada istri di hadapan dua orang saksi laki-laki. Masalah-masalah yang melatarbelakangi perkawinan pada masa iddah di Desa Rembang ini adalah rendahnya pendidikan masyarakat Desa Rembang sehingga apa yang dikatakan oleh ulama mereka akan ikut melaksanakannya, pemahaman agama masyarakat akan hukum masa iddah, budaya dan tradisi yang dipertahankan secara turun menurun, ekonomi, adanya para pihak dari munakkih dengan memanfaatkan tradisi desa ini sebagai ladang penghasilan, adanya industrialisasi yang menggeser pekerja yang berasal dari Desa Rembang, kurangnya penyuluhan dari pihak terkait tentang hukum perkawinan baik itu dari para pejabat pemerintahan Kabupaten Pasuruan ataupun dari para akademisi yang berkompeten terhadap masalah-masalah yang berkembang seputar hukum perkawinan.

ABSTRACT

The Siri marriage phenomena found in Rembang Village especially and Rembang Subdistrict generally becomes the public secret of society and the scholarship, so brings a new problem for the society. One of it is a marriage during the iddah was happened in Rembang Village in 1996. These was a marriage during iddah disturbs the society surrounds in which it end write the release of forbidden by the ulama (Islamic leader) towards the marriage during iddah it was. In this research called munakkih.

The purposes of this research is to know how the societies of Rembang Village understanding about marriage law during iddah and what is the background problems of it.

The research method used is describtive-qualitative refers to Rembang Village Rembang Subdistrict Pasuruan Regency to be locus research. Paradigm used is intepretif and this research is case study. The process of this research absolutely depends of the competent informan, especially two key informans are chosen with purposive sample, supported by other infonnans that choose with snowball sample to get more comprehenshive and accurate information based on the purposes of this research. Through the face to face interview with the infomans. The information will be processed in the format written report by reducting, serving, concluding, and analysing. This information will be supported by an observation of Rembang Village and the monography data of the village.

The obviously can be seen from the research that marriage during iddah in the Rembang Village happend because of the understanding from the first wife the former husband. The using of an old custom and culture by the former wife comes together with the divorce, by the leaving of the former husband from this former wife appropiatcs citli the individual patience even although there is no divorce attachment from the former husband. In contrary, the husband follows the Islamic rule in which is the divorces process, signed by the divorce attachment to the wife, based on the Islamic rule. It also found the background problems of the marrige during iddah in Rembang Village are the lower eduction to get by society, so their understanding of religion following what the ulama say, society understanding of religion concerning with iddah law, culture and custom that the kept decendly, that the munakkih side exploits this old tradition as their "salary field”, industrialize in which the worker mostly come outside of the factory, less training from the oenum geverment or competence of scholarships to concern marriage law problems.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Sumbulah, Umi
Keywords: Nikah Sirri; Iddah; Munakkih The Sirri Marriage; Iddah; Munakkih
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Moch. Nanda Indra Lexmana
Date Deposited: 15 Aug 2023 14:19
Last Modified: 15 Aug 2023 14:19
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/55683

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item