Responsive Banner

Tinjauan Fiqh terhadap Pasal 211 KHI: Studi kasus tentang Hibah Orang Tua dapat diperhitungkan sebagai Warisan

Wijaya, Tomi Riza Adna (2005) Tinjauan Fiqh terhadap Pasal 211 KHI: Studi kasus tentang Hibah Orang Tua dapat diperhitungkan sebagai Warisan. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
00210089.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK

Adanya suatu ketidak jelasan yang terdapat dalam pasal 211 KHI, yang mengaitkan antara hibah dan warisan, dalam hal ini hibah orang tua terhadap anaknya. Maka pasal 211 KHI ini perlu ditinjau kembali dari perspektif fiqh, padahal dalam buku-buku fiqh, pembahasan antara hibah dan warisan dijelaskan pada pasal atau bab yang terpisah. Sehingga timbul pertanyaan. Mengapa hibah orang tua dapat diperhitungkan sebagai warisan? Bagaimana tinjauan fiqh terhadap pasal 211 KHI?

Dengan menggunakan pendekatan kualitatif; kami mencoba untuk menjelaskan masalah di atas, dengan cara mencari, menemukan, membaca, memahami dan mencatat data-data pada kitab-kitab fiqh sebagai landasan teoritis dalam penelitian ini, akhirnya kami sampai pada kesimpulan, Pertama, dapatnya hibah orang tua dijadikan warisan, sebagaimana yang terdapat dalam pasal 211 Kompilasi Hukum Islam adalah karena alasan keadilan dan untuk mencegah perpecahan didalam rumah tangga yang disebabkan adanya ketidakadilan di dalam pembagian harta. Kedua, tidak ada pembahasan yang konkrit didalam kitab-kitab fiqh yang membolehkan hibah orang tua dapat dijadikan harta warisan. Namun demikian, fiqh mengharuskan adanya pemerataan atau keadilan dalam pembagian harta diantara anak-anak. Sesungguhnya inilah titik persamaan antara fiqh dan Kompilasi Hukum Islam yang terdapat dalam pasal 211 KHI dalam pembahasan tentang hibah orang tua terhadap anak-anaknya. Kedua-duanya (fiqh dan KHI) sama-sama mengandung dan mengangkat nilai keadilan dalam masalah ini.

Diakhir penelitian ini kami menyarankan bahwa penelitian ini bukan bermaksud mencari kelemahan pada kedua produk hukum (fiqh dan KHI), akan tetapi untuk mencari kejelasan di antara keduanya, terutama dalam pembahasan hibah, sehingga kami mengharapkan tidak ada keraguan dalam mengamalkan kedua produk hukum tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, kami menyarankan terutama kepada semua orang tua agar selalu bertindak adil di dalam segala hal, terutama dalam pembagian harta kepada anak-anaknya.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Mahmudi, Zaenul
Keywords: Hibah; Orang Tua; Anak; Fiqh; KHI
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Moch. Nanda Indra Lexmana
Date Deposited: 15 Aug 2023 14:23
Last Modified: 15 Aug 2023 14:23
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/55570

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item