Responsive Banner

Teori Meerwaarde (Nilai Lebih/Surplus Value) Karl Heinrich Marx dalam tinjauan Hukum Islam

Hidayat, Ach. Nuril (2015) Teori Meerwaarde (Nilai Lebih/Surplus Value) Karl Heinrich Marx dalam tinjauan Hukum Islam. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
10220049.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Perburuhan dan pengupahan adalah masalah yang kompleks dalam perkembangan dunia industri. Terutama pada zaman ini, ketika sistem ekonomi kapitalisme dan sistem ekonomi liberalisme saling berebut pasar. Menurut Karl Marx, dalam sistem yang seperti ini telah terjadi penghisapan dan ketidak adilan terhadap buruh. Sehingga menciptakan banyak konflik dan dekadensi moralitas. Gayung bersambut, hukum ekonomi islam ( legal economic islamic) pada akhirnya juga mengalami perkembangan dan dinamisasi terutama dalam dunia perbankan melalui berbagai produk pembiayaan dan penghimpunan dana. Yang berada dalam pasar yang sama dengan sistem ekonomi kapitalisme. Sehingga muncul anggapan bahwa ekonomi islam, merupakan sub-sistem dari ekonomi kapitalis. Namun, perkembangan itu hanya terfokus pada dunia perbankan saja. Pada sektor lain, terutama pada persoalan Perburuhan dan Pengupahan (ji’alah) hampir tidak kita temukan diskursus-diskursus atau kajian-kajian yang mempunyai perhatian khusus dalam hal ini. Padahal jika kita timbang, perburuhan dan pengupahan memiliki urgensitas dan menyangkut hidup kebanyakan masyarakat muslim indonesia yang menyandarkan kebutuhan hidupnya pada Upah dan Gaji. Buruh indonesia masih sangat jauh dari kata sejahtera dan makmur. Dan menjadi tugas Islam untuk merubahnya. Dengan alasan ini, kami ingin membawa dinamisasi ekonomi islam pada sektor perburuhan dan pengupahan. Di mulai dengan mengkaji dan meneliti Teori Nilai Lebih Karl Marx (yang merupakan doktrin dan metode ilmiah Marx dalam membongkar rahasia kapitalis dalam menghasilkan Profit atau keuntungan) dalam tinjauan Hukum Islam yang dalam hal ini di spesifikasikan dan di wujudkan dengan Riba.

Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research ) yang menggunakan pendekatan Normative – Deskriptif – Kualitatif. Karena bukan hanya norma-norma nilai dari kedua teori tersebut yang di cari dan di deskripsikan secara detail dan komprehensif. Namun juga di investigasi secara epistimologis dan di cari hubungan interaksinya dalam suatu pertukaran pengalaman sosial (a shared social eperince).

Menurut interpretasi Ulama-ulama mazhab dan klasik, Nilai Lebih yang di cetuskan Marx bukanlah perwujudan dari Riba yang di haramkan dalam islam. Karena mereka tidak menemukan ketersambungan illat antara keduanya. Bagi mereka praktek-praktek yang ribawi di ukur dengan pertambahan dan kelebihan dalam timbangan dan takaran. Namun, pendapat yang berseberangan dan berbeda datang dari ulama dan pemikir modern dan revivalis hukum ekonomi islam, dimana mereka lebih mengutamakan aspek moralitas daripada aspek legal formalnya dari penentuan Illat dalam Riba. Sehingga memunculkan pendapat bahwa Nilai Lebih dari Marx merupakan Praktek Ribawi yang di haramkan Islam.

ENGLISH:

Labor and remuneration become complex issues in the development of industrial world. Today, especially, when the economic system of capitalism and liberalism are competing each other for market purposes. According to Karl Marx, this systems involve an exploitation and injustice over workers. Thus, it creates various conflicts and moral decadences. In line with this situation, the Islamic economic legal eventually become growth and dynamics as well, especially in the banking sector, through a variety of financial products and fund raising, in which they are in the same market with the economic system of capitalism. Therefore, there is the assumption that Islamic economic is a sub-system of the capitalist economy. However, it is only focused on the development of the banking sector itself. In other sectors, particularly the issue of Labor and Wage (ji'alah), we hardly find discourses or studies that have a particular concern on this issue. Considering the case, labor and wages have are very urgent case and highly connected to the Indonesian Muslim community who rely their lives on wages and salaries. Indonesian labor is still very far from safe and prosperous lives. The, it is the duty of Muslim to change it. For this reason, we want to bring the dynamics of Islamic economic into sector and wage labor. Initialing this by reviewing and researching Karl Marx's Theory of Surplus Value (which is a dogma and scientific method of Marx in disclosing and/or exposing the capitalist secret in generating profit or gain) based on the review of Islamic law which is specified and embodied in term of Riba.

This study is a library research that uses Normative - Descriptive – Qualitative approaches. It does so because it is not only researching and describing the normative values of both theories in detail and comprehensively, but also epistemologically investigating and finding out its interaction relationship in a shared social experience.

According to the interpretation of scholars and classical schools, the Surplus Value of Marx is not the embodiment of Riba prohibited in Islam. They do not find the illat interconnection between both. For them, the practices of Riba is measured by increments and surplus in scale and dose. However, there are different opinions from modern scholars and experts as well as revivalist of Islamic economic laws, which they prefer to view the aspect of morality rather than formal legal aspects on the determination of illat in Riba. Therefore, there is an opinion that the Surplus Value of Marx is a Riba practical which is prohibited in Islam.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Yasin, Mohamad Nur
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDYasin, Mohamad NurUNSPECIFIED
Keywords: Teori Nilai Lebih;, Karl Heinrich Marx; Hukum Islam; Surplus Value Theory; Islamic Law; Riba;
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Bisnis Syariah
Depositing User: Dian Anesti
Date Deposited: 06 Dec 2016 16:34
Last Modified: 06 Dec 2016 16:34
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/5258

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item