Responsive Banner

Dampak Perceraian Orang Tua terhadap Kondisi Psikologis Anak: Studi kasus di Kecamatan Lowokwaru, Malang

Islamia, Farida (2007) Dampak Perceraian Orang Tua terhadap Kondisi Psikologis Anak: Studi kasus di Kecamatan Lowokwaru, Malang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
00410027.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (14MB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK

Keluarga merupakan unit terkecil di masyarakat yang dianggap sangat penting, sehingga pernikahan tidak dapat dianggap suatu permainan, karena kelangsungan pernikahan ini tidak hanya menyangkut kepentingan seorang individu tertentu, akan tetapi menyangkut generasi berikutnya yaitu anak. Rendahnya moralitas dan perilaku sosial anak yang menyimpang sering kali muncul dari keluarga yang tidak harmonis. Tidak sedikit anak-anak yang menjadi korban orang tuanya bercerai, pendidikannya terlantar, tidak terurus, kandas di tengah jalan. Adalah hakekat seorang anak, bahwa dalam pertumbuhan dan perkembangannya ia membutuhkan uluran tangan dari kedua orang tuanya. Orang tualah yang paling bertanggung jawab dalam memperkembangkan keseluruhan eksistensi anak, termasuk disini kebutuhan-kebutuhan fisik dan psikis, sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang ke arah kepribadian yang harmonis dan matang.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak perceraian orang tua terhadap kondisi psikologis anak, beserta kebutuhan psikologis apa yang dibutuhkan anak sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang ke arah peribadian yang harmonis dan matang.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian di sini ada 3. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, angket., dan dokumentasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada persamaan pada kondisi psikologis anak yang orang tuanya bercerai, mereka semua merasa tidak tentram, karena perceraian orang tua mereka merupakan masa yang kritis buat mereka, terutama menyangkut hubungan dengan orang tua yang tidak tinggal lagi bersama, berbagai perasaan berkecamuk didalam batin anak-anak. Sedangkan untuk menjadi anak yang tumbuh dan berkembang ke arah kepribadian yang harmionis dan matang, seorang anak membutuhkan kebutuhan psikologis yang bisa terpenuhi. Pada penelitian ini, ketiga subyek mempunyai kebutuhan psikologis yang sama, yaitu pada kebutuhan akan kasih sayang, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan sukses, sedangkan untuk kebutuhan akan harga diri dan kebutuhan untuk dikenal masing-masing subyek memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Pada subyek satu kebutuhan akan untuk dikenal berada pada tingkat sedang, pada subyek kedua kebutuhan akan harga diri dan kebutuhan akan untuk dikenal berada pada tingkat sedang, sedangkan pada subyek ketiga kebutuhan akan harga diri dan kebutuhan untuk dikenal berada pada tingkat sangat besar.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Mahmudah, Siti
Keywords: Perceraian Orang Tua; Kondisi Psikologis Anak
Departement: Fakultas Psikologi > Jurusan Psikologi
Depositing User: Moch. Nanda Indra Lexmana
Date Deposited: 15 Aug 2023 14:30
Last Modified: 15 Aug 2023 14:30
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/55387

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item