Responsive Banner

Perancangan gedung pertunjukan seni Pandalungan dengan Pendekatan Mimesis Alat Musik Patrol di Kabupaten Jember

Atho'illah, Muhammad Ibnu (2023) Perancangan gedung pertunjukan seni Pandalungan dengan Pendekatan Mimesis Alat Musik Patrol di Kabupaten Jember. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
16660049.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (15MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Kesenian merupakan salah satu bagian dari budaya serta sarana yang dapat digunakan sebagai cara untuk menuangkan rasa keindahan dari dalam jiwa manusia. Di Jember terdapat berbagai macam kesenian tradisional, namun tidak banyak masyarakat yang berminat pada kesenian tradisional khususnya masyarakat Jember itu sendiri. Jember dikenal dengan sebutan kota pandalungan yaitu daerah dimana penduduknya merupakan hasil akulturasi dari budaya masyarakat Madura dan Jawa Mataram yang melebur menjadi satu yang dikenal sebagai pandalungan Jember. Pandalungan sendiri berasal dari kata “medal” dan “lunga”, keluar untuk bepergian ke suatu tempat. Dari kata itulah mengapa Jember disebut juga sebagai pandalungan karena masyarakat yang tinggal disana merupakan gabungan dari bermacam – macam etnis yang menjadi satu di wilayah tersebut, sehingga terbentuk sebuah akulturasi yang melahirkan kesenian baru, sehingga menjadi ciri khas tersendiri dari Jember.

Gedung Pertunjukan Seni Pandalungan Kabupaten Jember dengan menggunakan pendekatan arsitektur mimesis yang menurut penulis cocok untuk diterapkan pada perancangan ini, penulis ingin menampilkan sebuah perancangan gedung pertunjukan seni yang mampu menampilkan identitas dari kabupaten Jember. Dengan adanya gedung pertunjukan seni ini agar kesenian dari kabupaten Jember yaitu pandalungan tidak luntur terhadap budaya modern yang mulai berkembang pesat.

ENGLISH:

Art is one part of culture and a means that can be used as a way to express a sense of beauty from the human soul. In Jember there are various kinds of traditional arts, but not many people are interested in traditional arts, especially the Jember community itself. Jember is known as the city of Pandalungan, an area where the population is the result of acculturation from the culture of the Madurese and Javanese people of Mataram, which merges into one known as the Jember pandalungan. Pandalungan itself comes from the words "medal" and "lunga", going out to travel somewhere. From that word, why is Jember referred to as pandalungan because the people who live there are a combination of various ethnic groups that are united in the region, so that an acculturation is formed which gives birth to new arts, so that it becomes a distinctive characteristic of Jember.

The Pandalungan Arts Center in Jember Regency uses a mimetic architectural approach which according to the author is suitable for this design, the author wants to present an art center design that is able to display the characteristics of Jember district. With the existence of this arts center, so that the arts from Jember district, namely pandalungan, do not fade with modern culture that is starting to develop rapidly.

ARABIC:

الفن هو جزء من الثقافة ووسيلة يمكن استخدامها كوسيلة لصب إحساس بالجمال من الروح البشرية. يوجد في جمبر أنواع مختلفة من الفنون التقليدية ، ولكن لا يهتم الكثير من الناس بالفنون التقليدية ، وخاصة شعب جمبر نفسه. ومن المعروف جمبر باسم مدينة باندالونغان ، وهي منطقة حيث السكان هو نتيجة التثاقف من ثقافة مادوريس والجاوية ماتارام الذين اندمجوا في واحدة تعرف باسم باندالونغان جمبر. باندالونغان نفسها تأتي من عبارة "ميدالية" و "لونجا" ، والخروج للسفر في مكان ما. من الكلمة لهذا السبب يعرف جمبر أيضا باسم باندالونجان لأن الأشخاص الذين يعيشون هناك هم مزيج من الأعراق المختلفة التي تصبح واحدة في المنطقة ، وبالتالي تشكل التثاقف الذي يولد فنا جديدا ، بحيث يصبح سمة مميزة لجمبر.

مركز باندالونجان للفنون في جمبر ريجنسي باستخدام النهج المعماري المحاكي الذي وفقا للمؤلف مناسب للتطبيق على هذا التصميم ، يريد المؤلف عرض تصميم مركز فني قادر على عرض هوية منطقة جمبر. مع وجود هذا المركز الفني حتى لا تتلاشى فنون جمبر ريجنسي ، باندالونجان ، في الثقافة الحديثة التي بدأت تتطور بسرعة.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Wismantara, Pudji and Mutiara, Elok
Keywords: Pandalungan;Kesenian; Mimesis;Pandalungan;Art;Mimesis ;باندالونجان;فن;تقليد
Subjects: 12 BUILT ENVIRONMENT AND DESIGN > 1201 Architecture > 120108 Architecture of Public Structures > 12010808 Recreation Buildings (incl. Cultural Centers, Music Hall)
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Teknik Arsitektur
Depositing User: Muhammad Ibnu Atho'illah
Date Deposited: 06 Sep 2023 11:09
Last Modified: 06 Sep 2023 11:09
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/53358

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item