Parnidi, Parnidi (2005) Daya antifungal ekstrak Sambiloto (Andrographis Pantculata (Burm F.) Ness.) terhadap pertumbuhan Jamur Colletotrichum Musae (Berk, Et Curt.) Arx. dan Fusarium Oxysporum Schlecht.F.Sp. Cubense (E.F.Smith) Synd Et Hans. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
![]() |
Text (Fulltext)
01520017.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (15MB) | Request a copy |
Abstract
ABSTRAK
Jamur Colletotrichum musae dan Fusarium oxysporum Schlecht.fsp. cubense merupakan jamur patogen pada tanaman pisang. Saat ini kedua jamur dipandang sebagai penyakit yang sangat merugikan. Pengendalian hayati dipertimbangkan setelah penggunaan fungisida sintetis terbukti dapat merusak ekosistem. Tumbuhan sambiloto mengandung senya٦va diantaranya adalah diterpen lakton yang bersifat fungistatik. Berdasarkan latar belakang tersebut penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui daya antifungal ekstrak sambiloto {Andrographis paniculata (Burm f.) Ness} terhadap pertumbuhan koloni jamur Colletotrichum musae dan Fusarium oxysporum Schlechtfsp. cubense. (2) Mengetahui daya antifungal ekstrak sambiloto {Andrographis paniculata (Burm f) Ness} yang paling efektif untuk menghambat atau membunuh pertumbuhan jamur Colletotrichum musae dan Fusarium oxysponim Schlecht.fsp. cubense.
Penelitian ini dilakukan di ]Laboratorium Biologi Universitas Islam Negeri Malang, pada bulan Juli-September 2005- Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap. Data yang diperoleh berupa diameter pertumbuhan jamur pada media Potato Dextrosa Agar dan persentase penghambatan ekstrak sambiloto terhadap kedua jatnur. Data hasil penelitian dianalisis dengan Anava tunggal dan untuk mengetahui perbedaan hasil perlakuan digunakan Uji Jarak Duncan (37ل) dengan taraf signifikansi 5%. Ekstrak sambiloto yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekstrak dari tumbuhan sambiloto yang didapat dari kawasan Hutan Jati di RPH Sentul, Ngawi dalam berbagai konsentrasi yaitu: 0%و 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Ekstrak sambiloto mempunyai daya antifimgal terhadap pertumbulian jamur Colletotrichum musae dan Fusarium oxysporum Schlecht.fsp. cubense, semakin tinggi konsentrasi ekstrak sambiloto semakin tinggi pula daya antifungalnya. (2) Konsentrasi ekstrak sambiloto yang paling efektif dalam mengliambat pertumbuhan jamur Colletotrichum musae dan Fusarium oxysporum Schlecht.fsp. cubense adalah konsentrasi 60% yang ditunjukkan dengan rerata diameter pertumbuhan koloni kedua jamur yang berbeda nyata dengan konsentrasi 0% (kontrol), 20% dan 40% serta tidak berbeda nyata dengan konsentrasi 80% dan 100% dan persentase daya hambat ekstrak samiloto seesar 92,42% untuk jamur Colletotrichum musae dan 93,90% untuk jamur Fusarium oxysponim Schlecht.fsp. cubense pada pengamatan hari terakhir.
Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
---|---|
Supervisor: | Utami, Ulfah |
Keywords: | Antifungal; Ekstrak Sambiloto; Jamur Colletotrichum musae; Jamur Fusarium oxysponim Schlecht.fsp. cubense |
Departement: | Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Biologi |
Depositing User: | Koko Prasetyo |
Date Deposited: | 15 Aug 2023 10:03 |
Last Modified: | 15 Aug 2023 10:03 |
URI: | http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/55662 |
Downloads
Downloads per month over past year
Actions (login required)
![]() |
View Item |