Responsive Banner

Pengembangan Religious Culture melalui pembiasaan Tahfidzul Qur’an di SMP Islam Terpadu Plus Tahfidzul Qur’an Aikmel - Lombok Timur Nusa Tenggara Barat

Zuhri, Saifuddin (2012) Pengembangan Religious Culture melalui pembiasaan Tahfidzul Qur’an di SMP Islam Terpadu Plus Tahfidzul Qur’an Aikmel - Lombok Timur Nusa Tenggara Barat. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
10710052.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK

Budaya agama ( Religious Culture ) dalam konteks pendidikan merupakan suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan lingkungan dan secara aktif mengembangkan potensi warga Sekolah untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan yang berakar dari nilai-nilai agama dan mengamalkannya sebagai basis dasar kehidupan sehari-hari. Pewujudan budaya religius melalui pembiasaan tahfidzul qur’an di sekolah, dapat meningkatkan spiritualitas siswa, meningkatkan rasa persaudaraan dan toleransi, meningkatkan kedisiplinan dan kesungguhan dalam belajar dan beraktifitas. Tahfidzul Qur’an sebagai salah satu cara untuk membumikan Al-Qur’an serta memberikan pemahaman tentang Al-Qur’an secara mendalam untuk dapat kemudian diaktualisasikan dalam bentuk perilaku sesuai dengan ajaran ajaran Al-Qur’an. Sehingga secara melembaga akan tercipta religious culture sebagai sebuah refleksi dari ajaran-ajaran Al-Qur’an.

Ada tiga tujuan yang diharapkan dalam penelitian ini yaitu : (1). Untuk memahami dan mendeskripsikan Implimentasi Pembiasaan Tahfidzul Qur’an sebagai bentuk perwujudan Religious Culture di SMP IT Plus Tahfidzul Qur’an Aikmel. (2). Untuk memahami dan mendeskripsikan Peran Kepala Sekolah dalam Pengembangan Religious Culture melalui Pembiasaan Tahfidzul Qur’an di SMP IT Plus Tahfidzul Qur’an Aikmel Lombok Timur. Dan (3). Untuk memahami dan Mendeskripsikan Implikasi Pembiasaan Tahfidzul Qur’an terhadap Pengembangan Religious culture di SMP IT Plus Tahfidzul Qur’an Aikmel Lombok Timur

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus, pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dokumentasi, interpretasi data menggunakan perspektif fenomenologis. Data yang terkumpul diperiksa keabsahannya dengan pengecekan kredebilitas data yang akan dilakukan trianggulasi, diskusi sejawat dan penarikan kesimpulan.

Dari hasil analisis data dalam penelitian ini didapatkan bahwa Implementasi Program tahfidz al-qur’an di SMP IT Plus Tahfidzul qur’an Aikmel Lombok Timur trelaksana secara kontinyu dan merupakan program unggulan dan secara terpadu dilaksnakan mulai dari tingkat TK, SD hingga SMP yang berada di bawah Naungan Ma’ahad Ishlah Bina al-Ummah Aikmel. Dan metode yang di gunakan yaitu. 1) siswa menghafal hafalan baru 2) metode tahsin, yaitu membenarkan bacaan sesuai dengan tajiwid dan 3) muraja’ah, mengulang hafalan yang telah lalu. Adapun peran Kepala Sekolah SMP IT Plus Tahfidzul Qur’an tampak sangat kuat dalam upaya pengembangan Religious Culture di Sekolah. Kepala Sekolah selaku pimpinan dapat melakukan tanggung jawabnya mengelola sekolah melalui proses manajemen sekolah yang mencakup empat tahap, yaitu: 1). melakukan perencanaan progam, 2). memberikan keteladanan kepada guru, siswa, karyawan dan semua komunitas yang ada di sekolah, 3). selalu memiliki andil dalam kegiatan keagamaan, dan 4). mengevaluasi terhadap progam yang dijalankan. Sedangkan implikasi program tahfidzul qur’an di SMP IT Plus Tahfidzul Qur’an yaitu Pertama Terwujudnya bentuk budaya agama (Religious Culture) antara lain, a) adanya kegiatan puasa senin kamis, b) sholat lima waktu, secara berjamaah, c) prilaku hormat dan salam. Dan yang Kedua berimplikasi pada penguasaan pada materi pelajaran agama seperti ilmu tafsir, Aqidah, ilmu fiqh dan akhlaq.

ABSTRACT

Religious culture in the context of education is a conscious and deliberate effort to create the environment and is actively developing the potential citizens of the school to have the spiritual power of the religious roots religious values and practice it as a fundamental basis of daily life. Realization of the religious culture through habituation tahfidzul qur’an in the school, student can enhance spirituality, improve the sense of brotherhood and tolerance, improve discipline and seriousness in learning an understanding of the qur’an in depth to be able to then actualized in the form of behavior in accordance with the teachings of the qur’an. Instituationalized so that it will create a religious culture as a reflection of the teaching of the qur’an.

There are three perposes that are ecpected in this study are : (1) To understand and describe the habitauation implementation of tahfidzul qur’an as a form of embodiment of religious culture in SMP IT Plus Tahfidzul Qur’an Aikmel East Lombok, (2) To understand and describe the role of principal in the development of religious culture through habituation tahfidzul qur’an in SMP IT Plus Tahfidzul Qur’an Aikmel East Lombok, (3) To understand and describe implications of the development of habituation tahfidzul qur’an religious culture SMP IT Plus Tahfidzul Qur’an Aikmel East Lombok

This study used a qualitative approach wit case study design, data collection using the interview technique, observation, documentation, interpretation of encode using a phenomenological perspective. The encode collected was examined by checking the validity of the encode to be carried its’ credebilities by triangulation, peer discussion and drawing conclusions.

Form the analysis encode of data obtained in this study that the implementation of program tahfidzul qur’an in SMP IT Plus Tahfidzul Qur’an Aikmel East Lombok is an excellent program and an integrated by starting from kindergarten, elementary and junior high school under the shade Ma’ahad Ishalah Bina al-Ummah Aikmel. And methods in use that is, (1) student’ rote new memorization, (2) tahsin method, which is justified in accordance with tajwid, and (3) muraja’ah, repeat the recitation of pas. The principal role of the SMP IT Plus Tahfidzul Qur’an Aikmel East Lombok seems very strong in development efforts in the school of religious culture. Principal as leader can perform their responsibilities to manage the school through the school management process includes and all the communities that exist in schools, (3) always have a part in religious activities, and (4) evaluated against the program being run. The implications is the first realization of culture forms of religion (religion culture), among other, a) the activities of fasting on Monday and thusday, b) five daliy prayers, the congregation, c) attitudes of respect and greeting. And the second implies a mastery of the subject matter of religion like tafsir, aqidah, fiqh science and morality.

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisor: Baharuddin, Baharuddin and Yasin, Ahmad Fatah
Keywords: Pengembangan Religious Culture; Pembiasaan Tahfidzul Qur’an; Development of religious culture; habituation of tahfidzul qur’an
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam
Depositing User: Koko Prasetyo
Date Deposited: 20 Jul 2023 10:29
Last Modified: 20 Jul 2023 10:29
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/53311

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item