Responsive Banner

Analisis yuridis dan fiqh siyasah pasal 38 peraturan pemerintah nomor 12 tahun 2017 atas kewenangan presiden dalam memberhentikan kepala daerah yang tidak melaksanakan program strategis nasional

Sastia, Afifah Hajar (2023) Analisis yuridis dan fiqh siyasah pasal 38 peraturan pemerintah nomor 12 tahun 2017 atas kewenangan presiden dalam memberhentikan kepala daerah yang tidak melaksanakan program strategis nasional. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
18230094.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

Abstrak:

Penelitian ini membahas dua hal yaitu 1) Analisis yuridis kewenangan Presiden memberhentikan Kepala Daerah yang tidak melaksanakan Program Strategis Nasional berdasarkan Pasal 38 Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017; 2) kewenangan Presiden memberhentikan Kepala Daerah yang tidak melaksanakan Program Strategis Nasional berdasarkan Fiqh Siyasah.

Tujuan penelitian adalah mengetahui dan menganalisis kewenangan Presiden memberhentikan Kepala Daerah yang tidak melaksanakan Program Strategis Nasional berdasarkan Pasal 38 Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normative, dengan 2 (dua) pendekatan yaitu pendekatan perundang-undangan (Statue Approach), dan pendekatan konseptual (Conseptual Approach). Sumber bahan hukum baik (primer, sekunder, tersier), dianalisis menggunakan metode analisis yuridis kualitatif.
Hasil penelitian ini yaitu 1) Program Strategis Nasional bersumber dari pemerintahan pusat dan pemerintahan daerah merupakan bagian dari kepanjangan tangan pemerintahan pusat, maka pemerintahan daerah harus tunduk pada pemerintahan pusat. Apabila pemerintahan daerah tidak melaksanakan Program Strategis Nasional, maka penjatuhan sanksi menjadi wewenang pemerintahan pusat. Sehingga Presiden sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan di tingkat pusat memiliki wewenang untuk menjatuhkan sanksi pemberhentian terhadap kepala daerah yang tidak melaksanakan Program Strategis Nasional; 2) Kewenangan presiden dalam memberhentikan kepala daerah yang tidak melaksanakan Program Strategis Nasional dibenarkan secara Fiqh Siyasah. Sebab, perbuatan yang dilakukan oleh kepala daerah sudah tidak memenuhi salah satu syarat menjadi seorang pemimpin serta tidak melaksanakan kewajiban melaksanakan Program Strategis Nasional. Tentunya telah melakukan perbuatan yang merugikan negara serta rusaknya kredibilitas kepala negara. Sebagaimana pendapat pemikir Islam khususnya Imam Al-Mawardi ketika seorang pemimpin melakukan perbuatan yang dilarang ataupun tidak melaksanakan apa yang sudah menjadi kewajibannya, maka dianggap cacat secara keadaan fisik, sehingga pemimpin tersebut dapat diberhentikan.

Abstrack:

This study discusses two things, namely 1) Juridical analysis of the President's authority to dismiss Regional Heads who do not implement the National Strategic Program based on Article 38 of Government Regulation Number 12 of 2017; 2) the authority of the President to dismiss Regional Heads who do not implement the National Strategic Program based on Fiqh Siyasah.
The purpose of the study is to find out and analyze the authority of the President to dismiss Regional Heads who do not implement the National Strategic Program based on Article 38 of Government Regulation Number 12 of 2017 concerning Development and Supervision of Regional Government Administration.
This research uses normative legal research methods, with 2 (two) approaches, namely the statutory approach and the conceptual approach. Sources of legal materials are good (primary, secondary, tertiary), analyzed using qualitative juridical analysis methods.
The results of this study are 1) National Strategic Program because it is sourced from the central government, and regional government is part of the extension of the central government, then regional government must submit to the central government. If the local government does not implement the National Strategic Program, the imposition of sanctions becomes the authority of the central government. So that the President as the holder of government power at the central level has the authority to impose dismissal sanctions on regional heads who do not implement the National Strategic Program; 2) The authority of the president in dismissing regional heads who do not implement the National Strategic Program is justified by Fiqh Siyasah. This is because the actions committed by the regional head no longer meet one of the requirements to be a leader and do not carry out the obligation to implement the National Strategic Program. Of course, it has done actions that harm the country and damage the credibility of the head of state. As Islamic thinkers, especially Imam Al-Mawardi, argue, when a leader commits prohibited acts or does not carry out what is already his duty, it is considered physically disabled, so that the leader can be dismissed.

مستخلص الحبث:

تناقش هذه الدراسة أمرين ، وهما 1) التحليل القانوني لسلطة الرئيس في إقالة رؤساء المناطق الذين لا ينفذون البرنامج الاستراتيجي الوطني بناء على المادة 38 من اللائحة الحكومية رقم 12 لعام 2017. 2) سلطة الرئيس في إقالة رؤساء المناطق الذين لا ينفذون البرنامج الاستراتيجي الوطني على أساس فقه سياسة.
الغرض من الدراسة هو معرفة وتحليل سلطة الرئيس في إقالة رؤساء المناطق الذين لا ينفذون البرنامج الاستراتيجي الوطني بناء على المادة 38 من اللائحة الحكومية رقم 12 لعام 2017 بشأن تطوير الإدارة الحكومية الإقليمية والإشراف عليها.
يستخدم هذا البحث أساليب البحث القانوني المعياري ، مع 2 (اثنين) نهج ، وهما النهج القانوني (نهج التمثال) ، والنهج المفاهيمي (النهج المفاهيمي). مصادر المواد القانونية جيدة (أولية ، ثانوية ، ثالثية) ، يتم تحليلها باستخدام طرق التحليل القانوني النوعي.
هاسيل بينيلتيان إي آي إيتو 1) استراتيجيات البرنامج الوطني للبرميل والطاقة الشمسية والطاقة المتجددة والطاقة والطاقة المتجددة والطاقة والطاقة المتجددة. وعلى الرغم من ذلك، فإن البرنامج الاستراتيجي للبرنامج الوطني لا يزال قائما على تنفيذ البرنامج الوطني الاستراتيجي. ومن شأن رئيس مجلس الإدارة أن يرأس البرنامج الاستراتيجي الوطني الذي يبذل قصارى جهده في هذا الصدد؛ 2) سلطة الرئيس في إقالة رؤساء الأقاليم الذين لا ينفذون البرنامج الاستراتيجي الوطني تبررها فقه السياسة. وذلك لأن الإجراءات التي يرتكبها الرئيس الإقليمي لم تعد تفي بأحد متطلبات أن يكون قائدا ولا تنفذ الالتزام بتنفيذ البرنامج الاستراتيجي الوطني. وبطبيعة الحال، فقد قامت بأعمال تضر بالبلد وتضر بمصداقية رئيس الدولة. وكما يجادل المفكرون الإسلاميون، وخاصة الإمام الماوردي، عندما يرتكب القائد أعمالا محظورة أو لا يقوم بما هو واجبه بالفعل، فإنه يعتبر معاقا جسديا، بحيث يمكن إقالة القائد.يستخدم هذا البحث أساليب البحث القانوني المعياري ، مع 2 (اثنين) نهج ، وهما النهج القانوني (نهج التمثال) ، والنهج المفاهيمي (النهج المفاهيمي). مصادر المواد القانونية جيدة (أولية ، ثانوية ، ثالثية) ، يتم تحليلها باستخدام طرق التحليل القانوني النوعي.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Whindari, Yayuk
Keywords: Kewenangan Presiden; Kepala Daerah; Program Strategis Nasional Authority of the President; Regional Heads; National Strategic Programs سلطة الرئيس، الرؤساء اإلقليميون، البرامج االستراتيجية الوطنية فقه ال
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180120 Legal Institutions (incl. Courts and Justice Systems)
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Tata Negara
Depositing User: afifah hajar sastia
Date Deposited: 04 Aug 2023 14:54
Last Modified: 04 Aug 2023 14:54
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/53474

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item