Responsive Banner

Optimalisasi konseling dispensasi kawin: Studi efektivitas pencegahan perkawinan anak di Pengadilan Agama Lumajang

Bawazier, Reza Muflikh (2023) Optimalisasi konseling dispensasi kawin: Studi efektivitas pencegahan perkawinan anak di Pengadilan Agama Lumajang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
19210135.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB)

Abstract

ABSTRAK

Perkawinan Anak semenjak ada perubahan undang-undang yakni no 16 tahun 2019 tentang perubahan undang-unndang no 1 tahun 1974 mengenai batas usia minimal untuk menikah ini mengalami peningkatan di Indonesia khusunya di Kabupaten Lumajang, ini menyebabkan semua lembaga pemerintahan berusaha dan berupaya untuk meminimalisir kenaikan angka perkawinan anak tersebut. Begitu juga Pengadilan Agama Kabupaten Lumajang ikut berpartisipasi untuk mengurangi angka kenaikan tersebut dengan melaunchingkan inovasi yakni OKLING DEKA (Optimalisasi Konseling Dispensasi Kawin). Tujuan peneliti untuk mengetahui bagaimana peran OKLING DEKA dalam menekan angka dispensasi kawin di Pengadilan Agama Lumajang. Kemudian Bagaimana efektivitas OKLING DEKA di Pengadilan Agama Lumajang ditinjau dari teori efektivitas hukum Lawrence M. Friedman.

Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari data primer dan sekunder. Peneliti melakukan penelitian di lingkungan Pengadilan Agam Kabupaten Lumajang. Metode yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data ialah observasi, wawancara, dan dokumen. Data yang diperoleh akan melalui proses edit, klasifikasi, dan verifikasi. Hasil data akan dianalisis menggunakan teori efektivitas hukum Lawrence M. Friedman dan terakhir akan dibuat kesimpulan.

Hasil dari penelitian ini bahwasannya OKLING DEKA memberikan konseling dan arahan kepada para calon mempelai dan para calon mempelai dengan harapan agara pernikahan dibawah umur menurun angkanya. Kemudian mengenai Efektivitas OKLING DEKA ini berdasarkan terori hukum Lawrence M. Friedman maka ada 3 aspek yang harus terpenuhi. (1) Struktur Hukum, yakni Pengadilan Agama Kabupaten Lumajang sebagai penyelenggara dan Petugas OKLING DEKA ssebagai pelaksana, sudah melaksanakan dengan sebaik-baiknya. (2) Subtansi Hukum, yairu Peraturan Mahkamah Agung Nomor 5 tahun 2019 tentang Pedoman Mengadili Pemohonan Dispensasi Kawin. (3) Budaya Hukum, masyarakat memiliki kebiasaan menikahkan anaknya setelah lulus sekolah dan mempercayai jika menolak lamaran akan menjadi perawan tua. Dari 3 aspek diatas, aspek ketiga yang tidak efektif, karena masyarakat masih terpengaruh budaya sehingga masih banyak yang mendaftar dispensasi kawin.

ABSTRACT

Child Marriage since there was a change in law, namely No. 16 of 2019 concerning changes to Law No. 1 of 1974 concerning the minimum age limit for marriage has increased in Indonesia, especially in Lumajang Regency, this has caused all government agencies to try and try to minimize number increase of child marriages. Likewise, the Lumajang Regency Religious Court also participated in reducing the increase in the number by launching an innovation, namely OKLING DEKA (Optimization of Marriage Dispensation Counseling). The author in this case aims to examine the role of OKLING DEKA in reducing the number of dispensations for marriage in the Lumajang Religious Court. Then how is the effectiveness of OKLING DEKA in the Lumajang Religious Court in terms of Lawrence M. Friedman's theory of legal effectiveness.

The type of research used is empirical legal research with a qualitative approach. The data used in this research comes from primary and secondary data. The author conducted research in the Lumajang District Religious Court. The methods used by researchers in collecting data are observation, interviews, and documents. The data obtained will go through the process of editing, classification, and verification. The results of the data will be analyzed using Lawrence M. Friedman's legal effectiveness theory and finally conclusions will be made.

The results of this study are that OKLING DEKA provides counseling and direction to prospective brides and grooms with the hope that underage marriages will decrease in number. Then regarding the Effectiveness of OKLING DEKA based on Lawrence M. Friedman's legal theory, there are 3 aspects that must be fulfilled. (1) The legal structure, namely the Lumajang Regency Religious Court as the organizer and the OKLING DEKA Officer as the executor, has implemented it as well as possible. (2) Legal Substance, namely Supreme Court Regulation Number 5 of 2019 concerning Guidelines for Trialing Applications for Dispensation of Marriage. (3) Legal Culture, people have a habit of marrying off their children after graduating from school and believe that if they refuse the application they will become an old maid. Of the 3 aspects above, the third aspect is ineffective, because people still marry off their children who are still under the age limit for marriage.

مستخلص البحث

زواج الأطفال منذ حدوث تغيير في القانون ، وهو رقم 16 لعام 2019 فيما يتعلق بالتغييرات على القانون رقم 1 لعام 1974 بشأن الحد الأدنى لسن الزواج ، وقد زاد في إندونيسيا ، وخاصة في منطقة لو ماجانج ، مما دفع جميع الوكالات الحكومية لمحاولة ومحاولة التقليل من الحشيش الزيادة وعدد حالات زواج الأطفال. وبالمثل ، شاركت المحكمة الدينية في منطقة لو ماجانج أيضًا في الحد من الزيادة في العدد من خلال إطلاق ابتكار ، وهو OKLING DEKA (تحسين استشارات صرف الزواج). يهدف المؤلف في هذه القضية إلى دراسة دور OKLING DEKA في تقليل عدد الإعفاءات للزواج في محكمة لو ماجانج الدينية. إذاً كيف هي فعالية OKLING DEKA في محكمة لو ماجانج الدينية من حيث نظرية لورانس إم فريدمان للفعالية القانونية.

نوع البحث المستخدم هو بحث قانوني تجريبي بمنهج نوعي. البيانات المستخدمة في هذا البحث تأتي من البيانات الأولية والثانوية. أجرى المؤلف بحثًا في المحكمة الدينية لمنطقة لو ماجانج. الأساليب التي يستخدمها الباحثون في جمع البيانات هي الملاحظة والمقابلات والوثائق. ستخضع البيانات التي تم الحصول عليها لعملية التحرير والتصنيف والتحقق. سيتم تحليل نتائج البيانات باستخدام نظرية الفعالية القانونية الخاصة بلورنس إم فريدمان ، وفي النهاية سيتم التوصل إلى الاستنتاجات.تشير نتائج هذه الدراسة إلى أن OKLING DEKA تقدم المشورة والتوجيه للعرائس والعرسان المحتملين على أمل أن ينخفض ​​عدد زواج القاصرين. ثم فيما يتعلق بفعالية OKLING DEKA استنادًا إلى نظرية لاورنج م فريدمان القانونية ، هناك 3 جوانب يجب تحقيقها. (1) الهيكل القانوني ، أي محكمة لو ماجانج الدينية الدينية بصفتها الجهة المنظمة ومسؤول OKLING DEKA بصفته المنفذ ، قد طبقها قدر الإمكان. (2) المادة القانونية ، وهي لائحة المحكمة العليا رقم 5 لعام 2019 بشأن المبادئ التوجيهية لمحاكمة طلبات صرف الزواج. (3) الثقافة القانونية ، لدى الناس عادة تزويج أطفالهم بعد التخرج من المدرسة ويعتقدون أنهم إذا رفضوا الطلب سيصبحون خادمة عجوز. من بين الجوانب الثلاثة المذكورة أعلاه ، الجانب الثالث غير فعال ، لأن الناس ما زالوا يتزوجون من أطفالهم الذين تقل أعمارهم عن الحد الأقصى لسن الزواج.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Zulaicha, Siti
Keywords: Dispensaasi Kawin; Pencegahan Perkawinan Anak; Efektivitas; Marriage Dispensation; Prevention of Child Marriage; Effectiveness; اعفاء الزواج ؛ منع زواج الأطفال ؛ الاستشارة ؛ الفعالية.
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180113 Family Law
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Reza Muflikh Bawazier
Date Deposited: 11 Jul 2023 08:57
Last Modified: 11 Jul 2023 08:57
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/53460

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item