Responsive Banner

Perlindungan hukum bagi pekerja di lembaga sosial yang telah dinonaktifkan akibat penyelewengan dana donasi masyarakat: Studi kasus aksi cepat tanggap Surabaya

Karina, Sofi (2023) Perlindungan hukum bagi pekerja di lembaga sosial yang telah dinonaktifkan akibat penyelewengan dana donasi masyarakat: Studi kasus aksi cepat tanggap Surabaya. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
19220142.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Kasus pemberhentian pekerja di lembaga ACT (akibat penyelewengan dana donasi masyarakat) berdampak pada pemenuhkan hak-hak pekerja. Beberapa hak pekerja pasca PHK seharusnya dipenuhi berdasarkan kontrak kerja dan UU Ketenagakerjaan adalah pesangon dan/atau uang penghargaan masa kerja, uang penggantian hak yang seharusnya diterima. Untuk menganalisis implementasi hak-hak yang seharusnya diterima oleh pekerja, maka penelitian ini dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum dari terhadap tenaga kerja yang di-PHK tanpa mendapatkan pesangon menurut UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan perspektif maqāṣid sharī’ah. Jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan penyebaran kuisioner dan wawancara kepada mantan pekerja ACT Surabaya yang kemudian dianalisis secara deskriptif-kualitatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) bentuk perlindungan hukum pada dasarnya terdapat 2 (dua) macam, yaitu perlindungan hukum preventif diwujudkan dengan adanya kebijakan pemerintah atas diwajibkannya pemberian pesangon bagi pegusaha terhadap pekerjanya sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan; perlindungan represif diwujudkan dengan pekerja diperbolehkan mengajukan gugatan terhadap Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) berdasarkan pada Pasal 136 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Ketenagakerjaan untuk menyelesaikan perselisihan hubungan industrial; (2) bentuk perlindungan hukum ketenagakerjaan dalam perspektif maqāṣid sharī’ah yaitu melindungi hak-hak tenaga kerja terhadap agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Namun ketika terjadi tindakan PHK, perlindungan terhadap harta mereka tidak terpenuhi, sehingga berdampak juga pada perlindungan terhadap jiwa, akal, dan keturunan. Akibatnya mereka merasa dirugikan, padahal hak pesangon telah dilindungi di dalam kontrak kerja, tetapi pengusaha tidak melaksanakannya. Islam mewajibkan untuk menepati janji yang telah mereka buat, sebagaimana firman Allah pada surah Al-Isra’ ayat 34. Hal ini sebagai bentuk perlindungan hukum Islam terdapat dalam akad perjanjian, yang wajib dilakukan.

ABSTRACT

The case of dismissal of workers at ACT institutions (due to misappropriation of community donation funds) has had an impact on fulfilling workers' rights. Some of the rights of workers after layoffs should be fulfilled based on the employment contract and the Labor Law, namely severance pay and/or gratuity pay, compensation for entitlements that should be received. To analyze the implementation of the rights that workers should receive, this research was conducted. The purpose of this study was to find out the form of legal protection for workers who were laid off without receiving severance pay according to Law no. 13 of 2003 concerning Manpower and the maqāṣid sharī’ah perspective. The type of research used is empirical juridical with a descriptive-qualitative approach. The data collection method used was by distributing questionnaires and interviewing former ACT Surabaya workers which were then analyzed descriptively-qualitatively.

The results of the study show that: (1) there are basically two forms of legal protection, namely preventive legal protection realized by the government's policy of mandating severance pay for employers against their workers in accordance with Law Number 13 of 2003 concerning Manpower; repressive protection is realized by allowing workers to file a lawsuit against the Industrial Relations Court (PHI) based on Article 136 paragraphs (1) and (2) of the Manpower Law to resolve industrial relations disputes; (2) the form of labor law protection in the perspective of maqāṣid sharī’ah, namely protecting the rights of workers to religion, soul, mind, lineage and property. But when layoffs occur, the protection of their assets is not fulfilled, so that it also has an impact on protecting the soul, mind and offspring. As a result, they feel aggrieved, even though the right to severance pay has been protected in the work contract, but the employer has not implemented it. Islam obliges them to keep the promises they have made, as Allah says in surah Al-Isra 'verse 34. This is a form of protection in Islamic law contained in the contract, which must be carried out.

مستخلص البحث

كان لقضية فصل العمال في مؤسسات (بسبب اختلاس أموال التبرعات المجتمعية) تأثير على إعمال حقوق العمال. يجب استيفاء بعض حقوق العمال بعد التسريح بناءً على عقد العمل وقانون العمل ، أي مكافأة نهاية الخدمة و / أو مكافأة المكافأة ، والتعويض عن المستحقات التي ينبغي الحصول عليها. لتحليل تنفيذ الحقوق التي يجب أن يحصل عليها العمال ، تم إجراء هذا البحث. كان الغرض من هذه الدراسة هو معرفة شكل الحماية القانونية للعمال الذين تم تسريحهم دون الحصول على مكافأة نهاية الخدمة وفقا للقانون رقم. قانون رقم ثلاثة عشر لسنة ألفين وثلاثة في شأن القوى العاملة ومنظور المقاصد الشرعي. نوع البحث المستخدم قانوني تجريبي مع منهج وصفي نوعي. كانت طريقة جمع البيانات المستخدمة من خلال توزيع الاستبيانات وإجراء مقابلات مع العاملين السابقين استجابة سريعة سورابايا والتي تم تحليلها وصفيًا نوعيًا.

تظهر نتائج الدراسة أن: أولاً يوجد أساسًا شكلين اثنين من الحماية القانونية ، وهما الحماية القانونية الوقائية التي تحققت من خلال سياسة الحكومة لفرض تعويضات نهاية الخدمة لأصحاب العمل ضد عمالهم وفقًا للقانون رقم ثلاثة عشر لعام ألفين وثلاثة بشأن القوى العاملة. ؛ تتحقق الحماية القمعية من خلال السماح للعمال برفع دعوى قضائية ضد محكمة العلاقات الصناعية بناءً على المادة مائة وستة وثلاثون الفقرتين واحد واثنين من قانون القوى العاملة لحل نزاعات العلاقات الصناعية ؛ ثانية شكل حماية قانون العمل من منظور مقاصد الشريعة ، أي حماية حقوق العمال في الدين والنفس والعقل والنسب والأصول. ولكن عند حدوث تسريح للعمال ، لا تتحقق حماية ممتلكاتهم ، بحيث يكون لها أيضًا تأثير على حماية الروح والعقل والنسل. ونتيجة لذلك ، يشعرون بالحزن ، على الرغم من حماية الحق في مكافأة نهاية الخدمة في عقد العمل ، لكن صاحب العمل لم ينفذه. يُلزمهم الإسلام بالوفاء بالوعود التي قطعوها ، كما قال الله في سورة الإسراء آية أربعة وثلاثون. وهذا شكل من أشكال الحماية في الشريعة الإسلامية الواردة في العقد ، والتي يجب تنفيذها.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Amaliah, Rizka
Keywords: Perlindungan Hukum; Tenaga Kerja; PHK; Pesangon; Legal Protection; Labor; Layoffs; Severance pay الحماية القانونية؛ العمل؛ التسريح؛ تعويضات الإقالة.
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180118 Labour Law
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Bisnis Syariah
Depositing User: Sofi Karina
Date Deposited: 26 Jul 2023 11:02
Last Modified: 26 Jul 2023 11:02
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/54991

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item