Responsive Banner

Legalitas Tukar Guling tanah Wakaf menurut Madzhab Hanafi dan Undang-Undangan Wakaf No 41 Tahun 2004: Studi kasus Desa Oro-Oro Ombo Kota Batu

Himzi, Mochamad Ibrohim Arofi (2022) Legalitas Tukar Guling tanah Wakaf menurut Madzhab Hanafi dan Undang-Undangan Wakaf No 41 Tahun 2004: Studi kasus Desa Oro-Oro Ombo Kota Batu. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
18781018.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Sejak masa Nabi Muhammad wakaf menjadi salah satu media terpenting dalam menunjang berbagai macam kebutuhan ibadah maupun sosial lainnya. Seiring waktu berlalu perkembangan zaman memunculkan berbagai macam permasalah terkait wakaf. Tukar guling tanah wakaf menjadi salah satu polemik yang masih menjadi perdebatan dikalangan para ahli, ada yang meperbolehkannya ada yang tidak. Hukum negara juga memiliki variasi tersendiri tentang permasalahn tukar guling, ada undang-undang yang melarangnya tetapi di sisi lain ada juga undang-undang yang melegalkannya.

Penelitian ini mencoba untuk mengkaji secara menyeluruh aspek legalitas tukar guling tanah wakaf dari sudut pandang madzhab Hanafiyah dan juga hukum perundang-undangan negara. Untuk mencapai tujuan itu penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan sudi kasus, desa Oro-Oro Ombo Kota Batu menjadi tempat yang ditentukan sebagai latar penelitian.

Hasil penelitian ini menyatakan bahwa dalam perspektif madzhab Hanafiyah tukar guling tanah wakaf diperbolehkan jika terjadi dalam tiga keadaan yaitu ada syarat untuk menukar tanah wakaf dari sang waqif, kedua ada kepentingan mendesak untuk menjaga dan melestarikan asset wakaf beserta dengan manfaatnya dan yang ketiga ada harapan untuk memperoleh manfaat yang lebih laying dan besar jika menukarnya dengan tanah yang lain. Kemudian dalam undang-undang negara disebutkan bahwa tukar guling tanah wakaf bisa dilakukan jika dengan alasan untuk digunakan dalam kepentingan negara atau harta wakaf tidak bisa digunakan sebagaimana ikrar wakaf maka status hukumnya berubah menjadi legal dengan mepertimbangkan tiga hal yaitu yang pertama harta benda wakaf tidak dapat digunakan sebagaimana ikrar wakaf, yang kedua harta benda wakaf dibutuhkan untuk kepentingan negara dan yang ketiga karena ada kepentingan keagaaman yang bersifat mendesak.

ABSTRAK

Since the time of the Prophet Muhammad, waqf has become one of the most important media in supporting various kinds of worship and other social needs. As time goes by, the development of the times raises various kinds of problems related to waqf. Swapping of waqf land is a polemic that is still being debated among experts, some allow it and some don't. State law also has its own variations regarding the issue of swapping, there are laws that prohibit it but on the other hand there are also laws that legalize it.

This research attempts to thoroughly examine the legal aspects of swapping waqf land from the point of view of the Hanafiyah school of thought as well as state laws and regulations. To achieve this goal, the authors used a qualitative research method with a case study approach, the village of Oro-Oro Ombo, Batu City, was the place chosen as the research setting.

The results of this study state that in the perspective of the Hanafiyah madzhab, the exchange of waqf land is allowed if it occurs in three circumstances, namely there is a condition to exchange waqf land from the waqf, second, there is an urgent interest to maintain and preserve waqf assets and their benefits, and third, there is hope to obtain more laying and greater benefits if they exchange it for other land. Then in state law it is stated that the exchange of waqf land can be done if for reasons to be used in state interests or waqf assets cannot be used as waqf pledges, then the legal status changes to legal by considering three things, namely the first waqf property cannot be used as a waqf pledge, the second waqf property is needed for state interests and the third because there are religious interests that is urgent.

مستخلص البحث

منذ عهد النبي محمد صلى الله عليه وسلم، أصبح الوقف من أهم وسائل الإعلام في دعم مختلف أنواع العبادة والحاجات الاجتماعية الأخرى. مع مرور الوقت، يثير تطور العصر أنواعًا مختلفة من المشاكل المتعلقة بالوقف. تبادل أراضي الوقف هو جدال لا يزال محل نقاش بين الخبراء، والبعض يسمح به والبعض الآخر لا. يحتوي قانون الولاية أيضًا على اختلافاته الخاصة فيما يتعلق بمسألة المقايضة، وهناك قوانين تحظره ولكن من ناحية أخرى، هناك أيضًا قوانين تقننه.

يحاول هذا البحث إجراء فحص شامل للجوانب القانونية لمبادلة أرض الوقف من وجهة نظر المذهب الحنفية وكذلك قوانين وأنظمة الدولة. لتحقيق هذا الهدف، استخدم المؤلفون طريقة بحث نوعي مع نهج دراسة الحالة، وكانت قرية أورو-أورو أومبو، مدينة باتو، هي المكان الذي تم اختياره كإعداد للبحث.

تشير نتائج هذه الدراسة أنه من منظور المذهب الحنفي يسمح بتبادل الأراضي الوقفية إذا حدث في ثلاث حالات، وهي أن هناك شرطا لمبادلة الأراضي الوقفية من الوقف، وثانيا، هناك مصلحة ملحة في الحفاظ على أصول الوقف ومنافعها والحفاظ عليها، وثالثا، هناك أمل في الحصول على مزيد من البياض وفوائد أكبر إذا تم استبدالها بأرض أخرى. ثم ينص قانون الولاية على أنه يمكن تبادل أراضي الوقف إذا كان لأسباب لاستخدامها في مصالح الدولة أو لا يمكن استخدام أصول الوقف كتعهدات وقفية ، ثم يتغير الوضع القانوني إلى قانوني من خلال النظر في ثلاثة أشياء ، وهي أن ممتلكات الوقف الأولى لا يمكن استخدامها كرهن وقفي ، وممتلكات الوقف الثانية مطلوبة لمصالح الدولة والثالثة لأن هناك مصالح دينية عاجل.

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisor: Fadil, Fadil and Susamto, Burhanuddin
Keywords: Tukar Guling, Wakaf, Madzhab Hanafi, Perundang Undangan
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi Magister al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: mochamad ibrohim arofi himzi
Date Deposited: 05 Jul 2023 14:35
Last Modified: 05 Jul 2023 14:35
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/53016

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item