Responsive Banner

Kawin Paksa sebagai penyebab Putusan Perceraian: Kasus No. 268/Pdt.G/2004/PA.Spg

Zakariya, Masduqi (2005) Kawin Paksa sebagai penyebab Putusan Perceraian: Kasus No. 268/Pdt.G/2004/PA.Spg. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
00210051.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK

Alasan perceraian yang sering terjadi, kebanyakan disebabkan oleh ketidakharmonisan antara suami dan istri. Alasan ketidakharmonisan ini bisa dilatar belakangi oleh beberapa alasan. Salah satu alasan tersebut disebabkan tidak ada rasa cinta dan kasih sayang antara keduanya ketika mereka kawin. Perkawinan yang mereka lakukan semata-mata hanya menuruti kemauan orang tua masing-masing atau dikawinkan dengan paksa. Alasan kawin paksa inilah yang kemudian dijadikan alasan perceraian, seperti yang terjadi di Pengadilan Agama Sampang dengan nomor perkara: 268/ Pdt.G/2004/PA.Spg.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapat Hakim Pengadilan Agama Sampang berkaitan dengan kawin paksa dalam perkara perceraian No. 268/ Pdt.G/ 2004/ PA.Spg dan untuk mengetahui mengapa kawin paksa menjadi sebab perceraian pada kasus tersebut.

Metode yang peneliti gunakan adalah bersifat deskriptif dengan pendekatan konseptual dan analisis terhadap permasalahan yang diambil dengan mengkorelasikan data-data di lapangan. Adapun data-data yang diperoleh dengan menggunakan metode interview atau wawancara dan dokumentasi. Interview atau wawancara dilakukan dengan Hakim Pengadilan Agama Sampang sebagai responden.

Pada dasarnya alasan perceraian yang disebabkan oleh kawin paksa bukan merupakan alasan dari beberapa alasan yang terdapat dalam Undang-Undang Perkawinan. Di dalam pasal 39 Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tidak dijelaskan secara rinci mengenai alasan perceraian karena kawin paksa, akan tetapi dalam pelaksanaannya perkawinan tersebut bisa mengakibatkan pertengkaran dan perselisihan yang terus menerus antara suami istri dan tidak bisa lagi diharapkan untuk hidup rukun, sebagaimana pada kasus perceraian nomor perkara: 268/ Pdt.G/ 2004/ PA.Spg. Hal tersebut dilakukan karena hanya menuruti kemauan orang tua masing-masing. Dengan demikian, tujuan dan hikmah perkawinan yang dicita-citakan tidak dapat diraih.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Sumbulah, Umi
Keywords: Kawin Paksa; Perceraian
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Moch. Nanda Indra Lexmana
Date Deposited: 15 Aug 2023 14:23
Last Modified: 15 Aug 2023 14:23
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/55525

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item