Kepemimpinan kepala sekolah dalam membangun budaya kerja berbasis pesantren: Studi multi situs di SMA Nurul Jadid dan SMA Unggulan Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Mundiri, Akmal (2016) Kepemimpinan kepala sekolah dalam membangun budaya kerja berbasis pesantren: Studi multi situs di SMA Nurul Jadid dan SMA Unggulan Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
10730011.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB)

Abstract

INDONESIA:

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki karakteristik melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai kepesantrenan dengan dipimpin langsung oleh seorang kyai. Dalam perkembangannya, pesantren yang pada mulanya hanya mengajarkan ilmu-ilmu agama, atas dasar kebutuhan nyata (hajah) dan tuntutan perkembangan masyarakat (himmah al-mujtama’), juga menyediakan pendidikan umum. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya pergeseran paradigma (shifting paradigm) dalam model kepemimpinan dan budaya kerja yang dikembangkan sekolah yang ada di pesantren yang lebih menuntut nilai dan unjuk kerja yang profesional. Kepala sekolah sebagai pemimpin lembaga pendidikan di lingkungan pesantren memiliki peran yang sangat strategis dalam mengelola orang (managing people) maupun mengelola pola pikir (managing mind set) dalam mengubah paradigma budaya kerja yang menggabungkan nilai-nilai kerja modern dan kepesantrenan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menemukan; 1) Bagaimana konsep budaya kerja sekolah berbasis pesantren?; 2) bagaimana perilaku kepemimpinan kepala sekolah dalam membangun budaya kerja berbasis pesantren?; dan 3) bagaimana dampak kepemimpinan kepala sekolah dalam membangun budaya kerja berbasis pesantren?

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian studi kasus, dan dengan rancangan multi situs. Teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dalam dua tahap; tahap analisis kasus individu dan analisis lintas situs. Analisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; pertama, konsep budaya kerja sekolah berbasis pesantren adalah mengintegrasikan nilai-nilai baru yang lebih baik menjadi sikap dan perilaku manajemen dalam menghadapi tantangan baru. Perilaku kerja tersebut mengubah cara kerja lama menjadi cara kerja baru yang menggabungkan nilai pesantren dengan modern yang berorientasi untuk meningkatkan produktifitas kerja dalam memuaskan pelanggan. Nilai-nilai kerjanya meliputi kerja adalah ibadah, tawaddlu (rendah hati), panggilan jiwa (ruhul jihad), tawakkal, tabarrukan, jujur, dan amanah. Sedangkan produktifitas kerjanya berupa ide pengembangan, inovatif, sistem manajemen dan kualitas pelayanan, dan karya-karya profesional. Dengan demikian, di sekolah berbasis pesantren telah terjadi transkulturasi nilai pesantren. Kedua, perilaku kepemimpinan kepala sekolah yang; 1) orientasi tugas, 2) orientasi hubungan, dan 3) orientasi nilai-nilai spiritual. Ketiga, Kepemimpinan kepala sekolah dalam membangun budaya kerja berbasis pesantren berdampak pada komitmen afektif, komitmen normatif, kepuasan kerja dan minimnya turnover intentions, serta adanya keterlibatan kerja secara fisik, emosional, dan kognitif.

Berdasarkan hal tersebut, temuan formal dari penelitian ini adalah kepemimpinan transformatif-situasional berbasis transkulturasi nilai pesantren, yang merupakan gaya kepemimpinan yang berubah dan tergantung nilai dan tujuan organisasi.

ENGLISH:

Pesantren is an Islamic educational institution that has characteristics in preserving and developing the unique of pesantren values has been le by kyai. In its development, at first pesantren only teaches religious sciences, by real needs (hajah) and by demands of society (al-himmah al-mujtama'), also provides the general education. It causes the occurance of shifting paradigm in the model of leadership and work culture which is developed by the school in pesantren that demands more of values and professionals performance. The headmaster as a leader of educational institution in pesantren has a very strategic role in managing people or mindset in transforming paradigm of work culture that combines the values of modern work and pesantren. Therefore, this study is aims to find; 1) How is the concept of work culture in school based pesantren?; 2) how is the behavior of the headmasters leadership in building a work culture based pesantren?; 3) how is the impact of headmasters leadership in building a work culture based pesantren?

This study uses a qualitative approach with case study and multi-site design. The technique of collecting data are observation, indepth interviews, and documentation. Data analysis was performed in two stages; stage of individual cases analysis and cross site analysis. The analysis uses data reduction, data display, and conclusion or verification.

The results of this research shows that; First, the concept of work culture in school based pesantren is integrating better of new values into attitude and behavioral management in confronting new challenges. The work behavior changes old work method into a new work method that merges the pesantren and modern values which purposes to improve labour productivities in satisfying the customers. The work values are; work is worship, tawaddlu’ (humble), call of the soul (ruhul jihad), tawakkal, tabarrukan, honest, and trustworthy. While the work productivities are; developmental ideas, innovative, management system and quality of service, and professional products. Thus, the school-based pesantren applies a transculturation of pesantren value. Second, headmasters leadership behavior; 1) task orientation, 2) relationship orientation, and 3) spiritual values orientation. Third, the leadership of headmaster in building a work culture based on pesantren has impact to the affective commitment, normative commitment, job satisfaction and lack of turnover intentions, and the involvement of working physically, emotionally, and cognitively.

Based on these, a formal finding of this study is transformative-situational leadership based on transculturation of pesantren values, which is a style of leadership changes and depends on the value and purpose of the organization.

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisor: Hady, Samsul
Keywords: Kepemimpinan Kepala Sekolah; Budaya Kerja; Pesantren; School Leadership; Work Culture; Pesantren
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam
Depositing User: Imam Rohmanu
Date Deposited: 03 Jan 2017 09:15
Last Modified: 03 Jan 2017 09:15
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/5544

Actions (login required)

View Item View Item