Responsive Banner

Pelaksanaan Wali Hakim sebab Tawara’ di Kantor Urusan Agama Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang: Kajian Hukum Progresif

Syafi’i, Achmad (2018) Pelaksanaan Wali Hakim sebab Tawara’ di Kantor Urusan Agama Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang: Kajian Hukum Progresif. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
16780013.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK

Pelaksanaan wali hakim sebab tawara>’ di KUA Kecamatan Jombang adalah satu-satunya perkawinan yang terjadi di Kabupaten Jombang. Sebagaimana perkawinan antara Susilo dan Ely Ermawati. Saat dilakukan pemeriksaan dengan wali dan calon pengantin, wali menampakkan kesediaan menjadi wali nikah di hari yang ditentukan. Saat hari pernikahan tiba, wali tidak hadir. Ketidakhadiran wali sengaja untuk menghindari menikahkan putrinya. Sebagaimana Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan Urusan Haji Kementerian Agama, “wali nasab boleh pindah pada wali hakim apabila walinya tawara>’ (bersembuyi).” Keputusan tersebut tidak menjelaskan ketentuan tawara>’ yang menjadi maksud teks, sehingga perlu representasi. Kendala ini berhasil terjawab melalui penetapan kriteria tawara>’, identifikasi penyebab tawara>’ dari sisi subjektif wali, serta konsekuensi hukum wali tawara>’.

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap fokus penelitian yang penulis teliti, yakni: 1. Bagaimana praktik pelaksanaan wali hakim sebab tawara>’ di Kantor Urusan Agama Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang? 2. Bagaimana praktik pelaksanaan wali hakim sebab tawara>’ dalam kajian teori hukum progresif?

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan yuridis dengan rancangan studi kasus/empiris. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data diawali dengan pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi data sumber, penyajian data, analisis dengan teori Hukum Progresif Satjipto Rahardjo, dan penarikan kesimpulan.

Hasil dari penelitian menunjukkan: 1. Praktik pelaksanaan wali hakim sebab tawara>’ di KUA Kecamatan Jombang ialah, pertama dilakukan penetapan kriteria tawara>’, yakni wali bersedia menjadi wali nikah di hari yang ditentukan sementara pada hari pernikahan tidak hadir. Kedua, identifikasi penyebab tawara>’ dari sisi subjektif wali, yakni diancam akan dicerai oleh istrinya jika wali menikahkan putrinya. Ketiga, konsekuensi hukum wali tawara>’, yakni perwalian jatuh ke hakim karena yang tawara>’ adalah wali mujbir. 2. Nilai-nilai progresifitas hukum progresif telah diterjemahkan dalam praktik pelaksanaan wali hakim sebab tawara>’ berikut, pertama, hukum untuk manusia yakni melangsungkan perkawinan bagi calon pengantin meskipun wali nikah tawara>’. Kedua, hukum selalu berproses dan tidak final, yakni mengeluarkan kekakuan hukum melalui pemaknaan kriteria, penyebab, dan konsekuensi hukum wali tawara>’. Ketiga, hukum sebagai institusi yang bermoral, yakni memberikan nilai kesejahteraan dan keadilan bagi calon pengantin.

ABSTRACT

The implementation of the magistrate guardian due to tawara>’ in The Religious Affairs Office (KUA) in Jombang District is the only marriage that took place in Jombang District. For instance, the marriage between Susilo and Ely Ermawati. When examined by the guardians and the bride and groom-to-be, the guardians indicated the willingness to become the magistrate guardians on the day. When the wedding day came, the magistrate guardian was not present. The absence of a magistrate guardian was deliberately done to avoid marrying his daughter. In accordance the Decree of the Director General of Islamic Community Guidance and Hajj Affairs of the Ministry of Religious Affairs, "the marriage guardian may transfer to the magistrate guardian if he committed tawara>’ (hiding)." The decision did not explain the provisions of tawara>’ as meant by the text. Therefore, it requires representation. This constraint was successfully answered through the determination of tawara>’ criteria, the identification of the causes of the tawara>’ from the subjective side of the guardians, and the legal consequences of the guardians of the tawara>’.

This study aimed to reveal the focus of the research that the author examined, namely: 1. How the implementation of guardianship because of tawara>’ in The Religious Affairs Office in Jombang District? 2. How is the practice of guardian execution because of the tawara>’ in progressive legal theory study?

This research employed qualitative and juridical approaches with case studies/empirical design. The data collection was conducted through interview and documentation techniques. The data analysis techniques initiated with checking the data validity using triangulation of data sources, data presentation, analysis with Progressive Law theory by Satjipto Rahardjo, and drawing conclusions.

The results of the research indicated: 1. The practice of the judge's guardianship because the tawara>’ in KUA in Jombang District is the first, the determination of the tawara>’ criteria, i.e. the guardian is willing to be the marriage guardian on the appointed day while he was not present in the wedding day. Second, identify the cause of tawara’ from the subjective side of the guardian, which was threatened to be divorced by his wife if the guardian married his daughter. Thirdly, the legal consequence of tawara>’, i.e. the trust goes to the guardian because the tawara>’ is wali mujbir (guardian from paternity line). 2. The progressive values of progressive law have been translated into the practice of the guardian's execution because of the following tawara>’, the first, the law for mankind, namely the marriage of the prospective bride-groom even though the guardian of the marriage of tawara>’. Secondly, the law always proceeds and is never final, i.e. removing legal rigidity through the interpretation of criterion, cause, and legal consequence of the guardian of tawara>’. Third, the law as a moral institution, which provides value for welfare and justice for the bride and groom.

مستخلص البحث

تنفيذ القاضي لأجل التوراء في مكتب الشؤون الدينية بمنطقة جومبانج هو نكاح لا غيره الذي حدث في مدينة جومبانج. مثل النكاح بين سوسيلو وإيلي إرماواتي. عند ما تم فصح الوصي والعرسانين، قام الوصي بالرغبة في أن يكون وصي النكاح في اليوم المحدد. وعندما جاء يوم العقد، غاب الوصي. وعدم حضوره المتعمد لتجنب عن تزويج ابنته. كما جاء في مقرر المدير العام لإرشاد المسلمين والحج للوزارة الدينية، "يجوز انتقال وصي النسب إلى ولي الحكيم إذا يتوارى الوصي (الاختباء)." ولم يشرح ذلك المقرّر أحكام توراء الذي هو الغرض من النص، حتى نحتاج إلى التمثيل. وقد تم الرد على هذا القيد بنجاح من خلال تحديد معيار التوراء، وتحديد أسبابه من الجانب الشخصي للوصي، والعواقب القانونية لوصي التوراء.

تهدف هذه الدراسة إلى الكشف عن تركيز البحث الذي بحثه الباحث، وهو: 1- كيف تطبيق تنفيذ القاضي لأجل التوراء في مكتب الشؤون الدينية بمنطقة جومبانج بمدينة جومبانج ؟ 2- كيف تطبيق تنفيذ القاضي لأجل التوراء في دراسة النظرية القانونية التقدمية ؟

يستخدم هذا البحث مدخلا نوعيًا وقانونيًا مع تصميم دراسة الحالة / التصميم التجريبي. وتم جمع البيانات بطريقة المقابلة والتوثيق. تبدأ تقنيات تحليل البيانات بتبين صحة البيانات باستخدام التثليث لمصادر البيانات، وعرض البيانات، والتحليل مع نظرية القانون التقدمي ساجيفتو راحارجو، والاستنتاجات.

ودلت النتائج على أن : 1- تطبيق تنفيذ القاضي لأجل التوراء في مكتب الشؤون الدينية في منطقة جومبانج هو، الأول أن يتم تحديد معيار التوراء، يعني أن يرغب الوصي في أن يكون وصيا على النكاح في اليوم المحدود بينما كان في يوم العقد لا يحضر. والثاني، تحديد سبب التوراء من الجانب الشخصي للوصي، الذي يهدد بأن تطلقه زوجته إذا يزوّج ابنته. الثالث، النتيجة القانونية لولي التوراء، أي انتقلت الولاة إلى الحكيم لأن الذي توارى هو الوصي المجبر. 2- قد ترجمت قيم تقدم القوانين التقدمية إلى تنفيذ القاضي لأجل التاواراء كما يلي، الأول، إن القانون الإنساني في عقد النكاح للعروس على الرغم من أن ولي النكاح توارى. الثاني، إن القانون دائما في عملية ولا ينتهي، يعني أصدر الصلابة القانونية من خلال تفسير المعايير التفسير والأسباب وعواقب قانون ولي التوراء. والثالث، القانون كمؤسسة لها الأخلاق الحسنى، يتيح قيمة للرفاهة والعدالة للعروس والعريس.

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisor: Yasin, Mohamad Nur and Hamdan, Ali
Keywords: Wali Hakim; Tawara>’; Kantor Urusan Agama; Magistrate Guardian; Tawara>’; Religious Affairs Office; القاضي; التوراء; مكتب الشؤون الدينية
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi Magister al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Koko Prasetyo
Date Deposited: 20 Jul 2023 10:16
Last Modified: 20 Jul 2023 10:16
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/54609

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item